Fir'aun

Apalah Artinya Kelimpahan tanpa Pengemis

Masjid Nabawi, Februari, 2024 Apalah artinya kelimpahan tanpa pengemis?Keramahan tanpa tamu?Jadilah pengemis. Jadilah tamu;Karena kecantikan mencari cermin,Air memanggil pencari yang haus. Putus-asa dan kefakiranadalah ceruk pengikat merah-delima.Kefakiranmu adalah buraqmu,janganlah menjadi peti-mati,yang hanya menunggangpundak orang lain. Bersyukurlah kepada-Nyaakan keterbatasanmu;tanpa itu,boleh jadi engkau bersikap bagaikan Fir'aun.Musa as, merintih dalam do'anya,"Rabbi, inni lima anzalta 'ilayya min khayri fakiir." [1] Jalan Musa as. sepenuhnya tersusun dari putus-asa dan kefakiran,dan itu adalah satu-satunya Jalanmenuju Rabb. Sejak engkau bayi,kapankah keputus-asaanpernah mengecewakanmu? Jalan setapak yang ditempuh Yusuf as.membawanya dibuang kedalam sumur;janganlah menghindar dari papan-catur alam-dunia ini,karena ini adalah permainan-Nya,dan selalu kita yang terkunci-mati. Lapar membuat roti-tawarlebih lezat…
Read More
Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Smaug sang naga, The Hobbit, dari wallpaperflare.com Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala: berhala jasmaniah itu bagaikan ular, sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga. Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu untuk menghasilkan api: berhala jasmaniah itu nyala-api, yang akan padam jika disiram air. Tetapi tidaklah mungkin menundukkan besi dan batu dengan air. Bagaimana insan yang sadar akan keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman? Jika berhala jasmaniah itu bagaikan air-hitam di dalam kendi; hawa-nafsu itu adalah pancuran yang mengeluarkan air-hitam. Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air-hitam; hawa-nafsu penghasil-berhala itu bagaikan mata-air yang penuh. Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi, tapi…
Read More
Kisah Elang Sang Raja

Kisah Elang Sang Raja

Elang Ular Bido yang masjh muda, hs, Tanjung Sari, April; 2010 Alkisah, terbanglah seekor elang, meninggalkan istana Raja, sampai dia tersesat ke rumah seorang nenek tua; yang sedang mengaduk tepung, di lantai rumahnya. Si nenek sedang menyiapkan makanan bagi anak-anaknya, ketika dilihatnya elang ningrat yang anggun itu. Segera kaki elang itu diikatnya, dipangkasnya sayapnya, dipotongya cakarnya, dan diberinya jerami untuk makanan. “Pastilah orang salah merawatmu,” katanya, “sayapmu terlalu lebar, dan cakarmu panjang.” “Itulah sebabnya engkau sakit, dan kini aku akan merawatmu.” Ketahuilah sahabat, demikianlah cara orang bodoh memperlakukanmu: orang bodoh sesat jalan. Sang Raja mencari elangnya kesana kemari, sampai akhirnya…
Read More