Ibrahim

Bersandarlah kepada Rencana-Nya

Wahai sahabat yang berpagi-pagi bangkit,siapakah yang ketika menanti fajar, [1]bertemu kami sedang menari berputarbagaikan atom?Siapakah yang beruntung:yang ketika mencari air ke bibir sungai,malah mendapati bayangan Sang Rembulandi permukaannya? [2]Apakah ada yang bagaikan Ya’qub:ketika rindu harumnya Yusuf,mencium baju gamisnya; [3]malahan menemukan cahaya matanya itu.Atau bagaikan seorang Arab Badui yang haus,menurunkan timba ke dalam sumur,lalu ketika diangkatnya, mendapatkan sosokyang sedemikian indahnya. [4]Atau seperti Musa, ketika melihat api,lalu menembus semak-belukaruntuk mendapatkan manfaat api itu,tiba-tiba menemukan ratusan fajardan matahari terbit. [5]Isa masuk kedalam rumahuntuk menghindari kejaran musuh;tiba-tiba dari rumah itu didapatinyasebuah lorong menuju ke langit. [6]Atau seperti Sulaimanyang membelah seekor ikan,dan dalam perut ikan…
Read More
Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Gambaran Nabi Ibrahim dalam api, Sumber: The Miniatures of the Zubdat Al- TawarikhMFA- The Miniatures of the Zubdat-al-Tawarikh (bilkent.edu.tr) Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainnya Syaithan, sang penghalang jalan menuju kepada-Nya. [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung…
Read More
Musuhmu yang Sebenarnya

Musuhmu yang Sebenarnya

domba siap dikurbankan Tahukah engkau siapa musuhmu yang sebenarnya?Mereka yang dibuat dari api adalah musuhdari yang dibuat dari tanah. [1]Api adalah musuh dari air dan keturunannya;demikian pula air adalah musuh bagi nyalanya api.Jelasnya, api disini adalah api hawa-nafsu, yang disitu terletak akar dari dosa dan kesalahan.Api kasat-mata dapat engkau padamkan dengan siraman air, sementara berkobarnya api hawa-nafsu dapat membawamu ke Neraka.Api hawa-nafsu tak dapat diredakan dengan air, karena dia memiliki ciri Neraka, yaitu tak-pernah-puas menyiksa.Apakah obat bagi api hawa-nafsu?Cahaya Agama: cahaya keberserahdirianmu adalah saranauntuk memadamkan api kekufuranmu.Apakah yang memadamkan api ini?Cahaya Allah, jadikanlah cahaya nabi-Nya, Ibrahim a.s. sebagai gurumu. [2]Sehingga…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Foto merak dari wallpapercave.com Sekarang saatnya kita bahas merak, unggas yang dua warna bulunya, karena dia berwajah-ganda, senang pamer, haus nama-besar dan kemasyhuran. Hasratnya adalah untuk mendapat pengikut, tak peduli benar atau salah, tak peduli akibat dan nasib pengikutnya. Ia menangkap sembarang pengikut, seperti jebakan, yang tak mengerti apa tujuan tindakannya. Asal tangkap saja, tak berpengetahuan soal manfaat atau mudharat menangkap pengikut. Ia bisa habis-habisan memuji kawan-kawannya, lalu meninggalkan mereka. Seperti itu kebiasaannya sejak dulu, menjebak orang dengan cinta palsu. Wahai, apa yang kau harapkan dari kebiasanmu mencari pengikut dan bergerombol, lalu saling membanggakan dan mementingkan diri? Lihat dan buktikanlah…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Bebek di depan rumah Aki, Kadungora, 25 Juni 2018 Mereka yang waspada pendengarannya memperoleh cahaya, sedangkan para pencinta kegelapan itu bagaikan gerombolan tikus. Mereka yang lemah penglihatan bagai kelelawar— bagaimanakah mereka dapat berputar di sekeliling Lingkaran Keyakinan? Perbedaan-pendapat dalam hal cabang-ranting yang rumit adalah rantai-pengikat yang memperbudak tabiat, yang kemudian menjadi gelap-buta kepada Agama yang Haqq. Sepanjang manusia semacam ini, hanya mengandalkan geraman dan gonggongan dari kepandaian-jasmaniahnya sendiri, maka dia tidak dapat membuka mata qalb-nya kepada Sang Matahari. Dia tidak akan membentangkan cabang-cabangnya ke angkasa—seperti yang dilakukan pohon kurma: malahan—bagaikan tikus—dia menggali lubang ke dalam tanah. Manusia semacam ini mempunyai…
Read More

Siapakah Dia?

Ziarah ke Mandalasari yang selalu menyegarkan Siapakah Dia?Yang memenuhi dada dengan kesedihan;lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya,diubahnya kepahitanmu menjadi manis.Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti;sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikansebuah Gudang Mutiara. [1]Kekasih yang Maha Lembut:Engkaulah yang dalam sekejapmengubah keburukan menjadi kebaikan. [2]Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan,digubah-Nya jadi secantik bidadari. [3]Sebuah pemakaman dibuat-Nyamenjadi seindah pesta perkawinan. [4]Dan Dialah yang membuat orangyang mengetahui dan menguasai duniaterbutakan dari saat dia segumpal janindalam rahim ibunya. [5]Dia yang mengubah kegelapan menjadi cahaya,yang mengubah duri menjadi kelopak mawar;Dia mencabut duri dari telapak tanganmudan menyediakan untukmu sebuahpembaringan yang tersusun dari mawar.Bagi Ibrahim, khalil-Nya,…
Read More
Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More