lelangit

Periksalah dengan Teliti

Periksalah dengan Teliti

  Mengenai lelangit yang sedemikian indah dan agung,Tuhan bersabda: "... maka pandanglah berulang-kali...".   Tentang atap cahaya itu,janganlah puas hanya dengan sekali pandang,periksalah dengan teliti,  "... adakah cacatnya?"   Karena Dia telah memerintahkanmuagar memeriksa dengan teliti atap yang sempurna itu--bagaikan kau mencari kesalahan orang lain--   maka akan kau sadari,betapa banyak pemeriksaan dan penyelidikanyang diperlukan oleh bumi yang gelap,agar memenuhi syarat.       Catatan: "... maka lihatlah berulang-kali, adakah kau lihat sesuatu yang cacat? " (QS al-Mulk [67]: 3).   Para pemuka ilmu hikmah menyatakan bahwa, "alam itu bagaikan insan yang besar,sementara insan itu bagaikan alam yang kecil."   "Memeriksa bumi…
Read More
Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

di Pantai Cimaja, 2015 Sang penjelajah langit berlalu:Debu naik dan mengambang di udara;Dia melaju, tapi debu yang dia tinggalkanMasih mengambang di sini.Pusatkan penglihatanmu ke muka,Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan;Debunya mengambang disini: tapi diaBerada di ketak-terbatasan. Sumber:Rumi: RubaiyatDiterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberrydalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More

Lupa Negeri Kelahiran

Wahai insan, kau miliki sebuah negeri di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu. Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Lupa Asal Semula

Lupa Asal Semula

  Kampung-halamanmu sejatinya di lelangit sana, tetapi kau sendiri berpendapat Disini lah tempat-tinggalmu, di alam dunia yang tersusun dari debu. Di atas debu itu, kau coba lukis wajahmu, Tapi ada satu hal yang lupa kau gambarkan: kampung-halamanmu, rumahmu yang sejati.   Sumber: Rumi: Rubaiyat, F#1771 Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More