
Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah, karena kuncimu telah ditemukan. Wahai diri yang berpuasa, menahan-diri dari hidangan di Meja Terhormat, berbuka lah dengan gembira, karena hari raya pertama telah dimulai. Kini, heninglah, heninglah: karena kebajikan dari perintah "kun," telah membuat hening: ketakjuban mengatasi semua pembicaraan.
Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 631.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A. J. Arberry
Catatan:
“Al-Maidah” (Hidangan) yang menjadi nama surat ke 5 dari al-Qur’an Suci, menyampaikan rujukan terkait bahasan di atas, pada ayat-ayat:
(112) (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan maidah dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.
(113) Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.
(114) Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu maidah dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.
(115) Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.