Pintu-pintu Menuju Taman-Mu

di Masjid Kudus, Mei 2025 Wahai Kekasih,manakah yang lebih mempesona,Wajah-Mu atau al-Jannah-Mu ini,yang begini luas.Bercahayalah, wahai rembulanku,Engkaulah inspirasi,bagi semua yang menatap langit malam.Yang asam akan berubah jadi manis.Prasangka diganti dengan Kebenaran.Gerumbul duri diubah jadi mekar bunga.Seratus tubuh akan bangkit hidup kembali,dengan satu hembusan-Mu.Kau taruh pintu demi pintu di langitKau taruh harapan dalam hati insan.Kau cekam setiap kecerdasan,Kau buat kedua alam terpesona pada-Mu.Wahai Kekasih,pipimu memerah,bagai mawar.Wahai Kekasih,Engkaulah pujaan alam ini,dan alam berikutnya,dan alam-alam berikutnya.Kelopak-kelopak jagung,berupaya keras,mencoba meniru satu warna-Mu.Semua jenis kebenaranlebur jadi satudi bawah injakan kaki-Mu.Seluruh nada lagukurindu menggemakan merdunya suara-Mu.Tanpa Engkau,pasar dan perniagaan sepi.Taman dan kebun longsortersapu air bah.Kau ajari…
Read More
Pencinta tanpa Air-mata

Pencinta tanpa Air-mata

Bogor, 13 Juli 2011 Orang yang tak memiliki Kekasih Tercinta bagaikan manusia tanpa kepala. Orang yang kabur dari penjara Cinta bagaikan seekor burung tanpa sayap. Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang, yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia? Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang tanpa tameng pelindung. Orang yang tak bisa melihat kedalam dirinya sendiri bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian. Orang yang tak bisa membuka pintu qalb-nya sendiri, bagaikan pencinta tanpa air-mata. Dialah yang menempatkan sebuah pintu di tengah Jalan ini. Hanya yang menaruh pintu itu yang dapat membukanya. Mereka bilang, "bangun, bangun, fajar…
Read More
Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

"Jika sungguh-sungguh engkau menempuh Jalan,Jalan akan tersingkap padamu;dan jika sungguh-sungguh engkau lebur-musnah,al-Haqq akan menghampir kepadamu." [1]"Dan jika sungguh-sungguh engkau berendah-hati,dunia ini tak akan bisa mengurungmu;lalu kepadamu akan diperlihatkan dirimubersama dengan Dirimu yang Sejati,tanpa dirimu yang palsu." [2] Walaupun semua pintu keluar telah Zulaikha tutup, Yusuf tetap menemukan jalan, ketika sungguh-sungguh berusaha. Ketika Yusuf bersandar kepada-Nya, kunci bergerak, pintu terbuka, dan dia lolos. Sungguhpun tampak tak ada pintu keluar dari alam dunia, mestilah seorang pencari sekuat-tenaga berlari kesana-kemari; bagaikan Yusuf. Agar terbuka kunci dan tampak jelas gerbang, dan alam tak-beruang menjadi kediamanmu. Wahai makhluk yang malang, engkau telah hadir di sini, di alam…
Read More