Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Bebek, Unggas Pertama Pengganggu Perjalanan

Bebek di depan rumah Aki, Kadungora, 25 Juni 2018 Mereka yang waspada pendengarannya memperoleh cahaya, sedangkan para pencinta kegelapan itu bagaikan gerombolan tikus. Mereka yang lemah penglihatan bagai kelelawar— bagaimanakah mereka dapat berputar di sekeliling Lingkaran Keyakinan? Perbedaan-pendapat dalam hal cabang-ranting yang rumit adalah rantai-pengikat yang memperbudak tabiat, yang kemudian menjadi gelap-buta kepada Agama yang Haqq. Sepanjang manusia semacam ini, hanya mengandalkan geraman dan gonggongan dari kepandaian-jasmaniahnya sendiri, maka dia tidak dapat membuka mata qalb-nya kepada Sang Matahari. Dia tidak akan membentangkan cabang-cabangnya ke angkasa—seperti yang dilakukan pohon kurma: malahan—bagaikan tikus—dia menggali lubang ke dalam tanah. Manusia semacam ini mempunyai…
Read More
Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More