Beranda – Salin

Cinta pada Pantulan Keindahan

Cinta pada Pantulan Keindahan

Foto: dari pixabay Kepada Rabb,mintalah cinta, bukan sekedar kehidupan;mintalah nutrisi bagi jiwa,bukan sekedar nasi.Semesta ciptaan berwujudbagaikan air murni, bening;memendarkan bayangan sifat-sifat Sang Pencipta. Pengetahuan, keadilan, dan kasih-sayang itubagaikan bayangan bintang-bintang di langitpada permukaan air bening yang tenang.Generasi demi generasi manusia berlalu,tapi rembulannya tetap yang itu juga.Waktu dan orang yang menghuni Bumi berubah,tapi hakekat kebijaksanaan dan keadilan, tetaplah sama.Insan berakhlak-mulia memantulkan keindahanasma-asma Sang Pencipta.Dan cinta pada keindahan akhlak itukarena cinta kepada Sang Pelimpah Keindahan. Sumber:Rumi: Matsnavi  VI: 3171 - 3183 Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin.Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the…
Read More
Bersama Cahaya Rahmat-Nya

Bersama Cahaya Rahmat-Nya

foto dari wallpaper.com Betapa sepinya,di lautan Tuhan ini,sedikitpun tak tampak pantai.Dan kita bagaikan perahu di tengah malam,mencari arah hanya mengandalkancahaya Rahmat-Nya. Catatan:"Barangsiapa memasuki alam kubur tanpa berbekal amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu."~ Abu Bakar Shiddiq ra. ~ Sumber:Rumi: Rubaiyat #12Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Bagai Purnama

Bagai Purnama

sumber foto: wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber:Rumi: Divan #2873Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita…
Read More
Yang Paling Berharga

Yang Paling Berharga

foto: "alone with The Alone" Ada sebuah kesendirian yang lebih berharga daripada kehidupan. Ada sebuah kemerdekaan yang lebih berharga daripada alam dunia. Dan ada yang tak ternilai harganya dibandingkan kehidupan dan alam dunia, Yaitu saat seorang insan hanya bersama dengan Tuhannya. Sumber:Rumi: Rubaiyat  #565Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012.
Read More
Ketika Rasa Sakit Tiba

Ketika Rasa Sakit Tiba

Rasa sakit akan timbul ketika dengan sadar diri dicermati: rasa sakit itulah yang akan mengeluarkan seseorang dari hijab bangga-diri. Tanpa sang ibu dikuasai rasa-sakit yang sangat, ketika melahirkan, bayi tidak akan menemukan jalan lahir. Amanah dari Sang Pencipta tersimpan dalam qalb; [1] qalb lah yang mengandungnya: sementara nasehat dari para nabi dan rasul itu bagaikan bidan. Bisa saja bidan membujuk sang ibu bahwa sakit melahirkan itu tidak seberapa; tapi rasa sakit itu tetap perlu. Sakit itulah yang memberi jalan kelahiran bagi sang bayi. Yang tak punya rasa sakit itu adalah seorang penyamun, karena tanpa rasa sakit itu sama dengan mengatakan:…
Read More

Mempercantik Kuburan

dari sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Ciamis, September, 2019 Jangan berlebihan usahamu,hanya sekedar untuk urusan duniawi.Jangan terlibat amalyang tak mensucikan.Jika tak kau perhatikan,pada akhir hari, kau kan beranjak saat kaubelum lagi tuntas:urusan akhiratimu berantakan;kau bagaikan roti yang belum dipanggang.Mempercantik kuburan itutak dilakukan dengan memakaikayu, batu atau semen.Sama sekali tidak!Tapi dengan menggali dalam-dalamkuburmu dalam kemurnian ruhaniah,lalu mengubur keakuanmudalam Kehendak-Nya;Dan dengan menjadi debu-Nya,terkubur dalam cinta kepada-Nya;sehingga dengan hembusan-Nya,kau kan disempurnakan. Sumber:Rumi:  Matsnavi  III: 128 - 32Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir HelminskiTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Yang Tampak dan Yang Tersembunyi

Pemandangan dari Mandalasari, lokasi ber-dzikir-maut Dia telah menjadikanyang nisbi eksistensinyatampil berwujud dan agung;Dia telah menjadikanyang lebih nyata eksistensinyatersembunyi bentuknya.Dia telah menghijab Laut,dan membuat ombak tampak;Dia telah menyembunyikan Angin,dan memperlihatkan padamu debu.Debu membubung setinggi menara:tak mungkin ia melayang sendiri.Wahai yang berpandangan tajam,kau lihat debu melayang tinggi;sedangkan anginnya tak kau lihat,tapi kau ketahui adanya dengan akalmu.Kau lihat ombak menggelora kesana-kemari,tanpa Laut, ombak itu takkan bergerak.Kau lihat ombak itu dengan inderamu,dan Laut melalui kesimpulanmu:pemikiran tersembunyi,sedangkan perkataan berwujud.Kita melihat akibat sebagai pengukuhan:mata kita hanya melihat hal yang tak memilikieksistensi sendiri.Mata lahiriah ini hanya melihat secara terbatas,bagaikan dalam keadaan tidur,tak dilihatnya apa pun kecuali fatamorganadan…
Read More
Rabb dan Dunia

Rabb dan Dunia

Photo by CARLOSCRUZ ARTEGRAFIA on Pexels.com Seorang pencari berkata kepada Sang Hakim: "Dia, yang pertolongan-Nya kita mohonkan, tentu mampu membuat perdagangan kita tak pernah rugi. Dia yang yang mengubah api Namrud menjadi mawar dan pepohonan, tentu juga bisa membuat dunia kita ini jadi tanpa-api.  [1] Dia yang memekarkan mawar dari tengah kumpulan duri, tentu mampu mengubah musim dingin ini menjadi musim semi. Dia yang membuat setiap cemara lurus dan bebas tentu kuasa mengubah sedih menjadi gembira. Dia yang membuat ketiadaan menjadi keberadaan: takkan Dia direndahkan, jika ciptaan dibuat-Nya abadi. Dia yang memberi raga suatu ruh, sehingga hiduplah ia; apa ruginya Dia…
Read More
Yang Terluput Darimu

Yang Terluput Darimu

Apa-apa yang terluput darimu, karena suatu penetapan Ilahiah; ketahuilah, itu melepaskan dirimu dari kesulitan. Ketika orang bertanya, "Apa itu Sufisme?" Sang Syaikh menjawab, "Rasa bahagia dalam Qalb ketika kesedihan datang." Anggaplah cobaan yang datang dari-Nya sebagai elang yang membawa sepatu dari sang Nabi, yang akan menyelamatkan dari gigitan ular. Berbahagialah mereka yang hikmahnya tak berdebu atau berkarat. Rabb berfirman, "... jangan berduka-cita atas apa-apa yang terluput darimu...;" [1] bahkan jika serigala datang dan memangsa domba-dombamu. Karena guncangan yang dikirim-Nya mencegah datangnya guncangan yang lebih dahsyat; dan kehilanganmu itu mencegah kehilangan yang lebih besar. Catatan:[1] QS al-Hadid [57]: 23 Sumber: Rumi: Matsnavi III: 3260…
Read More
Engkaulah

Engkaulah

Sejak kumulai berjalan, Engkaulah tujuan, Engkaulah pemandu. Ketika kucari hatiku, Engkaulah yang meremukkannya. Ketika kucari kedamaian, Engkaulah yang mengayomi. Ketika kupergi berjihad, Engkaulah pedangku. Ketika kubelajar lebur, Engkaulah anggur dan manisan. Ketika kudatangi taman itu, Engkaulah sang narsisus memekar. Ketika kusampai ke tambang itu, Engkaulah sang merah delima. Ketika kuselami samudera, Engkaulah mutiara di dasar. Ketika kulintasi gurun, Engkaulah oase. Ketika aku mengangkasa, Engkaulah bintang paling terang. Ketika kutegak dengan berani, Engkaulah perisaiku. Ketika kupingsan kebingungan, Engkaulah wewangian yang menyadarkan. Ketika kuterjun dalam pertempuran, Engkaulah sang panglima pasukan. Ketika kutiba di perjamuan, Engkaulah tuan-rumah, penghibur, sekaligus cangkir. Ketika kumenulis, Engkaulah…
Read More