Kemurahan Hati

Sedangkan kemurahan hati seorang pencinta,dengan penyerahan jiwanya. Jika kau berikan makananatas nama Tuhan,maka kau akan diganjar lebih banyak makanan. Sedangkan jika kau berikan jiwamu,atas nama Tuhan,maka kau akan diganjar dengan suatu Kehidupan Sejati. Sumber: Rumi:Matsnavi  I: 2235 – 36 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam The Rumi Collection, halaman 140. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2019/06/kemurahan-hati-seorang-berpunya.html pada 12 Juni 2019        
Read More
Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More
Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

kawan duduk di Masjid Nabawi, Februari, 2024 Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung. Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jagalah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jagalah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More

Menanam Jewawut, Berharap Gandum

Kau kerjakan hal-hal buruk tapi berharap ganjaran yang baik. Amal buruk pantas diganjar dengan balasan yang buruk. Rabb itu merahmati dan sangat baik hati, tapi sungguhpun begitu Jika kau tanam jewawut, takkan tumbuh gandum. (Rumi: Rubaiyat, F#1798) Penerjemah ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand Penerjemah ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More
Engkaulah Itu

Engkaulah Itu

Foto oleh Sinan Toy dari Unsplash Jika ada satu ingatanku yang benar dan jernih,tentang Engkaulah itu.Aku fakir,yang kunilai berharga hanyalah Engkau.Dari sisi mana pun kuperhatikan,diriku sedikit pun tak berarti.Hanya satu hal yang jelas:aku sepenuhnya milik-Mu. Sumber:Rumi: Rubaiyat F #1690Penerjemah ke Bahasa Inggris: Zara HousmandPenerjemah ke Bahasa Indonesia: ngrumi.
Read More
Matilah Sebelum Engkau Mati

Matilah Sebelum Engkau Mati

https://wallpaperaccess.com/sufi [Mengenai sabda Rasulullah saw, ‘Matilah sebelumengkau mati:’ “Wahai sahabat, matilah sebelumengkau mati, jika yang paling engkau kehendakiadalah hidup; karena dengan mati seperti itu Idris a.s.menjadi seorang penghuni al-Jannah terlebih dahuludaripada kita semua."] Engkau telah banyak menderita, tetapi engkau masih tetap terhijab, karena kematian itu suatu pokok yang mendasar, dan engkau belum mencapainya. Deritamu takkan berakhir sampai engkau mati: engkau tidak dapat menjangkau atap tanpa menyelesaikan tangga panjatan. Walau hanya tersisa dua buah, dari seratus anak-tangga, sang pemanjat yang telah keras berjuang, tetap saja terhalang dari menjejakkan kaki di atas atap. Walau tambang hanya kurang satu dari seratus depa, bagaimanakah caranya air-sumur masuk ke dalam timba.…
Read More
Perhatikanlah

Perhatikanlah

djonk-creative-3s1PFrCy488-unsplash Perhatikanlah, bagaimana setiap bagian alam berlalu, dan bagaimana setiap orang tiba melalui suatu perjalanan. [1] Perhatikanlah, bagaimana setiap orang, dalam hasrat akan nafkah hariannya, tunduk menghormat kepada penguasanya. Perhatikanlah, bagaimana setiap orang, jatuh bersujud di kaki matahari, bagaikan redupnya bintang-bintang, tunduk pada terangnya sang surya. Perhatikanlah, bagaimana setiap orang bergegas, bagaikan arus mencari air, berlomba-lomba mengalir menuju laut. Perhatikanlah, bagaimana sebuah jamuan kehormatan, disiapkan dari dapur Sang Raja, untuk setiap orang, sesuai dengan kebutuhannya. [2] Perhatikanlah, bagaimana kecilnya lautan alam-dunia, bagi para pencari sejati, sehingga termuat di cangkir mereka. [3] Perhatikanlah, mereka yang nafkah hariannya wajah Sang Raja, tersenyum…
Read More

Jika tidak Untukmu

Jika ada seseorang yang lisannya fasih, adanya pendengar akan membuatnya tampil. Semangat dan enersi seorang pengajar, bersumber dari muridnya. Boleh jadi seorang pemetik harpa menguasai dua-puluh empat macam gaya bermusik, tapi tanpa seorang pendengar, alat musiknya berubah jadi beban: tiada nada mampir ke ingatannya, sepuluh jarinya jadi kaku. Jika tidak ada yang mendengar pesan dari Yang tak-Terlihat, tiada nabi membawa wahyu dari Langit. Dan jika tiada mata melihat karya-karya Rabb, tak akan langit berputar, takkan pula bumi tersenyum dalam kesuburannya yang lembut. "Jika tidak untukmu," artinya           [1] seluruh penciptaan itu ditujukan bagi penglihatan yang memahami…
Read More