Rayakanlah

Ramadhan telah tiba: Rayakanlah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa, Dialah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan. Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan. Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim, aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah tersimpan di dalam puasa. Sungguh terdapat padanya kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan selain rembulan yang ini. Ia tersembunyi di dalam tenda puasa bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak mendapatkan panen puasa bulan ini, carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang…
Read More
Tongkat Musa

Tongkat Musa

di kebun sayur, Cibodas, Lembang, awal April 2015. Pernah kuberada di taman-Mu,di bawah pohon,yang kabulkan semua keinginan.Sepenuh diriku terbakar,sehingga kumenari tanpa musik.Kini aku sesosok bayangan,kumenari seiring cahaya Matahari:kadang kuberbaring di tanah,kadang kuberdiri-terbalik, di atas kepalaku;kadang aku memanjang,kadang aku memendek.Bagai gerakan cahaya dan bayangan,melintas permukaan bumi,kujelajahi zaman.Akulah pangeran Mesir,dan pemandu Bangsa Israil.Bagi para ulama,akulah sang Pembawa Sabda.Terkadang aku jadi Kalam.Terkadang aku jadi tongkat di tangan Musa.Terkadang aku jadi naga,membelah jalanku menerobos gurun.Jangan pernah cari Cinta,dengan bersandar pada tongkat-kayu fikiran;guna tongkat-kayu itu,hanya untuk memandu jalan orang buta.Yang kudamba hanyalah isyarat-Mu:satu anggukan dari-Mu,maka jiwaku kan bebas.Tidaklah dari sini kuberasal,aku pengelana yang singgah sejenak.Tersaruk berjalan,buta,…
Read More
Matilah Sebelum Engkau Mati

Matilah Sebelum Engkau Mati

Nurul belajar pegang bayi Sri, Juni 2011 [Mengenai sabda Rasulullah saw, ‘Matilah sebelumengkau mati:’ “Wahai sahabat, matilah sebelumengkau mati, jika yang paling engkau kehendakiadalah hidup; karena dengan mati seperti itu Idris a.s.menjadi seorang penghuni al-Jannah terlebih dahuludaripada kita semua."] Engkau telah banyak menderita, tetapi engkau masih tetap terhijab, karena kematian itu suatu pokok yang mendasar, dan engkau belum mencapainya. Deritamu takkan berakhir sampai engkau mati: engkau tidak dapat menjangkau atap tanpa menyelesaikan tangga panjatan. Walau hanya tersisa dua buah, dari seratus anak-tangga, sang pemanjat yang telah keras berjuang, tetap saja terhalang dari menjejakkan kaki di atas atap. Walau tambang hanya kurang satu dari seratus depa, bagaimanakah…
Read More
Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Gerbang ar-Rahmah, Maret 2024 Laut takkan membiarkan penghuninya mentas,tak pula membiarkan penghuni daratanmasuk ke dalamnya.Air adalah rumah bagi ikan,binatang berbobot menapaki muka bumi:Tak ada siasat atau kiat bisa mengubahpengaturan ini.Ketetapan Ilahiah mengunci begitu kuatnya,dan satu-satunya pembuka adalah Rabb:Melekatlah kepada penyerahan-diri dan ketundukanterhadap kehendak Rabb.Walaupun anak-kunci dibentuk dengan benar,atom demi atomnya, tiada kunci yang bisa dibukakecuali oleh Rahmat Ilahiah.Ketika kau lupakan akal-akalanmu sendiri,kebahagian akan datang padamudari terpandunya engkau.Ketika engkau lupakan dirimu sendiri,engkau akan diingat oleh-Nya.Ketika engkau telah menjadi budak-Nya,barulah engkau merdeka. Sumber: Rumi: Matsnavi III 3071 - 3076.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More