Rayakanlah

Ramadhan telah tiba: Rayakanlah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa, Dialah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan. Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan. Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim, aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah tersimpan di dalam puasa. Sungguh terdapat padanya kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan selain rembulan yang ini. Ia tersembunyi di dalam tenda puasa bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak mendapatkan panen puasa bulan ini, carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang…
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More

Akhirnya Ia Menetap

Dan singgahlah ke hatiku cinta kepada-Mu, lalu ia beranjak pergi, dengan riang. Sekali lagi ia datang, tinggal sejenak, lalu bertolak pergi lagi. Dengan sopan aku mengundangnya tinggal: sebentar, barang dua, tiga hari. Akhirnya ia menetap, tak pernah lagi ia ingin tinggalkan hatiku.   (Rumi: Rubaiyat,  F#362) Penerjemah:  Zara Houshmand, ngrumi
Read More

Disana, Seluruhnya Penyaksian

Jika kau miliki telinga, dengarlah pesanku dengan jelas: dengan sepenuh hati berisikan Dia, beranjaklah tinggalkan dirimu. Jika kau lihat sesuatu, diamlah, tataplah apa yang tampil dengan jernih: Satu patah kata pun tak perlu kau ucapkan disana, seluruhnya penyaksian. Sumber: A.J. Arberyy, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

foto dari wallpaperflare.com Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? -- di bumi engkau tak dikenal. Kau cicipkan rasa-manis ke dalam hati; seraya kau remukkan ribuan hati dengan pesonamu. Saat ini kau tinggal di dalam raga, tapi ada saat ketika kau lewati lelangit, kau tembus batas-batas semesta. Apa sulitnya ruh menemuimu? --bukankah engkau sayap dan bulunya. Mengapa pandangan tak melihatmu? --bukankah engkau sumber penglihatan. Apa yang akan terjadi pada jiwa tembagamu, ketika sang Ahli Kimia tiba? --bukankah akan diubah jiwamu menjadi emas. Apa yang akan terjadi pada bibitmu yang kecil ketika tiba…
Read More
Rintihan Tawanan Dunia

Rintihan Tawanan Dunia

    Dari Candi Kedaton di Muaro Jambi, 8 Juli 2023 Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;   [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.  [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagiaku kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai qalb: mengingat…
Read More
Dan Tetaplah Engkau Sadar

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Curug Citambur, 1 Juni, 2023 Wahai Sana'i,  [1]Jika tak kau temukan satu pun sahabat,Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.Di alam dunia ini,tempat dari bermacam manusiadan beragam tugas,jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri.Setiap pengikut dari karavan ini,mencuri perbekalannya sendiri--waspadai dan jagalah bekalmu. [2]Sebagian besar orang berjual-belikeidahan dan cinta palsu--lewati ke dua sungai kering ini,dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir.Jika ada kawan yang menarik tanganmuke arah hal yang tak berarti,segera tarik tanganmudan jadikan dirimu seorang penolongbagi dirimu sendiri.Ciptaan-ciptaan yang cantik ini,bagaikan lukisan indah pada kanvas,menghijab aneka keindahan qalb,sibakkan hijab dan masuklahhadirlah bersama Yang Tercinta-mu.Hadirlah bersama Yang Tercinta,jadilah insan berakal-sejati,naiklah mengatasi kedua alam,tempatilah semestamu…
Read More
Lepaskanlah Pikiranmu

Lepaskanlah Pikiranmu

foto oleh Mohan Nannapaneni dari Pexels Lepaskan pikiranmu, biarkan jiwamu masuk ke alam khayal. Pikiran itu hijab, yang menutupi wajah cemerlang sang rembulan. Qalb yang tersucikan adalah rembulan, disana tak ada tempat bagi pikiran. Aneka macam pikiranmu, alirkanlah menjauh kembali ke arusnya. Sumber:Runu: Rubaiyat, F#84Diterjenahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandDiterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Panen Obat Khusus

Panen Obat Khusus

Yang kupanen dari rasa sakitkuadalah obat khusus untukku dan kedamaian.Ku tenggelam ke titik nadir, lalu dibangkitkan:bagai pulihnya iman dari kekufuran.Ketika raga, hati dan jiwa terserak-serak,jalan menghilang.Sampai raga mencair ke dalam hati,hati mencair ke dalam jiwa,dan jiwa ke dalam cinta itu sendiri. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#262Penerjemah: Zara Houshmand, ngrumi.
Read More