Menyambut Tamu Agung

Menyambut Tamu Agung

foto oleh Meghna.R di Unsplash Tamuku mendadak muncul. Terkejut, hatiku bertanya, "Siapa di situ?" Jiwaku menjawab, "Rembulan yang Agung." Sang Tamu ada di dalam rumah, tetapi kita--seperti kurang waras-- hilir-mudik di jalan-jalan mencarinya. "Aku di sini," terus dia memanggil dari dalam, sementara kita, bagaikan merpati, tak hentinya mendekur: "di manakah, di manakah engkau?" Seperti saat segerombolan orang, berkerumun di tengah malam, sambil mereka berteriak: "Tolong, ada pencuri!" Sementara sang pencuri, yang ada bersama mereka, ikut berteriak pula. Suaranya bercampur, dan akhirnya tenggelam ditelan suara gerombolan itu. Ayat yang berbunyi, "..Dia bersamamu.," [1] artinya: dalam pencarianmu akan Dia --Dia bersamamu--lebih dekat…
Read More
Lupa Asal Semula

Lupa Asal Semula

  Kampung-halamanmu sejatinya di lelangit sana, tetapi kau sendiri berpendapat Disini lah tempat-tinggalmu, di alam dunia yang tersusun dari debu. Di atas debu itu, kau coba lukis wajahmu, Tapi ada satu hal yang lupa kau gambarkan: kampung-halamanmu, rumahmu yang sejati.   Sumber: Rumi: Rubaiyat, F#1771 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More

Bahasa yang Berbeda

Bumi dilihat dari Bulan Kami bicara dengan bahasa lain, bukan lisan yang ini.Ada rumah yang lain, bukan neraka atau surgamu.Jiwa merdeka dihidupi dari sumber yang lain.Batu mulia murni ditambang dari tempat yang berbeda. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#403Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara Housmand.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More