Pendakian Jiwa

Aku mati sebagai mineral
dan menjadi tumbuhan,

Aku mati sebagai tumbuhan,
dan muncul sebagai hewan,

Aku mati sebagai hewan,
dan aku menjadi insan.

Mengapa aku mesti takut?
Bilakah aku menjadi rendah karena kematian?

Namun sekali lagi,
aku akan mati sebagai insan,
untuk membumbung tinggi
bersama para malaikat yang direstui.

Bahkan dari tingkat malaikat pun,
aku harus mati:
segala sesuatu binasa kecuali wajah Tuhan. [1]

Jika jiwa malakku telah kukorbankan,
aku akan menjadi sesuatu
yang tak pernah terlintas dalam pikiran.

Wahai, biarkanlah aku tiada!
Karena ketiadaan membisikkan nada ke telinga:
Sesungguhnya kepadaNya-lah kita kembali. [2]

Catatan:
[1] QS [28]: 88
[2] QS [2]: 156

Foto, Sesar Lembang menjadi latar belakang dari kebun sayur di kampung Pasir Angling, Agustus 2020

Sumber:
Rumi: Matsnavi III: 3901
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *