Berlindung pada Kesucian

Berlindung pada Kesucian

Masjid Menara Kudus, 2025 Jangan bawa pedang kayu ke medan perang.Berupayalah mencari pedang baja;lalu majulah dengan gembira.Perlindungan seorang sucibagaikan pedang al-Haqq:waktu yang kau curahkan bersamanyasetara nilainya dengan secangkir air kehidupan.Semua orang bijak sepakat:seorang yang 'arif billahadalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya.Kebersamaan dengan seorang sucimembuatmu bagaikan seperti dirinya.Walau kau sebelumnya bagaikan batuatau granit,kau akan menjadi bagai sebutir permata,saat kau menemukan seorang pemilik qalb.Tanamkanlah kecintaaan kepada orang sucidalam-dalam di dalam jiwamu;jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun,tetapi cintailah mereka,yang qalb-nya membawa berita gembira.Janganlah kau hampiri keputus-asaan,dekaplah harapan.Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan,matahari ruhaniah itu sungguh ada.Aspirasi hatimu akan memandumuke arah seorang pemilik qalb,sementara syahwatmu…
Read More

Rahmat-Nya yang Tersembunyi

"Pelana" Gunung Gede, Cipanas, Cianjur, Juli 2023 Engkau bagai Langitdan aku seperti Bumi,yang terpesona pada apa-apayang Kau tumbuhkan dalam hatiku.Haus aku, kering bibirku,hanya rahmat-Mu berupa hujanyang dapat mengubah bumi menjadi sebuah taman mawar.Karena-Mu ia mengandung sesuatudan Engkaulah yang tahu bebannya.Ia bergetar, ia berputar, ia merintih,ia melahirkan suatu dambaan Ilahiah.Sang Kekasih merawat pencinta-Nyadan melimpahi mereka bermacam hidangan.Terkadang diikat-Nya merekadengan tali nalar fikiran;kali lain dibebaskannya mereka agar menari.Pandanglah taman penuh aneka bunga,tak mampu mereka menahan luapan kegembiraan.Pandanglah kuasa Ilahiah Sang Tunggalmengubah tanah lempung hina menjadi bentuk yang anggun.Semua yang kita tatap ini adalah hijabdari Matahari yang tak pernah tenggelam itu;Matahari yang sudah…
Read More
Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

foto diambil dari Jesus in Islam - Wikipedia Inilah kisah tentang Isa putra Maryam,ketika dia menghindar dari orang-orang dungu,menjauh, hendak mengungsi,ke puncak sebuah gunung.Isa putra Maryam bergegas-cepatmendaki sebuah gunung.Sedemikian bergegas,bagaikan dikejar seekor singa.Seseorang mengejarnya, dan menyapanya,“Salam untukmu.Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu,mengapa engkau begitu terburu-buru?”Tetapi Beliau tetap berlari,sedemikian terburu-buru,tak mau berhenti untuk menjawab.Sang penanya bersikeras,terus dikejarnya Sang Nabi itu.Lalu, dia bertanya lagi,kali ini sampai harus berteriak:“Demi Tuhan,” serunya,“berhentilah sebentar!”“Sungguh aku bingung,apa yang membuatmu melarikan diri?”“Wahai Nabi nan mulia dan pemurah,Apa yang membuatmu bergegas-lari?Tak ada singa mengejarmu.Tiada pula ancaman atau wabah?”Sang Nabi menjawab,“Aku melarikan diri dari seorang yang tolol.Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku,janganlah…
Read More
Cahaya dan Bayangan

Cahaya dan Bayangan

Foto oleh Emir Bozkurt: https://www.pexels.com/photo/men-praying-in-mosque-15860613/ Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya. Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya. Takkan padam nyala api dengan api lainnya; wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta, jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain. Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan. Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1] carilah kuasa ini dari Sang Matahari. Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu. Yang melayanimu adalah dosa-dosamu, yang menolongmu adalah sakitmu, nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu. Hal ini kan kujelaskan, hanya jika…
Read More
Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-Ahmed-Hilmi-IOttoman-Turkey-1913 Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb-mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal-mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih…
Read More
Bersama Cahaya Rahmat-Nya

Bersama Cahaya Rahmat-Nya

foto dari wallpaper.com Betapa sepinya,di lautan Tuhan ini,sedikitpun tak tampak pantai.Dan kita bagaikan perahu di tengah malam,mencari arah hanya mengandalkancahaya Rahmat-Nya. Catatan:"Barangsiapa memasuki alam kubur tanpa berbekal amal shalih maka keadaannya seperti orang yang menyeberangi lautan tanpa menggunakan perahu."~ Abu Bakar Shiddiq ra. ~ Sumber:Rumi: Rubaiyat #12Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Kisah Elang Sang Raja

Kisah Elang Sang Raja

Elang Ular Bido yang masjh muda, hs, Tanjung Sari, April; 2010 Alkisah, terbanglah seekor elang, meninggalkan istana Raja, sampai dia tersesat ke rumah seorang nenek tua; yang sedang mengaduk tepung, di lantai rumahnya. Si nenek sedang menyiapkan makanan bagi anak-anaknya, ketika dilihatnya elang ningrat yang anggun itu. Segera kaki elang itu diikatnya, dipangkasnya sayapnya, dipotongya cakarnya, dan diberinya jerami untuk makanan. “Pastilah orang salah merawatmu,” katanya, “sayapmu terlalu lebar, dan cakarmu panjang.” “Itulah sebabnya engkau sakit, dan kini aku akan merawatmu.” Ketahuilah sahabat, demikianlah cara orang bodoh memperlakukanmu: orang bodoh sesat jalan. Sang Raja mencari elangnya kesana kemari, sampai akhirnya…
Read More
Salah Mengeluh

Salah Mengeluh

Nurul bersama ikan Papakullu, di pantai Tope Jawa, 6 Agustus 2010 Seorang hamba, yang tengah dirundung kesulitan, mengeluh, dengan berbagai cara,  kepada Rabb-nya. Dan Rabb berkata, "bukankah dengan semua derita dan sakitmu engkau menjadi taat dan berdo'a dengan berendah-hati kepada-Ku; Seharusnya yang engkau keluhkan adalah semua kelimpahan yang engkau terima,  yang menyebabkan engkau menjauh dari pintu-Ku." Sejatinya, musuhmu adalah obat bagimu: dia ramuan-penyembuhmu,  dia hadiah untukmu,  dia yang menguasai hatimu; karena dia, engkau bergegas ber-khalwat bersama Rabb-mu dan sepenuh-diri berusaha mencari Rahmat-Nya. Sumber: Rumi: Matsnavi  IV: 91 - 95 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2010/10/salah-mengeluh.html pada 18…
Read More
Datang Semata untuk Bersaksi

Datang Semata untuk Bersaksi

di Panenjoan, Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat – 2016 Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,"kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]Karena kita telah membenarkan,maka dalam persidangan ini ucapandan tindakan kita menjadi saksi dan buktibagi kesepakatan itu.Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.Bukankah kita datang ke sini untuk memberikan persaksian?Wahai saksi,berapa lama lagi engkau diperiksadi ruang sidang Sang Hakim?Segeralah berikan pernyataanmu.Engkau telah dipanggil ke sini,dan telah datang engkau, [3]semata untuk bersaksi.Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulutmaupun tanganmu. [4]Kecuali engkau berikan pernyataan itu,wahai saksi, bagaimana caranyaengkau akan keluar dari sidang…
Read More