Beranda – Salin

Apalah Artinya Kelimpahan tanpa Pengemis

Masjid Nabawi, Februari, 2024 Apalah artinya kelimpahan tanpa pengemis?Keramahan tanpa tamu?Jadilah pengemis. Jadilah tamu;Karena kecantikan mencari cermin,Air memanggil pencari yang haus. Putus-asa dan kefakiranadalah ceruk pengikat merah-delima.Kefakiranmu adalah buraqmu,janganlah menjadi peti-mati,yang hanya menunggangpundak orang lain. Bersyukurlah kepada-Nyaakan keterbatasanmu;tanpa itu,boleh jadi engkau bersikap bagaikan Fir'aun.Musa as, merintih dalam do'anya,"Rabbi, inni lima anzalta 'ilayya min khayri fakiir." [1] Jalan Musa as. sepenuhnya tersusun dari putus-asa dan kefakiran,dan itu adalah satu-satunya Jalanmenuju Rabb. Sejak engkau bayi,kapankah keputus-asaanpernah mengecewakanmu? Jalan setapak yang ditempuh Yusuf as.membawanya dibuang kedalam sumur;janganlah menghindar dari papan-catur alam-dunia ini,karena ini adalah permainan-Nya,dan selalu kita yang terkunci-mati. Lapar membuat roti-tawarlebih lezat…
Read More
Cahaya dan Bayangan

Cahaya dan Bayangan

Emir Bozkurt, Pexels Tak mungkin suatu semesta terpisahdari semesta-semesta lainnya.Tidak mungkin basah terpisah dari air,suatu langkah dari gerakan lainnya.Takkan padam nyala api dengan api lainnya;wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta,jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1]carilah kuasa ini dari Sang Matahari.Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari,pada akhirnya, kan kau dapati bayangansenantiasa bersamamu.Yang melayanimu adalah dosa-dosamu,yang menolongmu adalah sakitmu,nyala lilinmu adalah kegelapanmu,pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.Hal ini kan kujelaskan,hanya jika telah kuat hatimu;sebab jika remuk kristal-gelas hatimu,takkan pernah ia pulih.Mestilah engkau miliki, dan sandingkankeduanya: cahaya dan kegelapan;dengarkanlah anakku,bersujudlah dalam-dalam di…
Read More
Pencinta tanpa Air-mata

Pencinta tanpa Air-mata

Bogor, 13 Juli 2011 Orang yang tak memiliki Kekasih Tercinta bagaikan manusia tanpa kepala. Orang yang kabur dari penjara Cinta bagaikan seekor burung tanpa sayap. Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang, yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia? Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang tanpa tameng pelindung. Orang yang tak bisa melihat kedalam dirinya sendiri bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian. Orang yang tak bisa membuka pintu qalb-nya sendiri, bagaikan pencinta tanpa air-mata. Dialah yang menempatkan sebuah pintu di tengah Jalan ini. Hanya yang menaruh pintu itu yang dapat membukanya. Mereka bilang, "bangun, bangun, fajar…
Read More
Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-Ahmed-Hilmi-IOttoman-Turkey-1913 Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb-mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal-mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih…
Read More
Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Hawa Nafsu: Induk Segala Berhala

Smaug sang naga, The Hobbit, dari wallpaperflare.com Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala: berhala jasmaniah itu bagaikan ular, sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga. Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu untuk menghasilkan api: berhala jasmaniah itu nyala-api, yang akan padam jika disiram air. Tetapi tidaklah mungkin menundukkan besi dan batu dengan air. Bagaimana insan yang sadar akan keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman? Jika berhala jasmaniah itu bagaikan air-hitam di dalam kendi; hawa-nafsu itu adalah pancuran yang mengeluarkan air-hitam. Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air-hitam; hawa-nafsu penghasil-berhala itu bagaikan mata-air yang penuh. Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi, tapi…
Read More

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012 Akhirnya,berangkat engkau,bertolak ke alam tak-kasat mata.Sungguh mengagumkan,caramu tinggalkan alam-dunia.Kau kibaskan sayap dan bulumu,kau lepaskan diri dari sangkarmu.Mengangkasa engkau ke langit,kau capai alam jiwa.Pernah engkau bagai elang ningrat,dikurung seorang wanita tua. [1]Lalu kau dengar genderang penyeru, [2]dan melesatlah engkaulintasi ruang dan waktu.Sebagai burung yang merindu,pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3]Ketika harum semerbak berhembusdari taman mawar,segera engkau bertolak,menjemput Sang Mawar.Anggur dari alam fana ini, [4]terkadang membuat pening kepalamu.Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian.Bagaikan sebatang panah [5]melesat engkau dari busur,tepat menghunjam ke inti kebahagiaan.Alam bayangan inimemberimu bermacam isyarat palsu.Tapi telah berpaling engkau dari maya,dan melangkah ke hadirat kesejatian.Kini, engkaulah…
Read More
Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Engkau niatkan menempuh seratus perjalanan: Dia menarikmu ke tempat lain. Ditariknya tali-kekang kuda ke berbagai arah agar kuda yang belum terlatih menyadari kehadiran penunggang. Kuda yang terlatih pesat larinya, karena dia tahu ada penunggang di atas punggungnya. Dia paterikan kepada hatimu seratus niat bulat; lalu Dia mengecewakanmu; lalu Dia meremukkan hatimu. Jika hanya sekali sayapmu dihancurkan, kehadiran Sang Penghancur sayap hanya sayup-sayup engkau tengarai. Tetapi karena Dia secara teratur memutuskan jaring-jaring rencanamu, maka tata-aturan Rabb bagimu akan jelas terbukti. Dalam berbagai peristiwa, terkadang keinginan dan tujuanmu tercapai. Agar melalui harapan tercapainya tujuanmu, hatimu dapat membangun sebuah niat; sehingga lalu Dia…
Read More

Apa yang Kau Bawa Untuk-Ku

Inten dan Nurul, 22 April 2005 Pada Hari Kebangkitan, al-Haqq akan bertanya: "Telah Kuberikan kesempatan untukmu, apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu? Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima inderamu? Telah engkau habiskan penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi; apa yang telah kau peroleh dari bumi? Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan dan kakimu itu mewujud sendiri." Sumber:Matsnavi III: 2149-2153Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh R. A. Nicholson.Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski,dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books,…
Read More
Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

refleksi laut, matahari oleh voshod-plyazh-oblaka-zerkalo Sang hamba kecintaan makhluk, yang dulu disanjung-puji dunia, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karena dia memakai baju pinjaman, dan lalu bersikap seolah memilikinya. Kami mengambilnya kembali, agar dia menjadi yakin, bahwa semua khazanah itu milik Kami, dan mereka yang cantik-molek itu hanyalah para peminjam; sehingga dia paham bahwa jubah-wujud itu hanyalah sebuah pinjaman, seberkas cahaya dari Matahari Wujud. Semua keindahan, kuasa, kebajikan dan kesempurnaan yang hadir ditempat ini bersumber dari Matahari Kesempurnaan. Berkas-berkas cahaya Sang Matahari itu, kini kembali pulang, bagaikan berputarnya bintang-bintang, meninggalkan dinding-dinding ragawi ini. Ketika cahaya matahari telah surut, semua…
Read More
Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Saat mengenang seorang sahabat di Cikutra Keindahan,yang diwarisi manusia dari Adam,yang kepadanya para malaikat bersujud,segera luruh,bagaikan jatuhnya Adam dari al-Jannah.Keindahan menjerit:"Mengapa? Setelah aku cemerlang,kini memburam?"Dia menjawab:"Salahmu adalah karena engkau hidupterlalu lama."Jibril menyeretnya, seraya berkata:"Pergilah dari al-Jannah ini,enyahlah engkau dari majelis indah ini."Ia bertanya:"Apa gerangan maksud dari direndahkansetelah aku sebelumnya dimuliakan?" [1]Jibril menjawab:"Dimuliakannya engkau adalah sebuahpemberian dari-Nya,sedangkan rendahnya engkau kini adalahpenghakiman-Nya atas nilai sebenarnya dirimu."Ia menjerit:"Wahai Jibril, bukankah telah bersujud engkau, [2]sebelumnya, dengan sepenuh dirimu,mengapa sekarang kau usir aku dari al-Jannah?""Jubahku tanggal, [3]ketika guncangan ini menimpaku,bagai daun kurma rontok di musim gugur."Wajah cerah berseri bak rembulan,jadi keriput bagaikan punggung kadal gurun,ketika…
Read More