Beranda – Salin

Mengapa Berbangga-diri dan Angkuh?

https://wallpaperswide.com/man_watching_the_sun-wallpapers.html Mengapa berbangga-diri dan angkuh?Takkan bisa engkau memikat mataharidengan berselingkuh. [1]Berhentilah berjalandalam bayanganmu sendiri,berkubang dalam pikiranmu yang dungu.Angkat kepalamu, tataplah ke arah matahari, [2]menjelajahlah diantara bebungaan,jadilah insan sejati.Jangan tinggal dalam kegelapan, seperti burung malam;bisa disantap engkau oleh raksasa,yaitu khayalanmu sendiri.Bangkitlah,carilah cahaya,tataplah ke arah matahari. Catatan:[1] Berselingkuh, istilah yang dipakai para Syaikh untuk menyebut mereka yang menyatakan dirinya pencari Tuhan tapi sebenarnya hanya mencari ciptaan-Nya.[2] Matahari, al-Haqq. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1378.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin.Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012.
Read More

Rahmat-Nya yang Tersembunyi

"Pelana" Gunung Gede, Cipanas, Cianjur, Juli 2023 Engkau bagai Langitdan aku seperti Bumi,yang terpesona pada apa-apayang Kau tumbuhkan dalam hatiku.Haus aku, kering bibirku,hanya rahmat-Mu berupa hujanyang dapat mengubah bumi menjadi sebuah taman mawar.Karena-Mu ia mengandung sesuatudan Engkaulah yang tahu bebannya.Ia bergetar, ia berputar, ia merintih,ia melahirkan suatu dambaan Ilahiah.Sang Kekasih merawat pencinta-Nyadan melimpahi mereka bermacam hidangan.Terkadang diikat-Nya merekadengan tali nalar fikiran;kali lain dibebaskannya mereka agar menari.Pandanglah taman penuh aneka bunga,tak mampu mereka menahan luapan kegembiraan.Pandanglah kuasa Ilahiah Sang Tunggalmengubah tanah lempung hina menjadi bentuk yang anggun.Semua yang kita tatap ini adalah hijabdari Matahari yang tak pernah tenggelam itu;Matahari yang sudah…
Read More

Lepaskanlah Beban

di Masjid SGD, Kasepuhan, Cirebon, Desember, 2025 Lepaskanlah beban kehidupan ini,agar dapat kukunjungitaman kaum yang shaleh.Lalu, bagai ashabul-kahfi,kutelusuri jalan penuh karuniaketika tak lagi kuterjaga,bukan pula kutertidur.Ku kan berbaring ke sebelah kanan,atau ke sebelah kiri;tak akan aku berguling bagai bola,kecuali tak sengaja.Seperti itulah, wahai Al-Hakim,Engkau membolak-balikkan akukadang ke kanan, kadang ke kiri. [1]Ratusan ribu tahun aku melayangkesana-kemari, bak debu di udara. [2]Telah kulupakan keadaan saat itu,tapi ketika jiwaku tengah lebur,dibawa aku kembali ke sana,dan perlahan ingatanku pulih.Setiap malam kudamba kemerdekaandari salib bercabang empat ini, [3]dan melesat dari wadah sementara yang sesak ini,menuju padang ruhaniah nan lapang.Bersama sang juru-rawatku: tidur yang lebur,kuhirup…
Read More

Masihkah Mendua

foto: djonk creative dari unsplash Diberi engkau:dua tangan. dua kaki dan dua mata;tetapi jika yang hatimu dambakan,dan yang Sang Kekasih kehendaki bagimu,dua hal yang berbeda,maka apa manfaatnya itu bagimu? Kau sebut dirimu seorang pencinta, tapi ucapanmu itu hanya penghias bibir;jika kau pandang seorang pencinta sejatidan Sang Kekasih sebagai dua hal yang berbedamaka penglihatanmu mendua, atau kau salah menghitung. Sumber:Rumi: Rubaiyat #18. Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star,dalam Rumi: In  the Arms of the Beloved, TCE,  Penguin Group (USA), 20008.Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva. 
Read More

Mi’raj kedalam Perut Paus

Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi bagaikan di langit; dan bukan terbenam ke bumi. Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka mi'raj-ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus; aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus;" kedekatan pada al-Haqq itu di luar perhitungan. Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada al-Haqq itu artinya kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak ke atas atau ke bawah dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal nanti, jauh, atau terlambat. Sumber ilmu dan khazanah al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami…
Read More

Bersandarlah kepada Rencana-Nya

Wahai sahabat yang berpagi-pagi bangkit,siapakah yang ketika menanti fajar, [1]bertemu kami sedang menari berputarbagaikan atom?Siapakah yang beruntung:yang ketika mencari air ke bibir sungai,malah mendapati bayangan Sang Rembulandi permukaannya? [2]Apakah ada yang bagaikan Ya’qub:ketika rindu harumnya Yusuf,mencium baju gamisnya; [3]malahan menemukan cahaya matanya itu.Atau bagaikan seorang Arab Badui yang haus,menurunkan timba ke dalam sumur,lalu ketika diangkatnya, mendapatkan sosokyang sedemikian indahnya. [4]Atau seperti Musa, ketika melihat api,lalu menembus semak-belukaruntuk mendapatkan manfaat api itu,tiba-tiba menemukan ratusan fajardan matahari terbit. [5]Isa masuk kedalam rumahuntuk menghindari kejaran musuh;tiba-tiba dari rumah itu didapatinyasebuah lorong menuju ke langit. [6]Atau seperti Sulaimanyang membelah seekor ikan,dan dalam perut ikan…
Read More

Wahai Pencari, Berhijrahlah

Flying over Maros un the way home, Feb 12, 2017 Jika pohon punya sayap atau kaki, tentulah ia bisa bergerak, sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji atau dari pukulan kampak. Dan jika matahari tak bergegas ketika malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi ketika fajar merekah. Dan jika air tidak menguap dari laut ke langit, kapankah taman akan dialiri sungai dan dibasahi hujan. Ketika setitik benih bergerak dari sumbernya ke tujuan, ditemukannya rumahnya, dan lalu menjadi sebutir mutiara. Bukankah Yusuf, walau sambil berlinang air-mata, mengembara meninggalkan ayahnya. Bukankah dalam pengembaraan itu, dia menemukan kerajaan, ketenaran dan kemenangan? Bukankah Musthafa berhijrah,…
Read More
Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Mencintai Pasangan

Mencintai Pasangan

Masjid Agung Jawa Tengah, Januari 2024 Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang…
Read More
Tuan Rumah

Tuan Rumah

Fajar di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Para penempuh Jalan, dimana kalian?Kekasih Tercinta ada disini! [1]Dambaanmu tinggal di ruang sebelah.Sejak awal bertetangga! [2]Mengapa engkau berkelanakesana kemari, menjelajah gurun?Jika tatapanmu menuju ke Wajah yang Tercinta, [3]dan tak hanya ke bentuk permukaan,maka dirimulah yang menjadirumah bagi Rabb:engkaulah tuan rumah bagi-Nya.Berkali-kali kau tempuh jalanmenuju rumah itu.Kali ini, masuklah ke dalam,panjatlah atapnya.Rumah indah yang suciyang ciri-cirinya telah kau paparkandengan rinci.Kini tunjukkanlah padakuciri-ciri rumah Rabb.Jika telah kau kunjungi Taman itu,mana oleh-oleh rangkaian bungadari sana?Jika kau telah sampai Laut-nya Rabb,mana mutiara indah, jiwamu:Sang Pribadi?Bagaimanapun,semoga jelajahmu selama inimembawamu ke gudang harta-karun.Sungguh sayang,jika tak kau sadari,harta-karunmu terkuburdi dalam dirimu…
Read More