Uncategorized

Jadilah Tuan Mereka

Jadilah Tuan Mereka

putri sulungku, saat masih bocah, 2012 Ketika kau temui wajah kemarahan, lihatlah ke baliknya, dan akan kau dapati wajah bangga-diri. Injaklah marah dan bangga-diri, jadikan mereka anak-tangga, dan panjatlah, naik. Takkan pernah kau temui kedamaian, sampai engkau menjadi tuan mereka. Tanggalkan kemarahan: rasanya manis, tapi mematikan. Jangan mau jadi korbannya, kau perlukan kerendahan-hati untuk memanjat ke arah kemerdekaan. Sumber:  Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal no 2197Terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafidalam Rumi: Hidden Music, HarperCollins Publishers Ltd, 2001
Read More

Untuk Dicicipi

Sleeps like a baby, Parabon-BDG 2 Okt 2010 Wahai pencari,jangan bersedih jika Yang Tercinta mengusirmu;jika hari ini engkau diusir, itu hanya agar esok Dia memanggilmu.Jika dia menutup pintu untukmu,jangan pergi, bersabarlah sebentar;karena sabarmu itu akan ditaruh-Nya engkaupada tempat terhormat,di sisi-Nya. Jika Dia menutup bagimu semua jalan dan lintasan,janganlah berputus-asa,akan diperlihatkan-Nya untukmu suatu jalan rahasia,yang tak diketahui orang lain.Perhatikanlah tukang jagal,yang memotong kepala domba dengan pisaunya,tidaklah lalu dia meninggalkan sembelihannya.Ketika tiada lagi nafas pada domba yang disembelih,keahlian selanjutnya dari sang penjagalbagaikan nafas baru, yang menghidupkan kembalibinatang itu.Bayangkan, kehidupan seperti apayang diberikan hembusan-Nya.Itu tadi hanya suatu perbandingan:kemurahan-Nya takkan membunuh satu orangpun,sebaliknya, itu…
Read More
Pencinta tanpa Air-mata

Pencinta tanpa Air-mata

Bogor, 13 Juli 2011 Orang yang tak memiliki Kekasih Tercinta bagaikan manusia tanpa kepala. Orang yang kabur dari penjara Cinta bagaikan seekor burung tanpa sayap. Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang, yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia? Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang tanpa tameng pelindung. Orang yang tak bisa melihat kedalam dirinya sendiri bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian. Orang yang tak bisa membuka pintu qalb-nya sendiri, bagaikan pencinta tanpa air-mata. Dialah yang menempatkan sebuah pintu di tengah Jalan ini. Hanya yang menaruh pintu itu yang dapat membukanya. Mereka bilang, "bangun, bangun, fajar…
Read More
Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-Ahmed-Hilmi-IOttoman-Turkey-1913 Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb-mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal-mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih…
Read More
Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Smaug sang naga, The Hobbit, dari wallpaperflare.com Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala: berhala jasmaniah itu bagaikan ular, sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga. Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu untuk menghasilkan api: berhala jasmaniah itu nyala-api, yang akan padam jika disiram air. Tetapi tidaklah mungkin menundukkan besi dan batu dengan air. Bagaimana insan yang sadar akan keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman? Jika berhala jasmaniah itu bagaikan air-hitam di dalam kendi; hawa-nafsu itu adalah pancuran yang mengeluarkan air-hitam. Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air-hitam; hawa-nafsu penghasil-berhala itu bagaikan mata-air yang penuh. Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi, tapi…
Read More
Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Engkau niatkan menempuh seratus perjalanan: Dia menarikmu ke tempat lain. Ditariknya tali-kekang kuda ke berbagai arah agar kuda yang belum terlatih menyadari kehadiran penunggang. Kuda yang terlatih pesat larinya, karena dia tahu ada penunggang di atas punggungnya. Dia paterikan kepada hatimu seratus niat bulat; lalu Dia mengecewakanmu; lalu Dia meremukkan hatimu. Jika hanya sekali sayapmu dihancurkan, kehadiran Sang Penghancur sayap hanya sayup-sayup engkau tengarai. Tetapi karena Dia secara teratur memutuskan jaring-jaring rencanamu, maka tata-aturan Rabb bagimu akan jelas terbukti. Dalam berbagai peristiwa, terkadang keinginan dan tujuanmu tercapai. Agar melalui harapan tercapainya tujuanmu, hatimu dapat membangun sebuah niat; sehingga lalu Dia…
Read More
Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

refleksi laut, matahari oleh voshod-plyazh-oblaka-zerkalo Sang hamba kecintaan makhluk, yang dulu disanjung-puji dunia, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karena dia memakai baju pinjaman, dan lalu bersikap seolah memilikinya. Kami mengambilnya kembali, agar dia menjadi yakin, bahwa semua khazanah itu milik Kami, dan mereka yang cantik-molek itu hanyalah para peminjam; sehingga dia paham bahwa jubah-wujud itu hanyalah sebuah pinjaman, seberkas cahaya dari Matahari Wujud. Semua keindahan, kuasa, kebajikan dan kesempurnaan yang hadir ditempat ini bersumber dari Matahari Kesempurnaan. Berkas-berkas cahaya Sang Matahari itu, kini kembali pulang, bagaikan berputarnya bintang-bintang, meninggalkan dinding-dinding ragawi ini. Ketika cahaya matahari telah surut, semua…
Read More
Rintihan Seruling Bambu

Rintihan Seruling Bambu

berjajar bambu di depan Bale Ihya al-Ghazali, Mandalasari,Desember 2013 Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber…
Read More
Lenyapnya Bayangan

Lenyapnya Bayangan

Demikian lah keadaan sang pencari yang mendambakan Hadirat Rabb-nya. Ketika Rabb tampil, sang hamba sirna. Walaupun penyatuaan dengan Rabb itu keabadiaan di atas keabadian, tapi pertama-tama itu berarti matinya sang hamba dari dirinya sendiri. Bayangan yang mencari Cahaya lenyap, ketika Cahaya-Nya tampil. Bagaimana akal akan bertahan ketika Dia memerintahkannya pergi? Semuanya sirna kecuali wajah-Nya. [1] Dihadapan wajah-Nya, musnah semua wujud dan ketiadaan: sungguh mencengangkan wujud di dalam ketiadaan. Pada hadirat ini, semua akal lenyap: ketika pena mencapai titik ini, patahlah ia. Catatan:[1]  Lihat QS al-Qashash [28]: 88. Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4658 - 4663Dari terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Camille dan Kabir Helminski;berdasarkan terjemahan…
Read More
Tentang Ketertarikan

Tentang Ketertarikan

Menyembah Sapi Emas, lukisan Esteban March, sekitar 1650 Musa kalimullah as, menegur seseorang; yang sedang mabuk kepayang menyembah anak-sapi emas: “Kemana perginya keraguanmu? Biasanya engkau sangat kritis padaku. Laut Merah membelah. Manna dan salwa turun setiap hari, di gurun liar, selama 40 tahun. Sebuah mata-air memancar dari batu. Kau telah saksikan sendiri semua itu, tapi tetap kau tolak adanya kenabian. Lalu Samiri, si tukang sihir, melakukan satu tipuan yang membuat anak-sapi emas menguak, dan segera engkau membungkuk! Apa yang patung hampa itu perdengarkan? Apakah kau tangkap gema dari kehampaanmu sendiri?” Begitulah ketertarikan berlangsung: orang yang tak-kenal nilai terpesona pada hal…
Read More