Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More

Rahmat

di Makam Syaikh Ali Samsujen, Kediri, 2023 Ada di antara insan yang terpandu kecerdasan yang sangat tinggi tatarannya, mereka bagai malak dan cahaya murni. Mereka adalah para nabi dan wali, yang terbebas dari "ketakutan dan kesedihan" (QS [10]: 62). [1]Adapula di antara manusia yang yang kecerdasannya terkerdilkan oleh hasrat, sehingga tatarannya merosot bagaikan binatang ternak. [2]Diantara ke dua golongan itu terdapat kelompok yang tengah berjuang.Pada diri mereka tampil rasa sakit dan penderitaan dan mereka merasa tak puas dengan kehidupan yang tengah mereka jalani. Mereka adalah kaum beriman. Para wali menanti mereka, siap mengajak mereka mencapai tataran mereka yang sesungguhnya, lalu bergabung bersama para wali. Sementara…
Read More

Hanya Harapan yang Diperbolehkan Mengetuk Pintu

seorang nelayan berjuang di senja pantai Ayah, 3 juni 2012 Di dalam hati mereka, para Nabi bertanya: “Sampai kapan kami terus menyeru dan menasehati si fulan dan si fulanah? Sampai kapan kami harus membentuk sepotong besi dingin? Sampai kapan kami harus terus membisiki werangka yang kosong ini?” Setiap gerakan makhluk berlangsung karena ketetapan dan penunjukan Ilahiah: tajamnya gigitan berlangsung karena panasnya rasa-lapar di perut. Jiwa Pertama mendorong dan jiwa ke dua merespon: berubahnya bau ikan dimulai dari kepala, bukan dari ekornya. Kenalilah ini, dan tetaplah melesat bagai anak-panah, karena Allah telah bersabda: “Sampaikanlah;” tidaklah mungkin menghindar dari melakukannya. Dan tidaklah…
Read More