Perhatikanlah

Perhatikanlah

djonk-creative-3s1PFrCy488-unsplash Perhatikanlah, bagaimana setiap bagian alam berlalu, dan bagaimana setiap orang tiba melalui suatu perjalanan. [1] Perhatikanlah, bagaimana setiap orang, dalam hasrat akan nafkah hariannya, tunduk menghormat kepada penguasanya. Perhatikanlah, bagaimana setiap orang, jatuh bersujud di kaki matahari, bagaikan redupnya bintang-bintang, tunduk pada terangnya sang surya. Perhatikanlah, bagaimana setiap orang bergegas, bagaikan arus mencari air, berlomba-lomba mengalir menuju laut. Perhatikanlah, bagaimana sebuah jamuan kehormatan, disiapkan dari dapur Sang Raja, untuk setiap orang, sesuai dengan kebutuhannya. [2] Perhatikanlah, bagaimana kecilnya lautan alam-dunia, bagi para pencari sejati, sehingga termuat di cangkir mereka. [3] Perhatikanlah, mereka yang nafkah hariannya wajah Sang Raja, tersenyum…
Read More

Bersama Kami: Ajakan Para Awliyya

Walaupun engkau bukan seorang pencari, ikutilah kami, ikutlah mencari bersama kami. [1] Walaupun engkau tak tahu bagaimana caranya menari dan bernyanyi, tirulah kami, bersama kami engkau akan menari dan menyanyi. [2] Bahkan seandainya engkau adalah Qarun, yang paling terkenal diantara hartawan, ketika engkau jatuh cinta, engkau akan menjadi seorang fakir. [3] Walaupun engkau seorang sultan, engkau akan menjadi seorang hamba, seperti kami. Satu lilin pada pertemuan ini, lebih bernilai daripada seratus lilin lain, cahayanya lebih terang. Apakah engkau masih hidup atau sudah mati, engkau akan kembali hidup, bersama kami. [4] Lepaskanlah rantai dari kakimu, melangkahlah ke taman mawar, mulailah tersenyum…
Read More
Mari Kita Berangkat

Mari Kita Berangkat

calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-ahmed-hilmi-ink-and-watercolour-on-paper-ottoman-turkey-1913.jpg Wahai para pencinta, bangkitlah!               [1] Saatnya kita terbang ke langit, cukup sudah kita tinggal di alam ini, saatnya bertolak ke sana.   Sungguhpun indah sangat kedua taman ini,                               [2] kita lewati saja, menuju ke Sang Tukang Kebun.   Mari teguhkan ruku kita ke arah Laut,          [3] layaknya arus deras, mari kita tunggang gelombang, melaju di permukaan sang Laut.   Mari kita berangkat, dari pemukiman penuh kesedihan ini,            [4] menuju…
Read More
Ketika Diusung Kerandaku

Ketika Diusung Kerandaku

Mandalasari Ketika diusung kerandaku di hari kematian, janganlah menyangka hatiku berada di alam-dunia ini. Janganlah menangisiku, dan menjerit, "kemalangan, kemalangan!" Bisa-jadi malah engkau terjatuh kedalam jebakan syaithan: itu baru kemalangan. Ketika engkau lihat jenazahku, janganlah engkau berseru, "perpisahan, perpisahan!" Pertemuan dan penyatuan adalah milikku saat itu. Ketika engkau masukkan aku ke liang lahat, janganlah engkau ucapkan, "selamat tinggal, selamat tinggal!" Karena kubur bagiku hanyalah selembar hijab, yang menyembunyikan pelukan al-Jannah. Setelah diturunkan ke lubang, tataplah kebangkitan; Tidaklah ditenggelamkan itu menyakiti matahari dan rembulan. Tampak bagimu ia tenggelam, padahal itu suatu kebangkitan: Bagimu kubur adalah penjara, padahal itu pembebasan jiwa. Bukankah…
Read More

Pukulan dari Langit

Ketika sebuah pukulan dari Langit menghantam dirimu, bersiap-siaplah, karena setelah itu akan kau terima hadiah penghormatan. Karena tak mungkin Sang Raja menamparmu, tanpa memberimu sebuah mahkota dan sebuah tahta untuk diduduki. Seluruh alam-dunia hanya senilai sebelah sayap kutu, tapi satu tamparan dapat memberimu ganjaran tak terperi. Cepatlah lepaskan lehermu dari rantai emas, yaitu dunia ini, dan terimalah tamparan dari Rabb. Para nabi telah menerima pukulan seperti itu di leher mereka, karenanya, kepala mereka tegak. Karenanya, wahai pencari, siapkan dirimu, selalu penuh perhatian: hadirkan dirimu, agar Dia temukan engkau di tempatmu. Jika tidak, Dia akan ambil kembali hadiah penghormatan itu, seraya…
Read More
Perbedaan Pendapat Mengenai Bentuk Gajah

Perbedaan Pendapat Mengenai Bentuk Gajah

Foto oleh Tijs van Leur di Unsplash Disebutnya nama Musa, telah menjadi sebuah rantai yang membelenggu pikiran para pembacaku, mereka pikir ini adalah cerita-cerita yang hanya terjadi dahulu kala. Disebutkannya Musa hanya berfungsi sebagai topeng, tetapi cahaya Musa adalah persoalan mutakhir, wahai sahabatku. Musa dan Fir’aun itu di dalam dirimu: engkau mesti mencari pihak-pihak yang berlawanan ini di dalam dirimu-sendiri. Pembangkitan Musa akan terus berlangsung sampai Hari Kebangkitan: Cahaya itu tidak berbeda, walaupun lampunya berlain-lainan. Lampu dari tanah ini berbeda dengan sumbu itu, tetapi cahaya mereka tidak berbeda: ia dari Alam Sana. Jika engkau terus memandang kaca lampu, engkau akan…
Read More

Hanya Engkau

Dari seluruh semesta, hanya Engkau saja yang kupilih, Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih? Hatiku bagaikan pena, dalam genggaman tanganmu. Engkaulah sebab gembiraku, atau sedihku. Kecuali yang Engkau kehendaki, apakah yang kumiliki? Kecuali yang Engkau perlihatkan, apakah yang kulihat? Engkaulah yang menumbuhkanku: ketika aku sebatang duri, ketika aku sekuntum mawar; ketika aku seharum mawar, ketika duri-duriku dicabut. Jika Engkau tetapkan aku demikian, maka demikianlah aku. Jika Engkau kehendaki aku seperti ini, maka seperti inilah aku. Di dalam wahana, tempat engkau mewarnai jiwaku, siapakah aku? apakah yang kusukai? apakah yang kubenci? Engkaulah yang Awal, dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir;…
Read More

Jika tidak Untukmu

Jika ada seseorang yang lisannya fasih, adanya pendengar akan membuatnya tampil. Semangat dan enersi seorang pengajar, bersumber dari muridnya. Boleh jadi seorang pemetik harpa menguasai dua-puluh empat macam gaya bermusik, tapi tanpa seorang pendengar, alat musiknya berubah jadi beban: tiada nada mampir ke ingatannya, sepuluh jarinya jadi kaku. Jika tidak ada yang mendengar pesan dari Yang tak-Terlihat, tiada nabi membawa wahyu dari Langit. Dan jika tiada mata melihat karya-karya Rabb, tak akan langit berputar, takkan pula bumi tersenyum dalam kesuburannya yang lembut. "Jika tidak untukmu," artinya           [1] seluruh penciptaan itu ditujukan bagi penglihatan yang memahami…
Read More