
Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana; [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu. [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagiaku kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai qalb: mengingat ini tentang kita berdua semata, tentang warta yang datang padamu di tengah malam: akan kuikuti pesan itu, sebagaimana yang kau pahami. Jika nanti sayapku telah kembali tumbuh menggantikan kakiku yang lamban, semua halangan kan kulewati: kembali ku akan mengangkasa, kutembus ruang dan waktu.
Catatan
[1] Apa-apa yang disediakan-Nya bagi insan berrtakwa.
[2] Penjaga pintu, maksudnya, pencari dunia; mereka terpenjara oleh cinta mereka akan dunia.
Mereka tak paham kedudukan dan fungsi alam-dunia, sehingga terpenjara di dalamnya.
Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 1391.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nader Khalili,
dalam Rumi: Fountain of Fire,
Cal-Earth Press, 1994.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.