Mencari Bekal Perjalanan ke Pertemuan 2 Lautan

foto: mikhail nilov dari pexels Engkau menyimpan seorang Khiḍr di tengah-tengah dadamu —berada di antara air kehidupandan padang rumput yang menghijau.Khiḍr sendiripun kan jeda menjaga air kehidupan itu —seandainya diciumnya wangi dari apa yang kau simpan dalam dirimu.Engkau bagaikan ruh di dalam bahtera Nuh —engkau adalah musim semi di taman jiwa-jiwa.Andai genderang keberadaan seluruhnya hancur —dari kedalaman ketersembunyian ketiadaan,kau kan tetap mengangkat panji pengetahuan.Andai keempat unsur alam ini terbakar habis —tak mengapa;engkau adalah jiwa dari keempatnya.Kadang ia mengikat, kadang ia membebaskan —wahai engkau yang memperumit segala urusan,apakah sesungguhnya yang sedang kaukerjakan?Ia adalah pohon cemara yang menjulang tinggi,sementara engkau hanyalah bayangannya…
Read More
Musuhku Diriku Sendiri

Musuhku Diriku Sendiri

difoto Harnaka Harno, di GeoPark Ciletuh, Februari, 2016 Bukanlah aku, seperti seekor singa perkasa,mampu tundukkan musuh-musuhku.Jika kudapattundukkan diriku sendiri,cukuplah itu bagiku.Sungguhpun aku,serendah-hitam tanah,karena yang kurawatadalah sebutir bibitbernama Cinta,kan kutumbuh-kembangkanbunga lily putih di padang rumput.Ketika aku dalam gelap gulitamerintihkan perpisahan,selalu kuyakinaku akan menembus,menebarkan cahaya,di tengah gelapnya malam.Ada api bernyala dalam diriku,walau ragaku pucat dan lusuh.Karena aku akan membubung naik,bagai asap,keluar menembus penjaraku.Aku seorang anak kecil,guruku adalah Cinta,tentu guruku takkan biarkankutumbuh jadi seorang bodoh. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 1523.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nader Khalili,dalam Rumi: Fountain of Fire,Burning Gate Press, 1994. 
Read More

Sebuah Damba

Pada sebuah malam yang sejuk dan berangin di atas Masjid Nabawi,Februari, 2024 Telah beratus kali aku mati,wahai Kekasih;keharuman-Mu membuatkuselalu bangkit kembali.Telah beratus kali aku kehilangan jiwa,tapi suara-Mu selalu mengembalikanya.Perjanjian diantara kitadi saat yang mendebarkan itu:Kau tetap bersetia,sementara telah beratus kali aku ingkar,tertipu aku oleh hasratku sendiri,ingin meraih-Mu semauku.Bilakah kudapat memandang-Mu kembali,seraya mempersembahan hatikubagi cinta-Mu?Engkau bagai matahari,menyala di hati para Insan Sejati;membuat hatiku berpendar,bagaikan rembulan,berputar berkeliling di langit nan biru. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1689.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh RAJ Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Lepaskanlah Beban

di Masjid SGD, Kasepuhan, Cirebon, Desember, 2025 Lepaskanlah beban kehidupan ini,agar dapat kukunjungitaman kaum yang shaleh.Lalu, bagai ashabul-kahfi,kutelusuri jalan penuh karuniaketika tak lagi kuterjaga,bukan pula kutertidur.Ku kan berbaring ke sebelah kanan,atau ke sebelah kiri;tak akan aku berguling bagai bola,kecuali tak sengaja.Seperti itulah, wahai Al-Hakim,Engkau membolak-balikkan akukadang ke kanan, kadang ke kiri. [1]Ratusan ribu tahun aku melayangkesana-kemari, bak debu di udara. [2]Telah kulupakan keadaan saat itu,tapi ketika jiwaku tengah lebur,dibawa aku kembali ke sana,dan perlahan ingatanku pulih.Setiap malam kudamba kemerdekaandari salib bercabang empat ini, [3]dan melesat dari wadah sementara yang sesak ini,menuju padang ruhaniah nan lapang.Bersama sang juru-rawatku: tidur yang lebur,kuhirup…
Read More
Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Jadilah Tuan Mereka

Jadilah Tuan Mereka

di Surabaya, Desember, 2024 Ketika kau temui wajah kemarahan,lihatlah ke baliknya,dan akan kau dapati wajah bangga-diri.Injaklah marah dan bangga-diri,jadikan mereka anak-tangga,dan panjatlah, naik.Takkan pernah kau temui kedamaian, sampai engkau menjadi tuan mereka.Tanggalkan kemarahan:rasanya manis,tapi mematikan.Jangan mau jadi korbannya,kau perlukan kerendahan-hatiuntuk memanjat ke arah kemerdekaan. Sumber:  Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal no 2197Terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafidalam Rumi: Hidden Music, HarperCollins Publishers Ltd, 2001
Read More
Tentang Ketertarikan

Tentang Ketertarikan

Menyembah Sapi Emas, lukisan Esteban March, sekitar 1650 Musa kalimullah as, menegur seseorang; yang sedang mabuk kepayang menyembah anak-sapi emas: “Kemana perginya keraguanmu? Biasanya engkau sangat kritis padaku. Laut Merah membelah. Manna dan salwa turun setiap hari, di gurun liar, selama 40 tahun. Sebuah mata-air memancar dari batu. Kau telah saksikan sendiri semua itu, tapi tetap kau tolak adanya kenabian. Lalu Samiri, si tukang sihir, melakukan satu tipuan yang membuat anak-sapi emas menguak, dan segera engkau membungkuk! Apa yang patung hampa itu perdengarkan? Apakah kau tangkap gema dari kehampaanmu sendiri?” Begitulah ketertarikan berlangsung: orang yang tak-kenal nilai terpesona pada hal…
Read More
Jebakan dengan Umpan Hasratmu Sendiri

Jebakan dengan Umpan Hasratmu Sendiri

di Pantai Madasari, Juli 2023 Mengikuti hasratmu sendiri artinya melarikan diri dari Tuhan, dan menumpahkan darah ruhaniah di hadirat Keadilan-Nya. Dunia ini sebuah jebakan dan hasratmu itu umpannya; hindari jebakan, hadapkanlah wajahmu kepada-Nya. Jika kau ikuti Jalan, ratusan keberkahan bersamamu; sedangkah jika kau menuju arah sebaliknya, buruk nasibmu. Karenanya, sang Nabi berkata, "dengarkan nuranimu walaupun para ahli agama menasehatimu untuk urusan duniamu." Tanggalkan hasratmu, agar terungkap Rahmat-Nya. Dari pengalamanmu sendiri jelaslah bahwa semua kebaikan menuntut pengorbanan. Karena kau tak mungkin menghindar dari dunia, jadilah hamba-Nya; dan keluarlah dari penjara-Nya menuju taman-Nya. Ketika terus kau awasi pikiran dan tindakanmu, akan selalu…
Read More
Musuhmu yang Sebenarnya

Musuhmu yang Sebenarnya

domba siap dikurbankan Tahukah engkau siapa musuhmu yang sebenarnya?Mereka yang dibuat dari api adalah musuhdari yang dibuat dari tanah. [1]Api adalah musuh dari air dan keturunannya;demikian pula air adalah musuh bagi nyalanya api.Jelasnya, api disini adalah api hawa-nafsu, yang disitu terletak akar dari dosa dan kesalahan.Api kasat-mata dapat engkau padamkan dengan siraman air, sementara berkobarnya api hawa-nafsu dapat membawamu ke Neraka.Api hawa-nafsu tak dapat diredakan dengan air, karena dia memiliki ciri Neraka, yaitu tak-pernah-puas menyiksa.Apakah obat bagi api hawa-nafsu?Cahaya Agama: cahaya keberserahdirianmu adalah saranauntuk memadamkan api kekufuranmu.Apakah yang memadamkan api ini?Cahaya Allah, jadikanlah cahaya nabi-Nya, Ibrahim a.s. sebagai gurumu. [2]Sehingga…
Read More
Yang Diingkari Janin

Yang Diingkari Janin

Laut terbelah, sebuah gambaran Apabila ada yang mengatakan kepada janin dalam rahim: “Di luar sana ada sebuah dunia yang teratur, Sebuah Bumi yang menyenangkan, penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar; Gunung, lautan dan daratan, kebun buah-buahan yang harum, sawah dan ladang terbentang; Langitnya sangat tinggi dan berbinar, sinar mentari dan cahaya rembulan, serta tak terkira banyaknya bintang; Di arah tenggara dan utara, serta di sebelah barat, terbentang taman-taman yang indah, bagaikan jamuan pesta pernikahan. Keajaibannya tak terlukiskan: mengapa kau tetap tinggal di sini, di dalam kesengsaraan dan kegelapan ini? Mengapa kau terus mereguk darah, dalam penjara sempit yang kotor…
Read More