Rubaiyat berupa puisi 4 baris yang mengungkap pemujaan, kerinduan, dan ketakjuban yang sangat personal dari seorang pencari kepada Rabb-nya.
Di sini, terasa sekali gelora kedalaman cinta Sang Mawlana yang selalu ingin bersama dengan Sang Kekasih Sejati.
Penerjemahan Rubaiyat ini merupakan sebuah upaya sederhana untuk mensyukuri serta belajar mengapresiasi penghormatan dan kecintaan mendalam seorang pejalan kelas Waliyullah. Dari seseorang yang telah ditarik mendekat kepada-Nya, bertebaran nilai ajar yang berguna bagi setiap pencari zaman kini dan mendatang.
Diterjemahkan dengan longgar, sering kali hasilnya bahkan tidak menjadi 4 baris. Identitas diawali dengan "F" mengikuti rintisan Furuzanfar diikuti oleh nomor.
Sejumput pilihan dari Rubaiyat yang telah diterjemahkan: