kematian

Lari dari Izrail, as

Lari dari Izrail, as

Foto, Egypt, oleh Lorella Castillo Suatu pagi,ke majelis Nabi Sulaiman as, yang sedang beradadi gedung pengadilan, masuklah seorang bangsawan,berlari, tergopoh-gopoh.Wajahnya pucat karena sedih,bibirnya membiru.“Sakitkah engkau, Khwajah?”tanya Sang Raja.Ia menjawab, “Ketika Izrail melemparkan pandangankepadaku, dia penuh amarah dan kebencian.”“Nah, sekarang katakan, apa yang engkau inginkan?”“Wahai pelindung hidupku, kumohon padamu,perintahkanlah angin membawaku langsung ke India:semoga sesampainya disana, jiwa hambamu ini selamat dari kematian.”Wahai, betapa banyak orang berlomba-lomba,melarikan diri dari kemiskinan;malah terjatuh mereka kedalam rahang serakahdan panjang angan-angan.Ketakutanmu akan kemiskinan bagaikan kengerianorang itu: ketahuilah, keserakahan dan panjangnyaangan-anganmu adalah India dari kisah ini.Nabi Sulaiman memerintahkan anginsegera membawanya melintasi samudera,ke pedalaman India.Keesokan harinya, dalam sebuah…
Read More
Jadilah Tuan Mereka

Jadilah Tuan Mereka

putri sulungku, saat masih bocah, 2012 Ketika kau temui wajah kemarahan, lihatlah ke baliknya, dan akan kau dapati wajah bangga-diri. Injaklah marah dan bangga-diri, jadikan mereka anak-tangga, dan panjatlah, naik. Takkan pernah kau temui kedamaian, sampai engkau menjadi tuan mereka. Tanggalkan kemarahan: rasanya manis, tapi mematikan. Jangan mau jadi korbannya, kau perlukan kerendahan-hati untuk memanjat ke arah kemerdekaan. Sumber:  Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal no 2197Terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafidalam Rumi: Hidden Music, HarperCollins Publishers Ltd, 2001
Read More
Rabb dan Dunia

Rabb dan Dunia

Photo by CARLOSCRUZ ARTEGRAFIA on Pexels.com Seorang pencari berkata kepada Sang Hakim: "Dia, yang pertolongan-Nya kita mohonkan, tentu mampu membuat perdagangan kita tak pernah rugi. Dia yang yang mengubah api Namrud menjadi mawar dan pepohonan, tentu juga bisa membuat dunia kita ini jadi tanpa-api.  [1] Dia yang memekarkan mawar dari tengah kumpulan duri, tentu mampu mengubah musim dingin ini menjadi musim semi. Dia yang membuat setiap cemara lurus dan bebas tentu kuasa mengubah sedih menjadi gembira. Dia yang membuat ketiadaan menjadi keberadaan: takkan Dia direndahkan, jika ciptaan dibuat-Nya abadi. Dia yang memberi raga suatu ruh, sehingga hiduplah ia; apa ruginya Dia…
Read More
Air Kehidupan

Air Kehidupan

Foto oleh Mohamed Nohassi on Unsplash Semua hal,terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,walaupun tampak manis bagai gula,sebenarnya membuat jiwa menderita.Apakah itu penderitaan jiwa?Menyongsong kematian seraya tidak menggenggamAir Kehidupan. [1]Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua matamereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur, sang malamlah yang akan meninggalkanmu.Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.Tapi bagaimana…
Read More
Kemurahan Hati

Kemurahan Hati

Kemurahan hati seorang berpunya,dinyatakan  dengan bersedekah harta. Sedangkan kemurahan hati seorang pencinta,dengan penyerahan jiwanya. Jika kau berikan makananatas nama Tuhan,maka kau akan diganjar lebih banyak makanan. Sedangkan jika kau berikan jiwamu,atas nama Tuhan,maka kau akan diganjar dengan suatu Kehidupan Sejati. Sumber:Rumi: Matsnavi  I: 2235 – 36Terjemahan ke Bahasa Inggris olehKabir dan Camille Helminski.Dalam The Rumi Collection, halaman 140.
Read More
Kau kan Mati Sendirian

Kau kan Mati Sendirian

https://wallpaperswide.com/man_watching_the_sun-wallpapers.html Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di dalam hatimu sendiri. Kau terlahir dalam pelukan yang penuh rahmat, tapi kau kan mati sendirian. Kau tertidur di tepi sebuah danau, sambil merasa haus. Kau duduki harta karun tapi kau kan mati dalam kefakiran. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#1601. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star,berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva.Dari In the Arms of the Beloved, hal 133.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Jika tanpa Engkau

Jika tanpa Engkau

Pantai Madasari, Juli 2023 Hidup tanpa Engkauadalah sebuah pelanggaran.Tanpa Engkau,kehidupan macam apa kujalani?Wahai Cahaya hidupku,setiap kehidupan yang berlalu,Tanpa Engkau, berarti kematian;Itulah makna hidup bagiku. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#1397Penerjemah ke Bahasa Inggris oleh Zara HoushmandPenerjemah ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More

Keledaimu Tertidur

Foto, dari pixabay Sedemikian terserap kau pada kehidupan,yang tak berlangsung melainkan hanya sehari.Sehingga kau tak berkenan dengarpembicaraan tentang kematian.Kehidupan selalu ingin kembali ke rumahnya,dan rumahnya itu bernama kematian.Tetapi keledaimu jatuh tertidur di tengah jalan. Sumber:Rumi: Rubaiyat F #223Diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Zara Housmand.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More
Matilah Sebelum Engkau Mati

Matilah Sebelum Engkau Mati

https://wallpaperaccess.com/sufi [Mengenai sabda Rasulullah saw, ‘Matilah sebelumengkau mati:’ “Wahai sahabat, matilah sebelumengkau mati, jika yang paling engkau kehendakiadalah hidup; karena dengan mati seperti itu Idris a.s.menjadi seorang penghuni al-Jannah terlebih dahuludaripada kita semua."] Engkau telah banyak menderita, tetapi engkau masih tetap terhijab, karena kematian itu suatu pokok yang mendasar, dan engkau belum mencapainya. Deritamu takkan berakhir sampai engkau mati: engkau tidak dapat menjangkau atap tanpa menyelesaikan tangga panjatan. Walau hanya tersisa dua buah, dari seratus anak-tangga, sang pemanjat yang telah keras berjuang, tetap saja terhalang dari menjejakkan kaki di atas atap. Walau tambang hanya kurang satu dari seratus depa, bagaimanakah caranya air-sumur masuk ke dalam timba.…
Read More
Ketika Diusung Kerandaku

Ketika Diusung Kerandaku

Mandalasari Ketika diusung kerandaku di hari kematian, janganlah menyangka hatiku berada di alam-dunia ini. Janganlah menangisiku, dan menjerit, "kemalangan, kemalangan!" Bisa-jadi malah engkau terjatuh kedalam jebakan syaithan: itu baru kemalangan. Ketika engkau lihat jenazahku, janganlah engkau berseru, "perpisahan, perpisahan!" Pertemuan dan penyatuan adalah milikku saat itu. Ketika engkau masukkan aku ke liang lahat, janganlah engkau ucapkan, "selamat tinggal, selamat tinggal!" Karena kubur bagiku hanyalah selembar hijab, yang menyembunyikan pelukan al-Jannah. Setelah diturunkan ke lubang, tataplah kebangkitan; Tidaklah ditenggelamkan itu menyakiti matahari dan rembulan. Tampak bagimu ia tenggelam, padahal itu suatu kebangkitan: Bagimu kubur adalah penjara, padahal itu pembebasan jiwa. Bukankah…
Read More