Menyambut Tamu Agung

Menyambut Tamu Agung

foto oleh Meghna.R di Unsplash Tamuku mendadak muncul. Terkejut, hatiku bertanya, "Siapa di situ?" Jiwaku menjawab, "Rembulan yang Agung." Sang Tamu ada di dalam rumah, tetapi kita--seperti kurang waras-- hilir-mudik di jalan-jalan mencarinya. "Aku di sini," terus dia memanggil dari dalam, sementara kita, bagaikan merpati, tak hentinya mendekur: "di manakah, di manakah engkau?" Seperti saat segerombolan orang, berkerumun di tengah malam, sambil mereka berteriak: "Tolong, ada pencuri!" Sementara sang pencuri, yang ada bersama mereka, ikut berteriak pula. Suaranya bercampur, dan akhirnya tenggelam ditelan suara gerombolan itu. Ayat yang berbunyi, "..Dia bersamamu.," [1] artinya: dalam pencarianmu akan Dia --Dia bersamamu--lebih dekat…
Read More
Cahaya yang Memadamkan Api

Cahaya yang Memadamkan Api

Sebuah malam di Masjid Bulakamba, Brebes, 2020 Pada pertemuan Pengadilan Akhir,  orang-orang mukmin akan berkata: "Wahai malaikat, bukankah neraka itu suatu jalan umum, yang dilalui orang-orang mukmin dan kafir; namun mengapa kami tak melihat api dan asap dalam perjalanan kami?      Kami dapati taman dan kebun yang aman; lalu dimanakah lintasan penuh bahaya  yang dulu kami dengar?" Maka malaikat menjawab: "Kebun yang terlihat ketika kalian lalui, sebenarnya itulah neraka, namun bagi kalian tampaknya bagai taman yang indah. Karena kalian berjuang melawan hawa-nafsu dan memadamkan kobaran syahwat, demi Tuhan. Maka ia menjadi hijau dengan kesucian dan cahaya tuntunan ke arah…
Read More

Mengesakan

Bunga yang Selalu Menghadap ke Matahari Bersama dengan Tuhan,tak ada tempat untuk dua ego. Engkau menyatakan: Akudan Dia menyatakan: Aku.Agar dualitas ini hilang,engkau harus mati bagi-Nya,atau Dia mati bagimu.Akan tetapi, tidaklah mungkin Dia yang mati--baik secara fenomenal atau pun konseptual--karena, "Dialah yang senantiasa Hidupdan takkan pernah mati."Sesungguhnya, Dia sedemikian pemurah,sehingga--jika mungkin--Dia akan mati bagimuagar dualitas itu lenyap.Karena Dia tak mungkin mati,maka engkaulah yang harus mati,agar Dia dapat memanifestasi kepadamu,sehingga dualitas itu hilang. Sumber:Fihi ma Fihi #24Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski. Catatan:Sebagai seorang Guru Sejati pada masanya,dan bagi kaumnya, pada bagian iniMawlana Rumi membahas tentang aspek pentingbagi pencarian Kesejatian…
Read More
Sebuah Do’a Pemberian-Mu

Sebuah Do’a Pemberian-Mu

foto oleh Fatih Maraşlıoğlu: https://www.pexels.com/photo/man-praying-in-mosque-11435050/ Wahai Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggamlah kedua tangan kami, selamatkan kami dari apa-apa  yang kedua tangan kami telah lakukan; angkatlah hijab kami kepada-Mu, dan jagalah hijab kami  agar tak robek, itu akan mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapakah yang dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapakah yang se-Pemurah Engkau, wahai…
Read More
Gemericik Suara Air

Gemericik Suara Air

Foto oleh Jimmy Chang on Unsplash Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak, yang bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat, sampai malam menjelang, dan mereka mangkat. Atau bagaikan orang yang baru terbangun, lalu bangkit, sambil masih mengantuk, tapi dibujuk untuk tidur kembali, oleh rayuan si perawat jahat; yang berbisik: "tidurlah kembali, sayangku, tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu tidur nyenyakmu." Jika engkau bijak, maka engkau, engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan yang…
Read More
Tunaikanlah Maharnya

Tunaikanlah Maharnya

Gambar oleh Rothart dari Pixabay Karenanya, bersama siapapun engkau ingin bersanding, tunaikanlah maharnya: tenggelamkan dirimu sepenuhnya dalam kecintaanmu, seraplah bentuk dan ciri-cirinya. Jika yang engkau kehendaki adalah cahaya, siapkanlah dirimu untuk menerimanya. Jika engkau ingin berjarak dari Tuhan, pupuklah cinta diri-sendiri dan menjauhlah. Jika engkau ingin mencari jalan keluar dari penjara lapuk ini, [1] jangan palingkan wajahmu dari Sang Kekasih, sujud dan mendekatlah. [2] Catatan: [1] Jika ingin jiwa bebas dari penjara jasmani. [2] QS [96]: 19 . Sumber: Rumi: Matsnavi, I: 3605 - 3607.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Pertama kali diunggah di:http://ngrumi.blogspot.com/2009/10/tunaikanlah-maharnya.htmlpada 23 Oktober…
Read More
Salah Mengeluh

Salah Mengeluh

Nurul bersama ikan Papakullu, di pantai Tope Jawa, 6 Agustus 2010 Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb-nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia, engkau bergegas ber-khalwat bersama Rabb-mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi: Matsnavi  IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2010/10/salah-mengeluh.html pada 18…
Read More
Datang Semata untuk Bersaksi

Datang Semata untuk Bersaksi

di Panenjoan, Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat – 2016 Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,"kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]Karena kita telah membenarkan,maka dalam persidangan ini ucapandan tindakan kita menjadi saksi dan buktibagi kesepakatan itu.Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.Bukankah kita datang ke sini untuk memberikan persaksian?Wahai saksi,berapa lama lagi engkau diperiksadi ruang sidang Sang Hakim?Segeralah berikan pernyataanmu.Engkau telah dipanggil ke sini,dan telah datang engkau, [3]semata untuk bersaksi.Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulutmaupun tanganmu. [4]Kecuali engkau berikan pernyataan itu,wahai saksi, bagaimana caranyaengkau akan keluar dari sidang…
Read More

Rahmat

di Makam Syaikh Ali Samsujen, Kediri, 2023 Ada di antara insan yang terpandu kecerdasan yang sangat tinggi tatarannya, mereka bagai malak dan cahaya murni. Mereka adalah para nabi dan wali, yang terbebas dari "ketakutan dan kesedihan" (QS [10]: 62). [1]Adapula di antara manusia yang yang kecerdasannya terkerdilkan oleh hasrat, sehingga tatarannya merosot bagaikan binatang ternak. [2]Diantara ke dua golongan itu terdapat kelompok yang tengah berjuang.Pada diri mereka tampil rasa sakit dan penderitaan dan mereka merasa tak puas dengan kehidupan yang tengah mereka jalani. Mereka adalah kaum beriman. Para wali menanti mereka, siap mengajak mereka mencapai tataran mereka yang sesungguhnya, lalu bergabung bersama para wali. Sementara…
Read More
Dua Jenis Kecerdasan

Dua Jenis Kecerdasan

Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb  memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat,  kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari…
Read More