Engkaulah

Engkaulah

Sejak kumulai berjalan, Engkaulah tujuan, Engkaulah pemandu. Ketika kucari hatiku, Engkaulah yang meremukkannya. Ketika kucari kedamaian, Engkaulah yang mengayomi. Ketika kupergi berjihad, Engkaulah pedangku. Ketika kubelajar lebur, Engkaulah anggur dan manisan. Ketika kudatangi taman itu, Engkaulah sang narsisus memekar. Ketika kusampai ke tambang itu, Engkaulah sang merah delima. Ketika kuselami samudera, Engkaulah mutiara di dasar. Ketika kulintasi gurun, Engkaulah oase. Ketika aku mengangkasa, Engkaulah bintang paling terang. Ketika kutegak dengan berani, Engkaulah perisaiku. Ketika kupingsan kebingungan, Engkaulah wewangian yang menyadarkan. Ketika kuterjun dalam pertempuran, Engkaulah sang panglima pasukan. Ketika kutiba di perjamuan, Engkaulah tuan-rumah, penghibur, sekaligus cangkir. Ketika kumenulis, Engkaulah…
Read More

Tujuan Tunggal

Kecuali seseorang memerangi dirinya sendiri, jiwanya takkan sungguh-sungguh mati, maka takkan pernah dia kuasai rahasia penyatuan. Maksudnya bukan Tuhan mengejawantah, tapi diri yang mati dari keakuannya. Tujuan pencarian lainnya sangat tidak penting dan jelas seluruhnya tidak benar. Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More