Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Duduk di sebelahku di Masjid Nabawi, Februari, 2024

kawan duduk di Masjid Nabawi, Februari, 2024


Catatan:
Mengenai hidangan, “al-Maidah”: QS al-Maidah [5]: 112 – 115

( 112 )   (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”.

( 113 )   Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

( 114 )   Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

( 115 )   Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.

Sumber:
Rumi: Divan-i Syams, ghazal 1739.
dari terjemahan ke Bahasa Inggris oleh William C. Chittick
dalam “The Sufi Path of Love,”
SUNY Press, Albany, 1983.

Dan dari terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry
dalam “Mystical Poems of Rumi 2”
The University of Chicago Press, 1991.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *