Beranda – Salin

Mencari Bekal Perjalanan ke Pertemuan 2 Lautan

foto: mikhail nilov dari pexels Engkau menyimpan seorang Khiḍr di tengah-tengah dadamu —berada di antara air kehidupandan padang rumput yang menghijau.Khiḍr sendiripun kan jeda menjaga air kehidupan itu —seandainya diciumnya wangi dari apa yang kau simpan dalam dirimu.Engkau bagaikan ruh di dalam bahtera Nuh —engkau adalah musim semi di taman jiwa-jiwa.Andai genderang keberadaan seluruhnya hancur —dari kedalaman ketersembunyian ketiadaan,kau kan tetap mengangkat panji pengetahuan.Andai keempat unsur alam ini terbakar habis —tak mengapa;engkau adalah jiwa dari keempatnya.Kadang ia mengikat, kadang ia membebaskan —wahai engkau yang memperumit segala urusan,apakah sesungguhnya yang sedang kaukerjakan?Ia adalah pohon cemara yang menjulang tinggi,sementara engkau hanyalah bayangannya…
Read More

Kisah Para Semut

foto: pexels-nikgr-34204278 Seekor semut kecil melihat sebatang pena di atas kertas,lalu menyampaikan rahasia ini kepada semut yang lain.Katanya: "Pena itulah yang membuat gambar-gambar menakjubkan—bagaikan pohon selasih, hamparan bunga bakung, dan mawar."Semut yang lain berkata:"Sang juru-seni adalah jari-jemari,dan pena itu serta apa yang dirangkainya tak lebih dari cabang dan bekas."Semut ketiga berkata:"Ini adalah karya lengan —karena berkat kekuatannyalah jari yang kurus itu mampu melukiskan gambar."Demikianlah perdebatan itu terus naik tingkat demi tingkat,hingga sampailah giliran seorang pemuka semutyang sedikit lebih cerdas dari yang lain.Ia berkata: "Janganlah kalian lihat kecakapan inisebagai berasal dari bentuk jasmani —sebab bentuk itu menjadi tak sadar dalam tidur…
Read More

Menuju ke Pertemuan 2 Lautan

foto oleh mikhail nilov dari pexels "Rahasia pencarian Musa atas Khiḍr — meskipun sempurna dia dalam kenabian dan kedekatannya kepada Allah."Seperti penderita busung yang takkan pernah kenyang oleh air — demi Allah, janganlah kau berhenti dimana pun yang telah kaucapai dalam perjalanan ruhaniahmuHadirat Ilahiah ini adalah hamparan tanpa batas.Tinggalkanlah tempat terhormat yang telah kau raih —sebab Jalan itu sendiri adalah kehormatanmu.Belajarlah dari Kalīmullāh, wahai pencari —simaklah apa yang diucapkan sang Kalīm dalam api kerinduannya:"Dengan kedudukan dan kenabian setinggi yang kupunya —aku tetaplah seorang pencari Khiḍr, tanpa memandang kedudukanku."Kaumnya berkata kepadanya:"Engkau telah meninggalkan kaummu —engkau mengembara dalam kegelisahandemi mencari seorang yang terpilih itu.""Engkau adalah…
Read More
Tingkatkanlah Kehausanmu

Tingkatkanlah Kehausanmu

Siti Maryam menggendong bayi Isa, dari wikipedia Adalah kesakitan luar-biasa Siti Maryam,yang membuat bayi Isa mulai berbicarasejak dari buaian.Apapun yang tumbuh,berkembang bagi kepentingan mereka yang perlu;sehingga sang pencari dapat menemukanapa yang dicarinya.Rabb yang Maha Tinggitelah menciptakan lelangit,agar berbagai keperluan dapat terpenuhi.Dimana ada sakit,kesanalah obat menuju;dimana ada kefakiran,ke situ rezeki mengalir.Ketika muncul pertanyaan sulit,kesitu lah jawaban bergerak;dimana perahu berada,ke situlah air mengalir.Tak perlu air dicari:tingkatkanlah kehausanmu,sampai air memancar dari atas dan bawah dirimu.Ketika sang jabang bayi menangis kehausan,barulah susu memancar dari dada ibunya. Catatan:Didalam kitab al-Hikamnya yang termasyhur, Ibn 'Athailah, mursyid ke 3 Tarekat Syatariah, menyampaikan:"Nyatakanlah sifat-sifat kehambaan-Mu, niscaya Dia akan…
Read More
Ketika Kau tak Memintal

Ketika Kau tak Memintal

Jangan tiru kelakuan laba-laba, [1]memintal jaring dari liur kesedihan.Dengking dan lenguh di dalamnyasegera melapuk.Mengaduhlah hanya pada-Nya,Sang Maha Pemberi.Dan jangan bahas hal itu lagi.Ketika engkau sungguh diam,kau lantunkan sabda-Nya.Ketika engkau tak memintal,Dialah yang akan memintal untukmu. [2] Catatan:[1] "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba..." (QS [29]: 41).[2] "... barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus..." (QS [2]: 256) Sumber:Rumi: Matsnavi, buku dan nomor belum ditemukan.Terjemahan ke Bahasa Inggris…
Read More
Ketika Malam Tiba

Ketika Malam Tiba

matahari tenggelam, Pelabuhan Ratu, Desember 2013 Telah kau dapatkan di dunia inipakaian indah dan kekayaan,tapi ketika kau bertolaktinggalkan dunia ini,bagaimana kiranya keadaanmu?Pelajarilah suatu perniagaanyang akan memberimu ampunan.Di semesta dibalik semesta ini,terdapat pula jual-beli dan perniagaan.Keuntungannya sedemikian rupa:dunia ini bagaikan mainan dibandingkan dengannya.Bagaikan kanak-kanak yang sedang berkhayalberjual-beli di toko kembang-gula,dunia ini sebuah permainan.Ketika malam tiba,si anak pulang ke rumah:lapar,sendirian. Catatan:Karena tak paham akan kedudukan alam-dunia ini sebagai sarana pendidikan 'aql di qalb, maka ketika tiba saatnya beranjak ke alam barzakh, 'aql di qalb seseorang itu masih belum cerdas. Bagaikan kanak-kanak. Sehingga tak siap dengan tantangan di alam barzakh yang jauh lebih…
Read More
Tanpa Cinta

Tanpa Cinta

Foto, makam lama Bunda Khadijah, di Jannatul-Ma'la Tanpa Cintasemua pengabdian terasa bagai beban,semua kegiatan hanya rutinitas,semua bunyi terdengar sumbang.Hujan yang tercurah dari langitboleh jadi, semuanya jatuh di laut;Tanpa Cinta,tak satu butirpun tumbuh menjadi mutiara. Catatan:“Aku adalah Khazanah Tersembunyi. Aku Cinta (hubb) untuk dikenal.Maka Ku-ciptakan makhluk agar Aku dikenali”(begitu kurang lebih artikulasi agak bebas dari sebuah Hadits Qudsi). Landasan dari penciptaan adalah “Cinta.” Hanya dengan anugerah Cinta dari Sang Kekasih, makhluk dapat mencintai-Nya.Tanpa mencintai-Nya tak ada pengenalan. Tanpa pengenalan tak ada pengabdian.Tak ada sikap "rahmaniah" kepada sesama makhluk. Peran sentral Rasulullah saw:“Jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan…
Read More

Menghadapkan Wajah kepada Sang Kekasih

Semua orang sibuk di dunia ini.Ada yang sibuk dengan cintanya pada para wanita, ada yang asyik dengan hartanya, mencari uang, atau belajar--dan semuanya percaya bahwa kemaslahatan dan kebahagiaannya bergantung pada apa yang dicarinya. Dan itu semua juga merupakan rahmat Allah.Ketika seorang manusia mencari sesuatu yang dikira dibutuhkannya, lalu tak ditemukannya, dia akan membelakangi hal itu. Setelah jeda mencari sejenak dia akan berkata: “Kebahagiaan dan rahmat mesti dicari. Mungkin aku masih kurang keras berupaya. Kalau begitu, akan kuusahakan terus.”Ketika dia terus mencari, dan yang dicarinya itu masih juga belum ditemukannya, dia terus berupaya, sampai rahmat itu tersingkap mewujud kepadanya. Barulah disadarinya,…
Read More
Musuhku Diriku Sendiri

Musuhku Diriku Sendiri

difoto Harnaka Harno, di GeoPark Ciletuh, Februari, 2016 Bukanlah aku, seperti seekor singa perkasa,mampu tundukkan musuh-musuhku.Jika kudapattundukkan diriku sendiri,cukuplah itu bagiku.Sungguhpun aku,serendah-hitam tanah,karena yang kurawatadalah sebutir bibitbernama Cinta,kan kutumbuh-kembangkanbunga lily putih di padang rumput.Ketika aku dalam gelap gulitamerintihkan perpisahan,selalu kuyakinaku akan menembus,menebarkan cahaya,di tengah gelapnya malam.Ada api bernyala dalam diriku,walau ragaku pucat dan lusuh.Karena aku akan membubung naik,bagai asap,keluar menembus penjaraku.Aku seorang anak kecil,guruku adalah Cinta,tentu guruku takkan biarkankutumbuh jadi seorang bodoh. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 1523.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nader Khalili,dalam Rumi: Fountain of Fire,Burning Gate Press, 1994. 
Read More
Cinta yang Menghidupkan

Cinta yang Menghidupkan

Rammang-rammang, Juli 2018 Cinta pada yang mati takkan abadi,karena yang mati takkan kembali.Tetapi cinta pada yang hidupdi setiap saatnya lebih segar, daripada sekuntum bunga:baik bagi mata batiniahmaupun mata lahiriah.Pilihlah cinta dari Yang Maha Hidup,yang Abadi, yang memberimu khamr: [1]yang meningkatkan kehidupanmu.Pilihlah cinta dari-Nya;dari cinta-Nyalah, semua nabi memperoleh kekuatan dan kemenangan.Jangan kau katakan,"Sang Raja tak mampu kita jangkau."Berurusan dengan yang Maha Pemurahsama sekali tidak sulit. Catatan:[1] Maksudnya, "anggur ruhaniah," pengetahuan ruhaniah yang menghidupkan qalb seorang pencari, dan membuat inderanya ragawinya fana' lalu membuat indera qalb-nya hidup. Sumber:Rumi: Matsnavi I:  217 - 221Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Pertama kali…
Read More