Beranda – Salin

Menyambut Tamu Agung

Menyambut Tamu Agung

foto oleh Meghna.R di Unsplash Tamuku mendadak muncul. Terkejut, hatiku bertanya, "Siapa di situ?" Jiwaku menjawab, "Rembulan yang Agung." Sang Tamu ada di dalam rumah, tetapi kita--seperti kurang waras-- hilir-mudik di jalan-jalan mencarinya. "Aku di sini," terus dia memanggil dari dalam, sementara kita, bagaikan merpati, tak hentinya mendekur: "di manakah, di manakah engkau?" Seperti saat segerombolan orang, berkerumun di tengah malam, sambil mereka berteriak: "Tolong, ada pencuri!" Sementara sang pencuri, yang ada bersama mereka, ikut berteriak pula. Suaranya bercampur, dan akhirnya tenggelam ditelan suara gerombolan itu. Ayat yang berbunyi, "..Dia bersamamu.," [1] artinya: dalam pencarianmu akan Dia --Dia bersamamu--lebih dekat…
Read More
Hembusan dari Sumber yang Tak Tampak

Hembusan dari Sumber yang Tak Tampak

Foto oleh Sebastian Bill di Unsplash Angin apa ini, yang tengah membadai dari langit? sampai perahu-perahu di laut berguncang dan berayun dengan kerasnya. Karena anginlah perahu berlayar, dan karena angin pula perahu tenggelam.. Tuhan mengendalikan angin, seperti kita mengendalikan nafas kita ketika memuji atau mencela. Berbeda-beda jenis angin, semuanya bertiup dari sumber yang tak tampak: ada yang membawa pertolongan, ada pula yang membawa kehancuran. Angin itu terasa, tapi sumbernya tersembunyi. Para pemilik hati yang murni memahami sumbernya dan terpandu oleh cahayanya. Keyakinan mereka tak goyah, mulut mereka tertutup, tetap menatap jalan, seraya tak jeda menghimpun kebijaksanaan. Mereka yang tak paham…
Read More
Cahaya yang Memadamkan Api

Cahaya yang Memadamkan Api

Sebuah malam di Masjid Bulakamba, Brebes, 2020 Pada pertemuan Pengadilan Akhir,  orang-orang mukmin akan berkata: "Wahai malaikat, bukankah neraka itu suatu jalan umum, yang dilalui orang-orang mukmin dan kafir; namun mengapa kami tak melihat api dan asap dalam perjalanan kami?      Kami dapati taman dan kebun yang aman; lalu dimanakah lintasan penuh bahaya  yang dulu kami dengar?" Maka malaikat menjawab: "Kebun yang terlihat ketika kalian lalui, sebenarnya itulah neraka, namun bagi kalian tampaknya bagai taman yang indah. Karena kalian berjuang melawan hawa-nafsu dan memadamkan kobaran syahwat, demi Tuhan. Maka ia menjadi hijau dengan kesucian dan cahaya tuntunan ke arah…
Read More

Mengesakan

Bunga yang Selalu Menghadap ke Matahari Bersama dengan Tuhan,tak ada tempat untuk dua ego. Engkau menyatakan: Akudan Dia menyatakan: Aku.Agar dualitas ini hilang,engkau harus mati bagi-Nya,atau Dia mati bagimu.Akan tetapi, tidaklah mungkin Dia yang mati--baik secara fenomenal atau pun konseptual--karena, "Dialah yang senantiasa Hidupdan takkan pernah mati."Sesungguhnya, Dia sedemikian pemurah,sehingga--jika mungkin--Dia akan mati bagimuagar dualitas itu lenyap.Karena Dia tak mungkin mati,maka engkaulah yang harus mati,agar Dia dapat memanifestasi kepadamu,sehingga dualitas itu hilang. Sumber:Fihi ma Fihi #24Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir Helminski. Catatan:Sebagai seorang Guru Sejati pada masanya,dan bagi kaumnya, pada bagian iniMawlana Rumi membahas tentang aspek pentingbagi pencarian Kesejatian…
Read More
Sebuah Do’a bagi Sahabat Seperjalanan

Sebuah Do’a bagi Sahabat Seperjalanan

Mengenang Hari Arafah 1443H, di Masjid Baitur-rahman, Alun-alun Semarang Semoga Allah merahmati mereka yang memimpin perjalanan, dan mereka yang mengikuti, dan mereka yang memenuhi janji-janjinya, dan mereka yang berupaya untuk memenuhi janji-janjinya; dengan kemuliaan dan kekayaan-Nya, ganjaran dan anugerah-Nya.   Karena Dialah Sang Penerima permohonan, dan Pemberi harapan paling mulia; dan Allahlah pelindung terbaik, dan yang Maha Merahmati dari semua yang berkasih-sayang, dan Kawan berjalan terbaik, dan Pewaris terbaik, dan Pengganti terbaik untuk semua yang telah kita habiskan, dan yang Maha Mencukupi bagi semua yang tekun, yang menanam dan memelihara lahan amal-shaleh.   Shalawat dan salam bagi Muhammad, SAW dan…
Read More
Sebuah Do’a Pemberian-Mu

Sebuah Do’a Pemberian-Mu

foto oleh Fatih Maraşlıoğlu: https://www.pexels.com/photo/man-praying-in-mosque-11435050/ Wahai Rabb, sungguh Rahmat-Mu tercurah bukan karena amal kami, tapi karena limpahan-Mu yang penuh rahasia.         [1] Genggamlah kedua tangan kami, selamatkan kami dari apa-apa  yang kedua tangan kami telah lakukan; angkatlah hijab kami kepada-Mu, dan jagalah hijab kami  agar tak robek, itu akan mempermalukan kami.   [2] Selamatkan kami dari keakuan diri; tajamnya bagai ujung pisau yang menusuk ke tulang kami. Wahai Sang Raja, yang tak bermahkota, tak bertahta, siapakah yang dapat lepaskan  rantai pengikat ini,                   [3] dari diri kami yang tak berdaya? Siapakah yang se-Pemurah Engkau, wahai…
Read More
Belajar Mengenali Suara

Belajar Mengenali Suara

Goofy, Gembuli, dan Gummy, trio anabul di rumah, Februari 2022. Ketika seorang teman membisikkan sebuah rahasia padamu di tengah malam; akan kau kenali siapa dia, ketika dia berbicara padamu ketika fajar tiba. Ketika kepadamu datang dua orang membawa warta di malam hari; akan kau kenali keduanya, ketika mereka berbicara padamu di siang hari. Ketika di malam hari, dan semuanya gelap: seseorang mendengar auman seekor singa dan lolongan seekor anjing, maka seorang pendengar berakal, dapat jelas membedakan keduanya ketika didengarnya kembali suara mereka di siang hari. Seperti itulah datangnya setan dan malaikat: menyodorkan pada kita apa-apa yang dikehendaki; agar bangkit kemampuan…
Read More
Tertidur dan Tengah Bermimpi

Tertidur dan Tengah Bermimpi

di atas Selat Makassar, hs, 2012 Seseorang yang lama tinggal di sebuah kota, tertidur; dan di dalam tidurnya melihat kota lain, yang penuh kebaikan dan keburukan; hingga kotanya semula hilang dari ingatannya. Seharusnya, dia berkata pada dirinya sendiri, seperti ini: "Ini adalah kota yang baru, aku adalah seorang asing di sini;" Sebaliknya, dia membayangkan selalu tinggal di kota baru itu, dilahirkan dan dibesarkan di situ. Apakah mengherankan, jika kemudian jiwa tak ingat lagi akan kampung-halamannya dan tanah kelahirannya? Karena alam-dunia ini, bagaikan tidur, menyelimuti jiwa kita, bagaikan awan menyelimuti bintang. Apalagi saat ia melangkahkan kaki ke berbagai kota dan debu yang menutupi matanya, belum…
Read More
Surga di Dasar Sumur

Surga di Dasar Sumur

Photo by Filipe Delgado on Pexels.com Sang terkasih bertanya kepada pemujanya,"Wahai pemuda, telah kau jelajahi berbagai negeri,yang manakah yang paling cantik?" Sang pemuda menjawab,"negeri tempat buah-hatiku berada." Di mana saja karpet kehormatantergelar bagi Sang Raja,di situ padang luas-membentang,walaupun tempatnya sesempit lubang-jarum. Di mana pun adanya seorang seperti Yusuf,yang wajahnya cemerlang bagai cahaya rembulan,maka, di situlah Surga,walaupun letaknya di dasar sumur. Sumber: Rumi, Matsnavi III: 3808 - 3811Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Dipublikasikan pertama kali di ngrumi.blogspot.com pada Jumat, 24 Desember 2010.
Read More
Gemericik Suara Air

Gemericik Suara Air

Foto oleh Jimmy Chang on Unsplash Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak, yang bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat, sampai malam menjelang, dan mereka mangkat. Atau bagaikan orang yang baru terbangun, lalu bangkit, sambil masih mengantuk, tapi dibujuk untuk tidur kembali, oleh rayuan si perawat jahat; yang berbisik: "tidurlah kembali, sayangku, tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu tidur nyenyakmu." Jika engkau bijak, maka engkau, engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan yang…
Read More