rembulan

Sebuah Damba

Sebuah Damba

Pada sebuah malam yang sejuk dan berangin di atas Masjid Nabawi,Februari, 2024 Telah beratus kali aku mati,wahai Kekasih;keharuman-Mu membuatkuselalu bangkit kembali.Telah beratus kali aku kehilangan jiwa,tapi suara-Mu selalu mengembalikanya.Perjanjian diantara kitadi saat yang mendebarkan itu:Kau tetap bersetia,sementara telah beratus kali aku ingkar,tertipu aku oleh hasratku sendiri,ingin meraih-Mu semauku.Bilakah kudapat memandang-Mu kembali,seraya mempersembahan hatikubagi cinta-Mu?Engkau bagai matahari,menyala di hati para Insan Sejati;membuata hatiku berpendar,bagaikan rembulan,berputar berkeliling di langit nan biru. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1689.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh RAJ Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Bersandarlah kepada Rencana-Nya

Wahai sahabat yang berpagi-pagi bangkit,siapakah yang ketika menanti fajar, [1]bertemu kami sedang menari berputarbagaikan atom?Siapakah yang beruntung:yang ketika mencari air ke bibir sungai,malah mendapati bayangan Sang Rembulandi permukaannya? [2]Apakah ada yang bagaikan Ya’qub:ketika rindu harumnya Yusuf,mencium baju gamisnya; [3]malahan menemukan cahaya matanya itu.Atau bagaikan seorang Arab Badui yang haus,menurunkan timba ke dalam sumur,lalu ketika diangkatnya, mendapatkan sosokyang sedemikian indahnya. [4]Atau seperti Musa, ketika melihat api,lalu menembus semak-belukaruntuk mendapatkan manfaat api itu,tiba-tiba menemukan ratusan fajardan matahari terbit. [5]Isa masuk kedalam rumahuntuk menghindari kejaran musuh;tiba-tiba dari rumah itu didapatinyasebuah lorong menuju ke langit. [6]Atau seperti Sulaimanyang membelah seekor ikan,dan dalam perut ikan…
Read More
Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Saat mengenang seorang sahabat di Cikutra Keindahan, yang diwarisi manusia dari Adam, yang kepadanya para malaikat bersujud, segera luruh, bagaikan jatuhnya Adam dari al-Jannah. Keindahan menjerit: "Mengapa? Setelah aku cemerlang, kini memburam?" Dia menjawab: "Salahmu adalah karena engkau hidup terlalu lama." Jibril menyeretnya, seraya berkata: "Pergilah dari al-Jannah ini, enyahlah engkau dari majelis indah ini." Ia bertanya: "Apa gerangan maksud dari direndahkan setelah aku sebelumnya dimuliakan?" [1] Jibril menjawab: "Dimuliakannya engkau adalah sebuah pemberian dari-Nya, sedangkan rendahnya engkau kini adalah penghakiman-Nya atas nilai sebenarnya dirimu." Ia menjerit: "Wahai Jibril, bukankah telah bersujud engkau, [2] sebelumnya, dengan sepenuh dirimu, mengapa sekarang…
Read More
Bagai Purnama

Bagai Purnama

sumber foto: wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber:Rumi: Divan #2873Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita…
Read More
Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More
Wahai Rembulanku

Wahai Rembulanku

sumber; https://www.akhbarelyaom.com/en/6376/photo-of-the-day-meet-the-moon-on-a-road-trip Wahai rembulanku, tanpa-Mu, berderai air-mataku,bagaikan awan-hujan.Tanpa-Mu, aku terluka,usang dan kesepian.Terasing aku dari kehidupan,jika kududuk di bumi, tanpa-Mu.Ku kan mati karena malu,jika kuhidup tanpa-Mu. Sumber:Rumi: Rubaiyat  F#1556, Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,Teheran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More

Rayakanlah

Ramadhan telah tiba: Rayakanlah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa, Dialah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan. Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan. Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim, aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah tersimpan di dalam puasa. Sungguh terdapat padanya kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan selain rembulan yang ini. Ia tersembunyi di dalam tenda puasa bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak mendapatkan panen puasa bulan ini, carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang…
Read More
Rembulan di Puing Hati

Rembulan di Puing Hati

  Kubertanya,        "Wahai rembulan nan cantik,         dimanakah rumahmu?" Dia menjawab,        "Pada puing-puing hati-mabuk-mu. Aku lah matahari         yang menyinari reruntuhanmu. Masih lama kau kan tinggal        di padang gurun gersang ini."   Sumber:Rumi: Rubaiyat #1584dari Kolliyaat-e Shams-e TabriziDisunting oleh Badiozzaman Forouzanfar Tehran, Amir Kabir, 1988. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Ilustrasi:Foto dari FP FB "Arte & Ciencia.
Read More
Selalulah Dekat

Selalulah Dekat

foto oleh Marcus dal Coll dari Unsplash Jika menjauh dari naungan Sang Kekasih,menderita engkau tertimpa teriknya matahari.Bagaikan bayangan,selalulah dekat ke sisi Sang Kekasih.Sampai bercahaya engkau,bagai rembulan,lalu bagai matahari. Sumber:Rumi: Rubaiyat F #1674Penerjemah ke Bahasa Inggris: Zara HousmandPenerjemah ke Bahasa Indonesia: ngrumi.
Read More
Jalan yang Kau Cari

Jalan yang Kau Cari

Foto: Magelang, Januari, 2026 Jalan yang kau cari? Kau tengah duduk di tepinya.Kau cari rembulan, tapi terbutakan oleh sinarnya.Mengapa mencari keindahan, yang bagai wajah Yusuf?Jika kau menjadi Cinta Sejati: engkaulah Yusuf. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#1714Penerjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand.Penerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More