Beranda – Salin

Berlindung pada Kesucian

Berlindung pada Kesucian

Masjid Menara Kudus, 2025 Jangan bawa pedang kayu ke medan perang.Berupayalah mencari pedang baja;lalu majulah dengan gembira.Perlindungan seorang sucibagaikan pedang al-Haqq:waktu yang kau curahkan bersamanyasetara nilainya dengan secangkir air kehidupan.Semua orang bijak sepakat:seorang yang 'arif billahadalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya.Kebersamaan dengan seorang sucimembuatmu bagaikan seperti dirinya.Walau kau sebelumnya bagaikan batuatau granit,kau akan menjadi bagai sebutir permata,saat kau menemukan seorang pemilik qalb.Tanamkanlah kecintaaan kepada orang sucidalam-dalam di dalam jiwamu;jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun,tetapi cintailah mereka,yang qalb-nya membawa berita gembira.Janganlah kau hampiri keputus-asaan,dekaplah harapan.Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan,matahari ruhaniah itu sungguh ada.Aspirasi hatimu akan memandumuke arah seorang pemilik qalb,sementara syahwatmu…
Read More
Menatap Khazanah-Nya

Menatap Khazanah-Nya

Pada sebuah tengah malam di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Penglihatan seorang pencari kebenaranmenembus yang mewujud,menatap yang tersembunyi.Apa yang dicerap panca indrahanya bagai sebuah bayangan.Kita semua tengah mencari sesuatuyang belum tampil dalam wujud:pengemis mencari recehan,pedagang mencari untung,petani menanti panen,murid mencari ilmu,dan sang pencari, pencerahan.Ketiadaan adalah gudang khazanah Tuhan,yang isinya sedang menurun, mewujud. Sumber:Rumi: Matsnavi VI: 1360 - 1367.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012
Read More
Hembusan Keikhlasan

Hembusan Keikhlasan

Foto, dari Saung Ranggon, 7 Mei, 2025 Air dan tanah lempungketika menghirup hembusan Isa as,mengembangkan bulu dan sayap,menjadi seekor burung,dan terbang.Puja-pujimu pada Tuhanadalah hembusan dari jasadmu,yang terbentuk dari air dan tanah lempung:ia dapat menjadi seekor burung di Jannah,jika kau naikkan dengan keikhlasandari dasar hatimu. Catatan:"... sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah..."(QS 'Ali Imran [3]: 49) Sumber:Rumi: Matsnavi I: 866 - 67.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More
Lari dari Izrail, as

Lari dari Izrail, as

Foto, Egypt, oleh Lorella Castillo Suatu pagi,ke majelis Nabi Sulaiman as, yang sedang beradadi gedung pengadilan, masuklah seorang bangsawan,berlari, tergopoh-gopoh.Wajahnya pucat karena sedih,bibirnya membiru.“Sakitkah engkau, Khwajah?”tanya Sang Raja.Ia menjawab, “Ketika Izrail melemparkan pandangankepadaku, dia penuh amarah dan kebencian.”“Nah, sekarang katakan, apa yang engkau inginkan?”“Wahai pelindung hidupku, kumohon padamu,perintahkanlah angin membawaku langsung ke India:semoga sesampainya disana, jiwa hambamu ini selamat dari kematian.”Wahai, betapa banyak orang berlomba-lomba,melarikan diri dari kemiskinan;malah terjatuh mereka kedalam rahang serakahdan panjang angan-angan.Ketakutanmu akan kemiskinan bagaikan kengerianorang itu: ketahuilah, keserakahan dan panjangnyaangan-anganmu adalah India dari kisah ini.Nabi Sulaiman memerintahkan anginsegera membawanya melintasi samudera,ke pedalaman India.Keesokan harinya, dalam sebuah…
Read More

Sebuah Damba

Pada sebuah malam yang sejuk dan berangin di atas Masjid Nabawi,Februari, 2024 Telah beratus kali aku mati,wahai Kekasih;keharuman-Mu membuatkuselalu bangkit kembali.Telah beratus kali aku kehilangan jiwa,tapi suara-Mu selalu mengembalikanya.Perjanjian diantara kitadi saat yang mendebarkan itu:Kau tetap bersetia,sementara telah beratus kali aku ingkar,tertipu aku oleh hasratku sendiri,ingin meraih-Mu semauku.Bilakah kudapat memandang-Mu kembali,seraya mempersembahan hatikubagi cinta-Mu?Engkau bagai matahari,menyala di hati para Insan Sejati;membuat hatiku berpendar,bagaikan rembulan,berputar berkeliling di langit nan biru. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1689.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh RAJ Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Saksi Terkasih

Saksi Terkasih

Masjid Agung di Semarang, 25 Desember 2017 Muhammad (saw) itu pemberi syafa'atatas segala jenis aib,karena tatapannya tak pernah teralihkan pada hal lain: senantiasa tertujupada wajah Rabb.Ditengah kegelapan malam alam dunia ini,dimana matahari al-Haqq terhijab,dia menatap Rabb,dan meletakkan harapannya kepada-Nya.Pandangannya senantiasa disegarkan oleh maknasejati "bukankah telah Kami lapangkan dadamu?"  [1]dilihatnya hal-hal yang tak mampu Jibril tatap.Sang yatim, yang kepadanya Rabb limpahkankesegaran pandangan,menjadi mutiara yatim tunggal,yang dianugerahi panduan Ilahiah.Cemerlang cahayanya mengatasi mutiara lain,karena yang dikehendakinya adalahkehendak yang paling mulia.Seluruh kedudukan ruhaniah para abdi Allahjelas belaka bagi sang Nabi,karenanya Rabb menggelarinya: sang Saksi.   [2]Senjata sang Saksi adalah lisan yang tulusdan pandangan yang tajam--yang dari penjagaan malamnya--tak ada rahasia yang dapat menghindar.Walaupun ribuan saksi palsu mengangkat kepala mereka,sang Hakim mengarahkan telinganyakepada sang…
Read More
Terbanglah Wahai Jiwa

Terbanglah Wahai Jiwa

Foto oleh rejaul karim dari unsplash. Mengapakah jiwa tak terbang mengangkasa, ketika dari Hadirat yang Agung, sebuah ajakan nan ramah: 'Naiklah!' tertuju padanya? Mengapa seekor ikan tak melompat dengan gesit, dari tanah yang kerontang ke dalam air, ketika sampai ke telinganya, suara debur ombak dari lautan yang dingin ?Mengapakah seekor elang tak melesat dari sarangnya, menuju lengan Sang Raja; ketika didengarnya suara genderang, memberi perintah, 'kembalilah' ?Mengapakah tak setiap pejalan menari, bagaikan pendaran zarah, di hadapan Matahari Keabadian; yang menyelamatkannya dari kelapukan?Di hadapan yang Maha Agung dan Maha Indah, yang Maha Cantik, Sang Penganugerah kehidupan. Sungguh kejahilan dan kemalangan, jika…
Read More

Nama Sejati

Gerbang Mandala Sari, Juli 2025 Penghulu umat manusia, Adam, as:kepadanya Allah mengajarkannama-nama seluruhnya;dia memiliki ribuan ilmudi setiap pembuluh darahnya.Pada jiwanya terhimpun pengetahuanmengenai nama dari segala sesuatu ciptaansampai akhir zaman: dari yang telah,sampai yang akan, mewujud.Tidak ada panggilan yang telah diberikannyakepada sesuatu kemudian berubah,apa yang disebutnya cepat tidak akanlalu menjadi lambat.Siapa yang pada akhirnya menjadi seorang beriman,telah diketahuinya sejak awal; siapa saja yang akhirnya menjadi seorang yang kufur,sejak awal jelas belaka baginya.Apakah telah kau dengar nama dari segala sesuatudari dia yang telah diberi ilmu mengenai hal itu;dengarlah makna terdalam dari rahasiaDan telah diajarkan kepada Adam as, al-asma 'akullaha.... [1]Bersama kita, nama…
Read More

Pintu-pintu Menuju Taman-Mu

di Masjid Kudus, Mei 2025 Wahai Kekasih,manakah yang lebih mempesona,Wajah-Mu atau al-Jannah-Mu ini,yang begini luas.Bercahayalah, wahai rembulanku,Engkaulah inspirasi,bagi semua yang menatap langit malam.Yang asam akan berubah jadi manis.Prasangka diganti dengan Kebenaran.Gerumbul duri diubah jadi mekar bunga.Seratus tubuh akan bangkit hidup kembali,dengan satu hembusan-Mu.Kau taruh pintu demi pintu di langitKau taruh harapan dalam hati insan.Kau cekam setiap kecerdasan,Kau buat kedua alam terpesona pada-Mu.Wahai Kekasih,pipimu memerah,bagai mawar.Wahai Kekasih,Engkaulah pujaan alam ini,dan alam berikutnya,dan alam-alam berikutnya.Kelopak-kelopak jagung,berupaya keras,mencoba meniru satu warna-Mu.Semua jenis kebenaranlebur jadi satudi bawah injakan kaki-Mu.Seluruh nada lagukurindu menggemakan merdunya suara-Mu.Tanpa Engkau,pasar dan perniagaan sepi.Taman dan kebun longsortersapu air bah.Kau ajari…
Read More

Orang yang tak Ditawan oleh Cinta-Nya

Kubah Hijau, fajar 4 Maret 2024 Orang yang tak ditawan oleh Cinta-Nyabagaikan seekor burung tanpa sayap.Apa nilai pemahamannya akan dunia,tanpa mengenal Sang Maha Ilmu?Terikat akan cinta pada dirinya sendiri,dia dengan mudah tersesat;kemudian gentar menapaki jalan pencarian.Sang Kekasih adalah penjaga gerbang,hanya Dia yang dapat membukanya.Mereka yang tak mampu melewatinya, takkan pernah paham akan hakikat diri. Saat fajar tiba,mereka tetap tertidur.Sementara di langit insan sejati, matahari selalu bersinar. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 721. Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012
Read More