Mempercantik Kuburan

dari sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Ciamis, September, 2019 Jangan berlebihan usahamu,hanya sekedar untuk urusan duniawi.Jangan terlibat amalyang tak mensucikan.Jika tak kau perhatikan,pada akhir hari, kau kan beranjak saat kaubelum lagi tuntas:urusan akhiratimu berantakan;kau bagaikan roti yang belum dipanggang.Mempercantik kuburan itutak dilakukan dengan memakaikayu, batu atau semen.Sama sekali tidak!Tapi dengan menggali dalam-dalamkuburmu dalam kemurnian ruhaniah,lalu mengubur keakuanmudalam Kehendak-Nya;Dan dengan menjadi debu-Nya,terkubur dalam cinta kepada-Nya;sehingga dengan hembusan-Nya,kau kan disempurnakan. Sumber:Rumi:  Matsnavi  III: 128 - 32Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir HelminskiTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Rumah yang Sempit dan Gelap

Rumah yang Sempit dan Gelap

di sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Kawali, September 2021 Seorang anak menangis,    di samping keranda ayahnya, seraya merintih:  "Mengapakah mereka masukkan engkau   ke dalam rumah yang begitu sempit,   begitu dingin dan gelap,   tak ada karpetnya, tak ada pintunya,   tak ada pula jalan keluarnya! Tak ada semerbak harum masakan,   tak ada tetangga yang ramah;   mengapa mereka masukkan engkau   ke tempat yang demikian sunyi?" Seorang anak yang lain      mendengar rintihan  itu,    dan bertanya kepada ayahnya:   "Ayah, apakah mereka membawa mayat itu   ke rumah kita?" "Sungguh dungu pertanyaanmu,"   jawab ayahnya dengan kesal.    "Tapi,  Ayah," anak itu melanjutkan,   "apa yang…
Read More
Ketika Diusung Kerandaku

Ketika Diusung Kerandaku

Mandalasari Ketika diusung kerandaku di hari kematian, janganlah menyangka hatiku berada di alam-dunia ini. Janganlah menangisiku, dan menjerit, "kemalangan, kemalangan!" Bisa-jadi malah engkau terjatuh kedalam jebakan syaithan: itu baru kemalangan. Ketika engkau lihat jenazahku, janganlah engkau berseru, "perpisahan, perpisahan!" Pertemuan dan penyatuan adalah milikku saat itu. Ketika engkau masukkan aku ke liang lahat, janganlah engkau ucapkan, "selamat tinggal, selamat tinggal!" Karena kubur bagiku hanyalah selembar hijab, yang menyembunyikan pelukan al-Jannah. Setelah diturunkan ke lubang, tataplah kebangkitan; Tidaklah ditenggelamkan itu menyakiti matahari dan rembulan. Tampak bagimu ia tenggelam, padahal itu suatu kebangkitan: Bagimu kubur adalah penjara, padahal itu pembebasan jiwa. Bukankah…
Read More