Mencari Bekal Perjalanan ke Pertemuan 2 Lautan

foto: mikhail nilov dari pexels Engkau menyimpan seorang Khiḍr di tengah-tengah dadamu —berada di antara air kehidupandan padang rumput yang menghijau.Khiḍr sendiripun kan jeda menjaga air kehidupan itu —seandainya diciumnya wangi dari apa yang kau simpan dalam dirimu.Engkau bagaikan ruh di dalam bahtera Nuh —engkau adalah musim semi di taman jiwa-jiwa.Andai genderang keberadaan seluruhnya hancur —dari kedalaman ketersembunyian ketiadaan,kau kan tetap mengangkat panji pengetahuan.Andai keempat unsur alam ini terbakar habis —tak mengapa;engkau adalah jiwa dari keempatnya.Kadang ia mengikat, kadang ia membebaskan —wahai engkau yang memperumit segala urusan,apakah sesungguhnya yang sedang kaukerjakan?Ia adalah pohon cemara yang menjulang tinggi,sementara engkau hanyalah bayangannya…
Read More

Menuju ke Pertemuan 2 Lautan

foto oleh mikhail nilov dari pexels "Rahasia pencarian Musa atas Khiḍr — meskipun sempurna dia dalam kenabian dan kedekatannya kepada Allah."Seperti penderita busung yang takkan pernah kenyang oleh air — demi Allah, janganlah kau berhenti dimana pun yang telah kaucapai dalam perjalanan ruhaniahmuHadirat Ilahiah ini adalah hamparan tanpa batas.Tinggalkanlah tempat terhormat yang telah kau raih —sebab Jalan itu sendiri adalah kehormatanmu.Belajarlah dari Kalīmullāh, wahai pencari —simaklah apa yang diucapkan sang Kalīm dalam api kerinduannya:"Dengan kedudukan dan kenabian setinggi yang kupunya —aku tetaplah seorang pencari Khiḍr, tanpa memandang kedudukanku."Kaumnya berkata kepadanya:"Engkau telah meninggalkan kaummu —engkau mengembara dalam kegelisahandemi mencari seorang yang terpilih itu.""Engkau adalah…
Read More
Air Kehidupan

Air Kehidupan

Foto oleh Mohamed Nohassi on Unsplash Semua hal,terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,walaupun tampak manis bagai gula,sebenarnya membuat jiwa menderita.Apakah itu penderitaan jiwa?Menyongsong kematian seraya tidak menggenggamAir Kehidupan. [1]Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua matamereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur, sang malamlah yang akan meninggalkanmu.Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.Tapi bagaimana…
Read More
Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More