Ketika Dibuat Paham

Ketika Dibuat Paham

Ada seorang ibu, yang hamil setiap tahun, tapi tidak ada anaknya yang hidup lebih lama daripada enam bulan. Ketika mencapai tiga atau empat bulan, mereka meninggal. Sehingga sang ibu menjerit, “Wahai Tuhan, Sembilan bulan lamanya, kutanggung beban kehamilan, tapi kemudian hanya tiga bulan lamanya hidupku senang: kebahagiaanku lebih singkat daripada terbentangnya pelangi.” Perempuan itu, karena kesedihan yang amat sangat, mengeluhkan nasib malangnya kepada Lelaki-milik-Tuhan. Karena telah dua puluh orang anaknya dikubur: bagaikan jilatan api cepatnya kehancuran hidup mereka. Sampai suatu malam diperlihatkan kepadanya sebuah taman yang tak-terhingga, luas, hijau, indah, tanpa-cela sedikit pun. Kusebut “Ganjaran Mutlak” sebuah taman, karena dia…
Read More
Mari Kita Berangkat

Mari Kita Berangkat

calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-ahmed-hilmi-ink-and-watercolour-on-paper-ottoman-turkey-1913.jpg Wahai para pencinta, bangkitlah!               [1] Saatnya kita terbang ke langit, cukup sudah kita tinggal di alam ini, saatnya bertolak ke sana.   Sungguhpun indah sangat kedua taman ini,                               [2] kita lewati saja, menuju ke Sang Tukang Kebun.   Mari teguhkan ruku kita ke arah Laut,          [3] layaknya arus deras, mari kita tunggang gelombang, melaju di permukaan sang Laut.   Mari kita berangkat, dari pemukiman penuh kesedihan ini,            [4] menuju…
Read More

Pukulan dari Langit

Ketika sebuah pukulan dari Langit menghantam dirimu, bersiap-siaplah, karena setelah itu akan kau terima hadiah penghormatan. Karena tak mungkin Sang Raja menamparmu, tanpa memberimu sebuah mahkota dan sebuah tahta untuk diduduki. Seluruh alam-dunia hanya senilai sebelah sayap kutu, tapi satu tamparan dapat memberimu ganjaran tak terperi. Cepatlah lepaskan lehermu dari rantai emas, yaitu dunia ini, dan terimalah tamparan dari Rabb. Para nabi telah menerima pukulan seperti itu di leher mereka, karenanya, kepala mereka tegak. Karenanya, wahai pencari, siapkan dirimu, selalu penuh perhatian: hadirkan dirimu, agar Dia temukan engkau di tempatmu. Jika tidak, Dia akan ambil kembali hadiah penghormatan itu, seraya…
Read More