Tertidur dan Tengah Bermimpi

Tertidur dan Tengah Bermimpi

di atas Selat Makassar, hs, 2012 Seseorang yang lama tinggal di sebuah kota, tertidur; dan di dalam tidurnya melihat kota lain, yang penuh kebaikan dan keburukan; hingga kotanya semula hilang dari ingatannya. Seharusnya, dia berkata pada dirinya sendiri, seperti ini: "Ini adalah kota yang baru, aku adalah seorang asing di sini;" Sebaliknya, dia membayangkan selalu tinggal di kota baru itu, dilahirkan dan dibesarkan di situ. Apakah mengherankan, jika kemudian jiwa tak ingat lagi akan kampung-halamannya dan tanah kelahirannya? Karena alam-dunia ini, bagaikan tidur, menyelimuti jiwa kita, bagaikan awan menyelimuti bintang. Apalagi saat ia melangkahkan kaki ke berbagai kota dan debu yang menutupi matanya, belum…
Read More
Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

foto dari wallpaperflare.com Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? -- di bumi engkau tak dikenal. Kau cicipkan rasa-manis ke dalam hati; seraya kau remukkan ribuan hati dengan pesonamu. Saat ini kau tinggal di dalam raga, tapi ada saat ketika kau lewati lelangit, kau tembus batas-batas semesta. Apa sulitnya ruh menemuimu? --bukankah engkau sayap dan bulunya. Mengapa pandangan tak melihatmu? --bukankah engkau sumber penglihatan. Apa yang akan terjadi pada jiwa tembagamu, ketika sang Ahli Kimia tiba? --bukankah akan diubah jiwamu menjadi emas. Apa yang akan terjadi pada bibitmu yang kecil ketika tiba…
Read More
Lepaskanlah Pikiranmu

Lepaskanlah Pikiranmu

foto oleh Mohan Nannapaneni dari Pexels Lepaskan pikiranmu, biarkan jiwamu masuk ke alam khayal. Pikiran itu hijab, yang menutupi wajah cemerlang sang rembulan. Qalb yang tersucikan adalah rembulan, disana tak ada tempat bagi pikiran. Aneka macam pikiranmu, alirkanlah menjauh kembali ke arusnya. Sumber:Runu: Rubaiyat, F#84Diterjenahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandDiterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More