
Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara, kepada Rabb-nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua kelimpahan yang engkau terima, yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu, dia hadiah untukmu, dia yang menguasai hatimu; karena dia, engkau bergegas ber-khalwat bersama Rabb-mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya.
Sumber: Rumi: Matsnavi IV: 91 – 95
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2010/10/salah-mengeluh.html
pada 18 Oktober 2010