khazanah

Menatap Khazanah-Nya

Menatap Khazanah-Nya

Pada sebuah tengah malam di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Penglihatan seorang pencari kebenaranmenembus yang mewujud,menatap yang tersembunyi.Apa yang dicerap panca indrahanya bagai sebuah bayangan.Kita semua tengah mencari sesuatuyang belum tampil dalam wujud:pengemis mencari recehan,pedagang mencari untung,petani menanti panen,murid mencari ilmu,dan sang pencari, pencerahan.Ketiadaan adalah gudang khazanah Tuhan,yang isinya sedang menurun, mewujud. Sumber:Rumi: Matsnavi VI: 1360 - 1367.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012
Read More

Wahai Pencari, Berhijrahlah

Flying over Maros un the way home, Feb 12, 2017 Jika pohon punya sayap atau kaki, tentulah ia bisa bergerak, sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji atau dari pukulan kampak. Dan jika matahari tak bergegas ketika malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi ketika fajar merekah. Dan jika air tidak menguap dari laut ke langit, kapankah taman akan dialiri sungai dan dibasahi hujan. Ketika setitik benih bergerak dari sumbernya ke tujuan, ditemukannya rumahnya, dan lalu menjadi sebutir mutiara. Bukankah Yusuf, walau sambil berlinang air-mata, mengembara meninggalkan ayahnya. Bukankah dalam pengembaraan itu, dia menemukan kerajaan, ketenaran dan kemenangan? Bukankah Musthafa berhijrah,…
Read More
Cahaya dan Bayangan

Cahaya dan Bayangan

Emir Bozkurt, Pexels Tak mungkin suatu semesta terpisahdari semesta-semesta lainnya.Tidak mungkin basah terpisah dari air,suatu langkah dari gerakan lainnya.Takkan padam nyala api dengan api lainnya;wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta,jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1]carilah kuasa ini dari Sang Matahari.Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari,pada akhirnya, kan kau dapati bayangansenantiasa bersamamu.Yang melayanimu adalah dosa-dosamu,yang menolongmu adalah sakitmu,nyala lilinmu adalah kegelapanmu,pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.Hal ini kan kujelaskan,hanya jika telah kuat hatimu;sebab jika remuk kristal-gelas hatimu,takkan pernah ia pulih.Mestilah engkau miliki, dan sandingkankeduanya: cahaya dan kegelapan;dengarkanlah anakku,bersujudlah dalam-dalam di…
Read More
Khazanah Tersembunyi

Khazanah Tersembunyi

Di dalam Masjid Demak, foto oleh hs, 2014 "Wahai Rabb," Nabi Dawud as, bertanya,"Karena Engkau sedikitpun tidak membutuhkan kami, maka jelaskanlah mengapa Engkau ciptakan kedua alam?"   [1]Rabb menjawab,"Wahai insan,Aku adalah sebuah khazanah tersembunyi,  Kucinta jika khazanah kasih-sayang dan kepemurahan diungkapkan.   [2]Kutampilkan sebuah cermin:bagian mukanya adalah qalb,bagian belakangnya adalah alam dunia;Jika bagian mukanya tak engkau ketahui,maka bagian belakangnya tampak lebih baik."  [3]Jika jerami masih bercampur dengan tanah-liat,bagaimana mungkin cermin dapat berfungsi.Ketika engkau pisahkan jerami dari tanah-liat,cermin menjadi jernih.Buah-anggur tidak berubah menjadi minuman,seandainya tidak diragikan di dalam guci;Jika ingin qalb-mu tumbuh cemerlang,perlu engkau lakukan sedikit upaya.Kepada jiwa yang keluar dari tubuh,berkata Sang Raja: "Engkau datangsebagaimana engkau bertolak:dimanakah…
Read More
Datang Semata untuk Bersaksi

Datang Semata untuk Bersaksi

di Panenjoan, Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat – 2016 Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,"kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]Karena kita telah membenarkan,maka dalam persidangan ini ucapandan tindakan kita menjadi saksi dan buktibagi kesepakatan itu.Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.Bukankah kita datang ke sini untuk memberikan persaksian?Wahai saksi,berapa lama lagi engkau diperiksadi ruang sidang Sang Hakim?Segeralah berikan pernyataanmu.Engkau telah dipanggil ke sini,dan telah datang engkau, [3]semata untuk bersaksi.Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulutmaupun tanganmu. [4]Kecuali engkau berikan pernyataan itu,wahai saksi, bagaimana caranyaengkau akan keluar dari sidang…
Read More
Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More
Tangga ke Langit

Tangga ke Langit

Kadungora, Garut   Indera ragawi adalah tangga ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih masuk ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian…
Read More