Rintihan Tawanan Dunia

 

 

Dari Candi Kedaton di Muaro Jambi, 8 Juli 2023
Mesti berapa lama lagi,
kudapati diriku
terantai dalam penjara ini,
terantai ke dunia ini.

Telah tiba saatnya
kuraih kesejatian hidup;
dan aku bergerak, berderap,
menuju ke kemurnian.

Jika aku bisa tersucikan,
dan terbersihkan dari kotoran,
seterusnya tiada yang kucari
kecuali Dia semata.

Ketika aku diciptakan,
telah disediakan untukku
semesta dan istana;   [1]
sungguh aku ingkar
jika kuterima jabatan
hanya sebagai
seorang penjaga pintu.  [2]

Jika ku berhasil mengubah sikap
seperti penjaga pintu ini,
jika ku berhasil mengembalikan
akalku kepada kesejatiaannya,
bahagiaku kan datang
menggantikan kesedihanku.

Wahai qalb:
mengingat ini tentang kita berdua semata,
tentang warta yang datang padamu
di tengah malam: akan kuikuti pesan itu,
sebagaimana yang kau pahami.

Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh
menggantikan kakiku yang lamban,
semua halangan kan kulewati:
kembali ku akan mengangkasa,
kutembus ruang dan waktu.


Catatan

[1] Apa-apa yang disediakan-Nya bagi insan berrtakwa.

[2] Penjaga pintu, maksudnya, pencari dunia; mereka terpenjara oleh cinta mereka akan dunia.
Mereka tak paham kedudukan dan fungsi alam-dunia, sehingga terpenjara di dalamnya.

Sumber:

Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 1391.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nader Khalili,
dalam Rumi: Fountain of Fire,
Cal-Earth Press, 1994.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *