hewaniah

Pendakian Jiwa

Pendakian Jiwa

Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan, dan muncul sebagai hewan, Aku mati sebagai hewan, dan aku menjadi insan. Mengapa aku mesti takut? Bilakah aku menjadi rendah karena kematian? Namun sekali lagi, aku akan mati sebagai insan, untuk membumbung tinggi bersama para malaikat yang direstui. Bahkan dari tingkat malaikat pun, aku harus mati: segala sesuatu binasa kecuali wajah Tuhan. [1] Jika jiwa malakku telah kukorbankan, aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiran. Wahai, biarkanlah aku tiada! Karena ketiadaan membisikkan nada ke telinga: Sesungguhnya kepadaNya-lah kita kembali. [2] Catatan:[1] QS [28]: 88[2] QS [2]:…
Read More