Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Surga di Dasar Sumur

Surga di Dasar Sumur

Photo by Filipe Delgado on Pexels.com Sang terkasih bertanya kepada pemujanya,"Wahai pemuda, telah kau jelajahi berbagai negeri,yang manakah yang paling cantik?" Sang pemuda menjawab,"negeri tempat buah-hatiku berada." Di mana saja karpet kehormatantergelar bagi Sang Raja,di situ padang luas-membentang,walaupun tempatnya sesempit lubang-jarum. Di mana pun adanya seorang seperti Yusuf,yang wajahnya cemerlang bagai cahaya rembulan,maka, di situlah Surga,walaupun letaknya di dasar sumur. Sumber: Rumi, Matsnavi III: 3808 - 3811Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Dipublikasikan pertama kali di ngrumi.blogspot.com pada Jumat, 24 Desember 2010.
Read More