
Ketika kau temui wajah kemarahan, lihatlah ke baliknya, dan akan kau dapati wajah bangga-diri. Injaklah marah dan bangga-diri, jadikan mereka anak-tangga, dan panjatlah, naik. Takkan pernah kau temui kedamaian, sampai engkau menjadi tuan mereka. Tanggalkan kemarahan: rasanya manis, tapi mematikan. Jangan mau jadi korbannya, kau perlukan kerendahan-hati untuk memanjat ke arah kemerdekaan.
Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal no 2197
Terjemahan ke Bahasa Inggris
oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi
dalam Rumi: Hidden Music,
HarperCollins Publishers Ltd, 2001