alam dunia

Mempercantik Kuburan

dari sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Ciamis, September, 2019 Jangan berlebihan usahamu,hanya sekedar untuk urusan duniawi.Jangan terlibat amalyang tak mensucikan.Jika tak kau perhatikan,pada akhir hari, kau kan beranjak saat kaubelum lagi tuntas:urusan akhiratimu berantakan;kau bagaikan roti yang belum dipanggang.Mempercantik kuburan itutak dilakukan dengan memakaikayu, batu atau semen.Sama sekali tidak!Tapi dengan menggali dalam-dalamkuburmu dalam kemurnian ruhaniah,lalu mengubur keakuanmudalam Kehendak-Nya;Dan dengan menjadi debu-Nya,terkubur dalam cinta kepada-Nya;sehingga dengan hembusan-Nya,kau kan disempurnakan. Sumber:Rumi:  Matsnavi  III: 128 - 32Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir HelminskiTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Tersibukkan Urusan Dunia

Tersibukkan Urusan Dunia

Senyum si bayi, RSAI Bandung, 20 September 201 Takdir itu bagaikan Singa,yang menyeret diri kita, yang sedang tersibukkan urusan dunia,menuju ke hutan kematian. Karena takut miskin,orang menceburkan diri ke dalam lautan dunia,sampai nyaris tenggelam. Jika yang mereka takuti adalah Dia,yang menciptakan bagi mereka sedikit kemiskinan, [1]maka harta-karun akan muncul dengan sendirinya.  [2] Karena takut akan bala-bencana,orang malah tenggelam dalam inti dari bala-bencana:dalam mencari kemegahan penghidupan di dunia,mereka kehilangan kehidupan sejati. Catatan: [1] QS [2]: 155 [2] Harta karun: Sesuatu yang disimpan dalam inti qalb insan, dan dijaga dengan pagar syariah para nabi, lihat QS [18]: 82. Sumber:  Rumi: Matsnavi  III 2204 -…
Read More
Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

di Pantai Cimaja, 2015 Sang penjelajah langit berlalu:Debu naik dan mengambang di udara;Dia melaju, tapi debu yang dia tinggalkanMasih mengambang di sini.Pusatkan penglihatanmu ke muka,Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan;Debunya mengambang disini: tapi diaBerada di ketak-terbatasan. Sumber:Rumi: RubaiyatDiterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberrydalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More

Tiga Hari

Masa kecil sudah lama lewat Masa muda telah berlalu Usia senja tengah menjelang Dunia ini, segera lah lewati. Izin tinggal tiga hari, tak lebih itulah masa berkunjung; Wahai tamu, waktumu telah habis, silakan lanjutkan perjalanan. Sumber: A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Mengapa Sedemikian Betah

Mengapa Sedemikian Betah

foto dari wallpapersden Sang Kekasih menatapkupenuh sayang, dan berkata,"bisakah kau hidup tanpa Aku?"Kujawab tegas,"tanpa-Mu, bagiku bagai ikan tanpa air.""Jika begitu," Ia bertanya,"mengapa sedemikian betahkau tinggal di padang kering ini?" Sumber:Rumi: Rubaiyat #334Terjemahan ke Bahasa Inggris olehJonathan Star dan Shahram Shiva,dalam A Garden Beyond Paradise,Bantam Books, 1992.
Read More
Rintihan Tawanan Dunia

Rintihan Tawanan Dunia

    Dari Candi Kedaton di Muaro Jambi, 8 Juli 2023 Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;   [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.  [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagiaku kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai qalb: mengingat…
Read More

Menanam Jewawut, Berharap Gandum

Kau kerjakan hal-hal buruk tapi berharap ganjaran yang baik. Amal buruk pantas diganjar dengan balasan yang buruk. Rabb itu merahmati dan sangat baik hati, tapi sungguhpun begitu Jika kau tanam jewawut, takkan tumbuh gandum. (Rumi: Rubaiyat, F#1798) Penerjemah ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand Penerjemah ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More

Keledaimu Tertidur

Foto, dari pixabay Sedemikian terserap kau pada kehidupan,yang tak berlangsung melainkan hanya sehari.Sehingga kau tak berkenan dengarpembicaraan tentang kematian.Kehidupan selalu ingin kembali ke rumahnya,dan rumahnya itu bernama kematian.Tetapi keledaimu jatuh tertidur di tengah jalan. Sumber:Rumi: Rubaiyat F #223Diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Zara Housmand.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More
Mari Kita Berangkat

Mari Kita Berangkat

calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-ahmed-hilmi-ink-and-watercolour-on-paper-ottoman-turkey-1913.jpg Wahai para pencinta, bangkitlah!               [1] Saatnya kita terbang ke langit, cukup sudah kita tinggal di alam ini, saatnya bertolak ke sana.   Sungguhpun indah sangat kedua taman ini,                               [2] kita lewati saja, menuju ke Sang Tukang Kebun.   Mari teguhkan ruku kita ke arah Laut,          [3] layaknya arus deras, mari kita tunggang gelombang, melaju di permukaan sang Laut.   Mari kita berangkat, dari pemukiman penuh kesedihan ini,            [4] menuju…
Read More