Yang Paling Berharga

Yang Paling Berharga

foto: "alone with The Alone" Ada sebuah kesendirian yang lebih berharga daripada kehidupan. Ada sebuah kemerdekaan yang lebih berharga daripada alam dunia. Dan ada yang tak ternilai harganya dibandingkan kehidupan dan alam dunia, Yaitu saat seorang insan hanya bersama dengan Tuhannya. Sumber:Rumi: Rubaiyat  #565Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012.
Read More
Ketika Rasa Sakit Tiba

Ketika Rasa Sakit Tiba

Rasa sakit akan timbul ketika dengan sadar diri dicermati: rasa sakit itulah yang akan mengeluarkan seseorang dari hijab bangga-diri. Tanpa sang ibu dikuasai rasa-sakit yang sangat, ketika melahirkan, bayi tidak akan menemukan jalan lahir. Amanah dari Sang Pencipta tersimpan dalam qalb; [1] qalb lah yang mengandungnya: sementara nasehat dari para nabi dan rasul itu bagaikan bidan. Bisa saja bidan membujuk sang ibu bahwa sakit melahirkan itu tidak seberapa; tapi rasa sakit itu tetap perlu. Sakit itulah yang memberi jalan kelahiran bagi sang bayi. Yang tak punya rasa sakit itu adalah seorang penyamun, karena tanpa rasa sakit itu sama dengan mengatakan:…
Read More

Yang Tampak dan Yang Tersembunyi

Pemandangan dari Mandalasari, lokasi ber-dzikir-maut Dia telah menjadikanyang nisbi eksistensinyatampil berwujud dan agung;Dia telah menjadikanyang lebih nyata eksistensinyatersembunyi bentuknya.Dia telah menghijab Laut,dan membuat ombak tampak;Dia telah menyembunyikan Angin,dan memperlihatkan padamu debu.Debu membubung setinggi menara:tak mungkin ia melayang sendiri.Wahai yang berpandangan tajam,kau lihat debu melayang tinggi;sedangkan anginnya tak kau lihat,tapi kau ketahui adanya dengan akalmu.Kau lihat ombak menggelora kesana-kemari,tanpa Laut, ombak itu takkan bergerak.Kau lihat ombak itu dengan inderamu,dan Laut melalui kesimpulanmu:pemikiran tersembunyi,sedangkan perkataan berwujud.Kita melihat akibat sebagai pengukuhan:mata kita hanya melihat hal yang tak memilikieksistensi sendiri.Mata lahiriah ini hanya melihat secara terbatas,bagaikan dalam keadaan tidur,tak dilihatnya apa pun kecuali fatamorganadan…
Read More
Rabb dan Dunia

Rabb dan Dunia

Photo by CARLOSCRUZ ARTEGRAFIA on Pexels.com Seorang pencari berkata kepada Sang Hakim: "Dia, yang pertolongan-Nya kita mohonkan, tentu mampu membuat perdagangan kita tak pernah rugi. Dia yang yang mengubah api Namrud menjadi mawar dan pepohonan, tentu juga bisa membuat dunia kita ini jadi tanpa-api.  [1] Dia yang memekarkan mawar dari tengah kumpulan duri, tentu mampu mengubah musim dingin ini menjadi musim semi. Dia yang membuat setiap cemara lurus dan bebas tentu kuasa mengubah sedih menjadi gembira. Dia yang membuat ketiadaan menjadi keberadaan: takkan Dia direndahkan, jika ciptaan dibuat-Nya abadi. Dia yang memberi raga suatu ruh, sehingga hiduplah ia; apa ruginya Dia…
Read More
Yang Terluput Darimu

Yang Terluput Darimu

Apa-apa yang terluput darimu, karena suatu penetapan Ilahiah; ketahuilah, itu melepaskan dirimu dari kesulitan. Ketika orang bertanya, "Apa itu Sufisme?" Sang Syaikh menjawab, "Rasa bahagia dalam Qalb ketika kesedihan datang." Anggaplah cobaan yang datang dari-Nya sebagai elang yang membawa sepatu dari sang Nabi, yang akan menyelamatkan dari gigitan ular. Berbahagialah mereka yang hikmahnya tak berdebu atau berkarat. Rabb berfirman, "... jangan berduka-cita atas apa-apa yang terluput darimu...;" [1] bahkan jika serigala datang dan memangsa domba-dombamu. Karena guncangan yang dikirim-Nya mencegah datangnya guncangan yang lebih dahsyat; dan kehilanganmu itu mencegah kehilangan yang lebih besar. Catatan:[1] QS al-Hadid [57]: 23 Sumber: Rumi: Matsnavi III: 3260…
Read More
Engkaulah

Engkaulah

Sejak kumulai berjalan, Engkaulah tujuan, Engkaulah pemandu. Ketika kucari hatiku, Engkaulah yang meremukkannya. Ketika kucari kedamaian, Engkaulah yang mengayomi. Ketika kupergi berjihad, Engkaulah pedangku. Ketika kubelajar lebur, Engkaulah anggur dan manisan. Ketika kudatangi taman itu, Engkaulah sang narsisus memekar. Ketika kusampai ke tambang itu, Engkaulah sang merah delima. Ketika kuselami samudera, Engkaulah mutiara di dasar. Ketika kulintasi gurun, Engkaulah oase. Ketika aku mengangkasa, Engkaulah bintang paling terang. Ketika kutegak dengan berani, Engkaulah perisaiku. Ketika kupingsan kebingungan, Engkaulah wewangian yang menyadarkan. Ketika kuterjun dalam pertempuran, Engkaulah sang panglima pasukan. Ketika kutiba di perjamuan, Engkaulah tuan-rumah, penghibur, sekaligus cangkir. Ketika kumenulis, Engkaulah…
Read More
Pendakian Jiwa

Pendakian Jiwa

Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan, dan muncul sebagai hewan, Aku mati sebagai hewan, dan aku menjadi insan. Mengapa aku mesti takut? Bilakah aku menjadi rendah karena kematian? Namun sekali lagi, aku akan mati sebagai insan, untuk membumbung tinggi bersama para malaikat yang direstui. Bahkan dari tingkat malaikat pun, aku harus mati: segala sesuatu binasa kecuali wajah Tuhan. [1] Jika jiwa malakku telah kukorbankan, aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiran. Wahai, biarkanlah aku tiada! Karena ketiadaan membisikkan nada ke telinga: Sesungguhnya kepadaNya-lah kita kembali. [2] Catatan:[1] QS [28]: 88[2] QS [2]:…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Foto merak dari wallpapercave.com Sekarang saatnya kita bahas merak, unggas yang dua warna bulunya, karena dia berwajah-ganda, senang pamer, haus nama-besar dan kemasyhuran. Hasratnya adalah untuk mendapat pengikut, tak peduli benar atau salah, tak peduli akibat dan nasib pengikutnya. Ia menangkap sembarang pengikut, seperti jebakan, yang tak mengerti apa tujuan tindakannya. Asal tangkap saja, tak berpengetahuan soal manfaat atau mudharat menangkap pengikut. Ia bisa habis-habisan memuji kawan-kawannya, lalu meninggalkan mereka. Seperti itu kebiasaannya sejak dulu, menjebak orang dengan cinta palsu. Wahai, apa yang kau harapkan dari kebiasanmu mencari pengikut dan bergerombol, lalu saling membanggakan dan mementingkan diri? Lihat dan buktikanlah…
Read More
Kisah Elang Sang Raja

Kisah Elang Sang Raja

Elang Ular Bido yang masjh muda, hs, Tanjung Sari, April; 2010 Alkisah, terbanglah seekor elang, meninggalkan istana Raja, sampai dia tersesat ke rumah seorang nenek tua; yang sedang mengaduk tepung, di lantai rumahnya. Si nenek sedang menyiapkan makanan bagi anak-anaknya, ketika dilihatnya elang ningrat yang anggun itu. Segera kaki elang itu diikatnya, dipangkasnya sayapnya, dipotongya cakarnya, dan diberinya jerami untuk makanan. “Pastilah orang salah merawatmu,” katanya, “sayapmu terlalu lebar, dan cakarmu panjang.” “Itulah sebabnya engkau sakit, dan kini aku akan merawatmu.” Ketahuilah sahabat, demikianlah cara orang bodoh memperlakukanmu: orang bodoh sesat jalan. Sang Raja mencari elangnya kesana kemari, sampai akhirnya…
Read More
Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

bunga di halaman tetangga, 2020 Mata kita tak dapat melihat Rabb,Dialah yang menyaksikan kita.Bentuk muncul dari ruh,sebagaimana pembicaraanmuncul dari pemikiran.Kita tak tahu, darimana lautan pemikiran muncul,tapi jika gelombang pemikiran muliadan murni, maka kita tahu lautandarimana mereka muncul,mulia pula adanya.Bentuk-bentuk muncul dari Sabdadan lalu lenyap, surut bagai gelombangkembali ke laut.Demikian pula kita,setiap saat kita mati dan kembali pada-Nya.Tampilan semesta terbarui terus menerus,sementara kepada kita tampaknya sepertitetap sama.Demikianlah, kepada-Nya kita semua dikembalikan. Sumber:Rumi: Matsnavi  I: 1135 - 44Penerjemah ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton…
Read More