Tertidur dan Tengah Bermimpi

Tertidur dan Tengah Bermimpi

di atas Selat Makassar, hs, 2012 Seseorang yang lama tinggal di sebuah kota, tertidur; dan di dalam tidurnya melihat kota lain, yang penuh kebaikan dan keburukan; hingga kotanya semula hilang dari ingatannya. Seharusnya, dia berkata pada dirinya sendiri, seperti ini: "Ini adalah kota yang baru, aku adalah seorang asing di sini;" Sebaliknya, dia membayangkan selalu tinggal di kota baru itu, dilahirkan dan dibesarkan di situ. Apakah mengherankan, jika kemudian jiwa tak ingat lagi akan kampung-halamannya dan tanah kelahirannya? Karena alam-dunia ini, bagaikan tidur, menyelimuti jiwa kita, bagaikan awan menyelimuti bintang. Apalagi saat ia melangkahkan kaki ke berbagai kota dan debu yang menutupi matanya, belum…
Read More
Surga di Dasar Sumur

Surga di Dasar Sumur

Photo by Filipe Delgado on Pexels.com Sang terkasih bertanya kepada pemujanya,"Wahai pemuda, telah kau jelajahi berbagai negeri,yang manakah yang paling cantik?" Sang pemuda menjawab,"negeri tempat buah-hatiku berada." Di mana saja karpet kehormatantergelar bagi Sang Raja,di situ padang luas-membentang,walaupun tempatnya sesempit lubang-jarum. Di mana pun adanya seorang seperti Yusuf,yang wajahnya cemerlang bagai cahaya rembulan,maka, di situlah Surga,walaupun letaknya di dasar sumur. Sumber: Rumi, Matsnavi III: 3808 - 3811Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Dipublikasikan pertama kali di ngrumi.blogspot.com pada Jumat, 24 Desember 2010.
Read More
Gemericik Suara Air

Gemericik Suara Air

Foto oleh Jimmy Chang on Unsplash Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak, yang bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat, sampai malam menjelang, dan mereka mangkat. Atau bagaikan orang yang baru terbangun, lalu bangkit, sambil masih mengantuk, tapi dibujuk untuk tidur kembali, oleh rayuan si perawat jahat; yang berbisik: "tidurlah kembali, sayangku, tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu tidur nyenyakmu." Jika engkau bijak, maka engkau, engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan yang…
Read More
Air Kehidupan

Air Kehidupan

Foto oleh Mohamed Nohassi on Unsplash Semua hal,terkecuali cinta kepada yang Maha Indah,walaupun tampak manis bagai gula,sebenarnya membuat jiwa menderita.Apakah itu penderitaan jiwa?Menyongsong kematian seraya tidak menggenggamAir Kehidupan. [1]Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua matamereka kepada bumi dan kematian: seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang Air Kehidupan.Berjuanglah sehingga seratus keraguanmu berkurang jadi sembilan puluh: bergeraklah maju kepada Allah pada malam harinya alam ini; karena jika engkau tertidur, sang malamlah yang akan meninggalkanmu.Di tengah gelapnya malam, carilah Siang yang terang:ikutilah Akal Sejati yang menelan kegelapan.Di balik hitamnya jubah malam, yang sewarna kejahatan, terdapat banyak kebaikan: Air Kehidupan itu pasangan kegelapan.Tapi bagaimana…
Read More
Kebakaran Besar di Masa Sayidina Umar ra

Kebakaran Besar di Masa Sayidina Umar ra

Gambar oleh LoggaWiggler dari Pixabay Sebuah kebakaran besar terjadi di masa kekhalifahan Sayidina Umar ra: kobarannya menelan bebatuan layaknya api menghancurkan kayu kering. Api menelan rumah dan bangunan, melonjak tinggi sampai mengancam burung-burung dan sarang mereka. Separuh kota tertelan api; air bagai gentar dan gagap menghadapinya. Mereka yang masih bisa berfikir terus menyiramkan air, bahkan cuka, untuk memadamkannya. Sungguhpun demikian, kobaran api malah meningkat, sampai datang bantuan dari yang Tunggal, yang tak-Terbatas. Orang-orang bergegas mendatangi Umar ra, sambil berkata, "api itu sama sekali tidak dapat dipadamkan dengan air." Beliau ra. menjawab, "api itu adalah salah satu tanda dari Allah: itu…
Read More
Tunaikanlah Maharnya

Tunaikanlah Maharnya

Gambar oleh Rothart dari Pixabay Karenanya, bersama siapapun engkau ingin bersanding, tunaikanlah maharnya: tenggelamkan dirimu sepenuhnya dalam kecintaanmu, seraplah bentuk dan ciri-cirinya. Jika yang engkau kehendaki adalah cahaya, siapkanlah dirimu untuk menerimanya. Jika engkau ingin berjarak dari Tuhan, pupuklah cinta diri-sendiri dan menjauhlah. Jika engkau ingin mencari jalan keluar dari penjara lapuk ini, [1] jangan palingkan wajahmu dari Sang Kekasih, sujud dan mendekatlah. [2] Catatan: [1] Jika ingin jiwa bebas dari penjara jasmani. [2] QS [96]: 19 . Sumber: Rumi: Matsnavi, I: 3605 - 3607.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Pertama kali diunggah di:http://ngrumi.blogspot.com/2009/10/tunaikanlah-maharnya.htmlpada 23 Oktober…
Read More
Salah Mengeluh

Salah Mengeluh

Nurul bersama ikan Papakullu, di pantai Tope Jawa, 6 Agustus 2010 Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb-nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia, engkau bergegas ber-khalwat bersama Rabb-mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi: Matsnavi  IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2010/10/salah-mengeluh.html pada 18…
Read More
Tersibukkan Urusan Dunia

Tersibukkan Urusan Dunia

Senyum si bayi, RSAI Bandung, 20 September 201 Takdir itu bagaikan Singa,yang menyeret diri kita, yang sedang tersibukkan urusan dunia,menuju ke hutan kematian. Karena takut miskin,orang menceburkan diri ke dalam lautan dunia,sampai nyaris tenggelam. Jika yang mereka takuti adalah Dia,yang menciptakan bagi mereka sedikit kemiskinan, [1]maka harta-karun akan muncul dengan sendirinya.  [2] Karena takut akan bala-bencana,orang malah tenggelam dalam inti dari bala-bencana:dalam mencari kemegahan penghidupan di dunia,mereka kehilangan kehidupan sejati. Catatan: [1] QS [2]: 155 [2] Harta karun: Sesuatu yang disimpan dalam inti qalb insan, dan dijaga dengan pagar syariah para nabi, lihat QS [18]: 82. Sumber:  Rumi: Matsnavi  III 2204 -…
Read More
Anak Panah dari Busur yang Lebih Besar

Anak Panah dari Busur yang Lebih Besar

Foto: pertama kali si bayi ke rumah Aki, di Kadungora, 13 Agustus 2010 Aku seorang pencinta,dan dari cinta-Nya,aku tak menghindar. Aku seorang ksatria,dan dari medan perang,aku tak menghindar. Layaknya seekor singa,kuserang para singa lain.Tapi bagai seekor rubah,dari jepitan kepungan,aku tak menghindar. Walaupun lengkung lelangit tujuanku,dari jebakan alam-dunia,aku tak menghindar. Walaupun aku ini obat bagi bermacam penyakit,tapi dari rasa-sakit orang lain,aku tak menghindar. Kuikuti para nabi dengan seluruh jiwaku,tapi dari rekan yang jahat,aku tak menghindar. Aku hidup dalam wadah kecil,bernama kehidupanku ini;aku masih tinggal disini, karena jiwaku tak menghindar. Satu-satunya sebab diterpanya akuoleh anak-panah lirikan-Nya, adalah karena dari anak-panahyang berasal dari busur yang…
Read More
Semuanya Beringsut dengan Enggan di Jalan Ini, kecuali…

Semuanya Beringsut dengan Enggan di Jalan Ini, kecuali…

Foto: Antón Jáuregui on Unsplash Sang Nabi saw, berkata,para ahli surga itu lemah dalam berdebat karena keagungan pencapaian mereka; Karena sempurnanya kehati-hatian mereka dan menganggap rendah diri sendiri, bukan karena lemah-akal, pengecut atau lemah-iman. Dengan memberikan keuntungan kepada lawan mereka,diam-diam mereka mendengar hikmah ayat "... dan kalau tidaklah terdapat disana para lelaki beriman ..." [1] Maka, tidak menyentuh kaum kafir yang tercela itu menjadi suatu tugas, demi membebaskan kaum beriman. Bacalah kisah perjanjian Hudaibiya: "... adalah Dia yang menahan tanganmu dari mereka..."; dari sabda itu pahamilah keseluruhan kisah. [2] Bahkan dalam kemenangan, sang Nabi saw, memandang dirinya sendiri dikendalikan oleh buhul-tali Keagungan Ilahiah. (Beliau saw, bersabda,) "Bukanlah aku tertawa…
Read More