Sang Guru

Berlindung pada Kesucian

Berlindung pada Kesucian

Masjid Menara Kudus, 2025 Jangan bawa pedang kayu ke medan perang.Berupayalah mencari pedang baja;lalu majulah dengan gembira.Perlindungan seorang sucibagaikan pedang al-Haqq:waktu yang kau curahkan bersamanyasetara nilainya dengan secangkir air kehidupan.Semua orang bijak sepakat:seorang yang 'arif billahadalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya.Kebersamaan dengan seorang sucimembuatmu bagaikan seperti dirinya.Walau kau sebelumnya bagaikan batuatau granit,kau akan menjadi bagai sebutir permata,saat kau menemukan seorang pemilik qalb.Tanamkanlah kecintaaan kepada orang sucidalam-dalam di dalam jiwamu;jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun,tetapi cintailah mereka,yang qalb-nya membawa berita gembira.Janganlah kau hampiri keputus-asaan,dekaplah harapan.Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan,matahari ruhaniah itu sungguh ada.Aspirasi hatimu akan memandumuke arah seorang pemilik qalb,sementara syahwatmu…
Read More
Ketika Rasa Sakit Tiba

Ketika Rasa Sakit Tiba

Rasa sakit akan timbul ketika dengan sadar diri dicermati: rasa sakit itulah yang akan mengeluarkan seseorang dari hijab bangga-diri. Tanpa sang ibu dikuasai rasa-sakit yang sangat, ketika melahirkan, bayi tidak akan menemukan jalan lahir. Amanah dari Sang Pencipta tersimpan dalam qalb; [1] qalb lah yang mengandungnya: sementara nasehat dari para nabi dan rasul itu bagaikan bidan. Bisa saja bidan membujuk sang ibu bahwa sakit melahirkan itu tidak seberapa; tapi rasa sakit itu tetap perlu. Sakit itulah yang memberi jalan kelahiran bagi sang bayi. Yang tak punya rasa sakit itu adalah seorang penyamun, karena tanpa rasa sakit itu sama dengan mengatakan:…
Read More
Tertidur dan Tengah Bermimpi

Tertidur dan Tengah Bermimpi

di atas Selat Makassar, hs, 2012 Seseorang yang lama tinggal di sebuah kota, tertidur; dan di dalam tidurnya melihat kota lain, yang penuh kebaikan dan keburukan; hingga kotanya semula hilang dari ingatannya. Seharusnya, dia berkata pada dirinya sendiri, seperti ini: "Ini adalah kota yang baru, aku adalah seorang asing di sini;" Sebaliknya, dia membayangkan selalu tinggal di kota baru itu, dilahirkan dan dibesarkan di situ. Apakah mengherankan, jika kemudian jiwa tak ingat lagi akan kampung-halamannya dan tanah kelahirannya? Karena alam-dunia ini, bagaikan tidur, menyelimuti jiwa kita, bagaikan awan menyelimuti bintang. Apalagi saat ia melangkahkan kaki ke berbagai kota dan debu yang menutupi matanya, belum…
Read More
Air Kehidupan

Air Kehidupan

Foto oleh Mohamed Nohassi on Unsplash Semua hal,terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,walaupun tampak manis bagai gula,sebenarnya membuat jiwa menderita.Apakah itu penderitaan jiwa?Menyongsong kematian seraya tidak menggenggamAir Kehidupan. [1]Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua matamereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur, sang malamlah yang akan meninggalkanmu.Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.Tapi bagaimana…
Read More
Anak Panah dari Busur yang Lebih Besar

Anak Panah dari Busur yang Lebih Besar

Foto: pertama kali si bayi ke rumah Aki, di Kadungora, 13 Agustus 2010 Aku seorang pencinta,dan dari cinta-Nya,aku tak menghindar. Aku seorang ksatria,dan dari medan perang,aku tak menghindar. Layaknya seekor singa,kuserang para singa lain.Tapi bagai seekor rubah,dari jepitan kepungan,aku tak menghindar. Walaupun lengkung lelangit tujuanku,dari jebakan alam-dunia,aku tak menghindar. Walaupun aku ini obat bagi bermacam penyakit,tapi dari rasa-sakit orang lain,aku tak menghindar. Kuikuti para nabi dengan seluruh jiwaku,tapi dari rekan yang jahat,aku tak menghindar. Aku hidup dalam wadah kecil,bernama kehidupanku ini;aku masih tinggal disini, karena jiwaku tak menghindar. Satu-satunya sebab diterpanya akuoleh anak-panah lirikan-Nya, adalah karena dari anak-panahyang berasal dari busur yang…
Read More

Ikutilah

Matahari tenggelam di Pantai Garut Selatan, 2024 Ikutilah orang yang tak minta balasan.Yang tak ingin bertambah kaya, atau takut rugi.Yang sedikit pun tak berminat, bahkan untuk menjaga citranya: dia orang merdeka. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F #116Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandDiterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More