Air Kehidupan

Air Kehidupan

Foto oleh Mohamed Nohassi on Unsplash Semua hal,terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,walaupun tampak manis bagai gula,sebenarnya membuat jiwa menderita.Apakah itu penderitaan jiwa?Menyongsong kematian seraya tidak menggenggamAir Kehidupan. [1]Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua matamereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur, sang malamlah yang akan meninggalkanmu.Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.Tapi bagaimana…
Read More
Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More