Perhatikanlah

djonk-creative-3s1PFrCy488-unsplash
Perhatikanlah,
bagaimana setiap bagian alam berlalu,
dan bagaimana setiap orang tiba
melalui suatu perjalanan. [1]

Perhatikanlah,
bagaimana setiap orang,
dalam hasrat akan nafkah hariannya,
tunduk menghormat kepada penguasanya.

Perhatikanlah,
bagaimana setiap orang,
jatuh bersujud di kaki matahari,
bagaikan redupnya bintang-bintang,
tunduk pada terangnya sang surya. 

Perhatikanlah,
bagaimana setiap orang bergegas,
bagaikan arus mencari air,
berlomba-lomba mengalir menuju laut.

Perhatikanlah,
bagaimana sebuah jamuan kehormatan,
disiapkan dari dapur Sang Raja,
untuk setiap orang,
sesuai dengan kebutuhannya. [2]

Perhatikanlah,
bagaimana kecilnya lautan alam-dunia,
bagi para pencari sejati,
sehingga termuat di cangkir mereka. [3]

Perhatikanlah,
mereka yang nafkah hariannya wajah Sang Raja,
tersenyum mereka setiap saat,
memantulkan keindahan Sang Raja. [4]

Perhatikanlah,
dengan pandangan seorang Syamsi Tabriz:
lihatlah sebuah lautan yang lain,
penuh dengan mutiara. [5]

Catatan:
[1] Setiap makhluk setiap saat dalam siklus
diciptakan-ditiadakan, “setiap saat Dia dalam kesibukan.”
(QS [55]: 29).

[2] Menakjubkan bahwa setiap makhluk diketahui
dan dicukupi keperluannya oleh Sang Pencipta.

[3] Pengetahuan kesejatian yang diminumkan-Nya
kepada para pecinta-Nya melalui cangkir qalb mereka
jauh lebih berharga daripada alam dunia.

[4] Pencinta sejati yang tak lagi puas dengan
ciptaan; mereka baru lega ketika mengetahui bahwa
Sang Pencipta berkenan kepada mereka.

[5] Ayn al-haqq dari seorang Insan-Kamil,
menatap kepada inti (mutiara) Ilahiah yang tersimpan dalam
setiap ciptaan.

Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal 1910.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J Arberry,
dalam Mystical Poems of Rumi 2,
University of Chicago Press, 1979.
Juga berdasarkan terjemahan Ibrahim Gamard.

By hersoe

One thought on “Perhatikanlah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *