Beranda – Salin

Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

"Jika sungguh-sungguh engkau menempuh Jalan,Jalan akan tersingkap padamu;dan jika sungguh-sungguh engkau lebur-musnah,al-Haqq akan menghampir kepadamu." [1]"Dan jika sungguh-sungguh engkau berendah-hati,dunia ini tak akan bisa mengurungmu;lalu kepadamu akan diperlihatkan dirimubersama dengan Dirimu yang Sejati,tanpa dirimu yang palsu." [2] Walaupun semua pintu keluar telah Zulaikha tutup, Yusuf tetap menemukan jalan, ketika sungguh-sungguh berusaha. Ketika Yusuf bersandar kepada-Nya, kunci bergerak, pintu terbuka, dan dia lolos. Sungguhpun tampak tak ada pintu keluar dari alam dunia, mestilah seorang pencari sekuat-tenaga berlari kesana-kemari; bagaikan Yusuf. Agar terbuka kunci dan tampak jelas gerbang, dan alam tak-beruang menjadi kediamanmu. Wahai makhluk yang malang, engkau telah hadir di sini, di alam…
Read More
Pendakian Jiwa

Pendakian Jiwa

Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan, dan muncul sebagai hewan, Aku mati sebagai hewan, dan aku menjadi insan. Mengapa aku mesti takut? Bilakah aku menjadi rendah karena kematian? Namun sekali lagi, aku akan mati sebagai insan, untuk membumbung tinggi bersama para malaikat yang direstui. Bahkan dari tingkat malaikat pun, aku harus mati: segala sesuatu binasa kecuali wajah Tuhan. [1] Jika jiwa malakku telah kukorbankan, aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiran. Wahai, biarkanlah aku tiada! Karena ketiadaan membisikkan nada ke telinga: Sesungguhnya kepadaNya-lah kita kembali. [2] Catatan:[1] QS [28]: 88[2] QS [2]:…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Foto merak dari wallpapercave.com Sekarang saatnya kita bahas merak, unggas yang dua warna bulunya, karena dia berwajah-ganda, senang pamer, haus nama-besar dan kemasyhuran. Hasratnya adalah untuk mendapat pengikut, tak peduli benar atau salah, tak peduli akibat dan nasib pengikutnya. Ia menangkap sembarang pengikut, seperti jebakan, yang tak mengerti apa tujuan tindakannya. Asal tangkap saja, tak berpengetahuan soal manfaat atau mudharat menangkap pengikut. Ia bisa habis-habisan memuji kawan-kawannya, lalu meninggalkan mereka. Seperti itu kebiasaannya sejak dulu, menjebak orang dengan cinta palsu. Wahai, apa yang kau harapkan dari kebiasanmu mencari pengikut dan bergerombol, lalu saling membanggakan dan mementingkan diri? Lihat dan buktikanlah…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Bebek di depan rumah Aki, Kadungora, 25 Juni 2018 Mereka yang waspada pendengarannya memperoleh cahaya, sedangkan para pencinta kegelapan itu bagaikan gerombolan tikus. Mereka yang lemah penglihatan bagai kelelawar— bagaimanakah mereka dapat berputar di sekeliling Lingkaran Keyakinan? Perbedaan-pendapat dalam hal cabang-ranting yang rumit adalah rantai-pengikat yang memperbudak tabiat, yang kemudian menjadi gelap-buta kepada Agama yang Haqq. Sepanjang manusia semacam ini, hanya mengandalkan geraman dan gonggongan dari kepandaian-jasmaniahnya sendiri, maka dia tidak dapat membuka mata qalb-nya kepada Sang Matahari. Dia tidak akan membentangkan cabang-cabangnya ke angkasa—seperti yang dilakukan pohon kurma: malahan—bagaikan tikus—dia menggali lubang ke dalam tanah. Manusia semacam ini mempunyai…
Read More

Siapakah Dia?

Ziarah ke Mandalasari yang selalu menyegarkan Siapakah Dia?Yang memenuhi dada dengan kesedihan;lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya,diubahnya kepahitanmu menjadi manis.Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti;sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikansebuah Gudang Mutiara. [1]Kekasih yang Maha Lembut:Engkaulah yang dalam sekejapmengubah keburukan menjadi kebaikan. [2]Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan,digubah-Nya jadi secantik bidadari. [3]Sebuah pemakaman dibuat-Nyamenjadi seindah pesta perkawinan. [4]Dan Dialah yang membuat orangyang mengetahui dan menguasai duniaterbutakan dari saat dia segumpal janindalam rahim ibunya. [5]Dia yang mengubah kegelapan menjadi cahaya,yang mengubah duri menjadi kelopak mawar;Dia mencabut duri dari telapak tanganmudan menyediakan untukmu sebuahpembaringan yang tersusun dari mawar.Bagi Ibrahim, khalil-Nya,…
Read More
Ketika Dibuat Paham

Ketika Dibuat Paham

Ada seorang ibu, yang hamil setiap tahun, tapi tidak ada anaknya yang hidup lebih lama daripada enam bulan. Ketika mencapai tiga atau empat bulan, mereka meninggal. Sehingga sang ibu menjerit, “Wahai Tuhan, Sembilan bulan lamanya, kutanggung beban kehamilan, tapi kemudian hanya tiga bulan lamanya hidupku senang: kebahagiaanku lebih singkat daripada terbentangnya pelangi.” Perempuan itu, karena kesedihan yang amat sangat, mengeluhkan nasib malangnya kepada Lelaki-milik-Tuhan. Karena telah dua puluh orang anaknya dikubur: bagaikan jilatan api cepatnya kehancuran hidup mereka. Sampai suatu malam diperlihatkan kepadanya sebuah taman yang tak-terhingga, luas, hijau, indah, tanpa-cela sedikit pun. Kusebut “Ganjaran Mutlak” sebuah taman, karena dia…
Read More
Yang Diingkari Janin

Yang Diingkari Janin

Laut terbelah, sebuah gambaran Apabila ada yang mengatakan kepada janin dalam rahim: “Di luar sana ada sebuah dunia yang teratur, Sebuah Bumi yang menyenangkan, penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar; Gunung, lautan dan daratan, kebun buah-buahan yang harum, sawah dan ladang terbentang; Langitnya sangat tinggi dan berbinar, sinar mentari dan cahaya rembulan, serta tak terkira banyaknya bintang; Di arah tenggara dan utara, serta di sebelah barat, terbentang taman-taman yang indah, bagaikan jamuan pesta pernikahan. Keajaibannya tak terlukiskan: mengapa kau tetap tinggal di sini, di dalam kesengsaraan dan kegelapan ini? Mengapa kau terus mereguk darah, dalam penjara sempit yang kotor…
Read More
Kisah Elang Sang Raja

Kisah Elang Sang Raja

Elang Ular Bido yang masjh muda, hs, Tanjung Sari, April; 2010 Alkisah, terbanglah seekor elang, meninggalkan istana Raja, sampai dia tersesat ke rumah seorang nenek tua; yang sedang mengaduk tepung, di lantai rumahnya. Si nenek sedang menyiapkan makanan bagi anak-anaknya, ketika dilihatnya elang ningrat yang anggun itu. Segera kaki elang itu diikatnya, dipangkasnya sayapnya, dipotongya cakarnya, dan diberinya jerami untuk makanan. “Pastilah orang salah merawatmu,” katanya, “sayapmu terlalu lebar, dan cakarmu panjang.” “Itulah sebabnya engkau sakit, dan kini aku akan merawatmu.” Ketahuilah sahabat, demikianlah cara orang bodoh memperlakukanmu: orang bodoh sesat jalan. Sang Raja mencari elangnya kesana kemari, sampai akhirnya…
Read More
Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

bunga di halaman tetangga, 2020 Mata kita tak dapat melihat Rabb,Dialah yang menyaksikan kita.Bentuk muncul dari ruh,sebagaimana pembicaraanmuncul dari pemikiran.Kita tak tahu, darimana lautan pemikiran muncul,tapi jika gelombang pemikiran muliadan murni, maka kita tahu lautandarimana mereka muncul,mulia pula adanya.Bentuk-bentuk muncul dari Sabdadan lalu lenyap, surut bagai gelombangkembali ke laut.Demikian pula kita,setiap saat kita mati dan kembali pada-Nya.Tampilan semesta terbarui terus menerus,sementara kepada kita tampaknya sepertitetap sama.Demikianlah, kepada-Nya kita semua dikembalikan. Sumber:Rumi: Matsnavi  I: 1135 - 44Penerjemah ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton…
Read More
Ketika Disempitkan

Ketika Disempitkan

Serambi Masjid Sunan Gunung Jati, Kasepuhan, Cirebon Ketahuilah, wahai pencari, ketika kau dapati jiwamu menyempit, itu bagi kebaikanmu sendiri, jangan kau biarkan hatimu terbakar kesedihan.Di saat perluasan, dirimu melakukan pengeluaran, dan hal itu memerlukan pemasukan, berupa pencarian-diri yang menyakitkan.Jika hanya ada musim panas, maka akar akan kering, dan takkan pernah taman menghijau.Musim dingin tampaknya pahit, tapi menyegarkan.Ketika kau alami penyempitan, kawanku, nantikanlah pengembangan dalam dirimu, bergembiralah, jangan mengeluh.Tatapan anak kecil mengarah pada keinginan jangka pendek; sementara pandangan seorang bijak, tertuju pada hasil akhirnya.Ketika kau menutup mulut, maka terbuka kehausan dalam dirimu, yang lalu lahap menyerap kesegaran rahasia-rahasia ruhaniah.Manisnya kebahagiaan itu…
Read More