Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More
Do’a Berwujud Penghambaan

Do’a Berwujud Penghambaan

Foto oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda, "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran: kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Sumber:Rumi: Matsnavi  V: 1188 - 1191Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camilledan Kabir Helminski.Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persiaoleh Yahya…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More
Musuh Terbesarmu

Musuh Terbesarmu

Foto, Alexas Fotos Jika bukan karena perkasanya keakuanmu sendiri, yang telah menyergapmu dari dalam, takkan penghadang dari luar diri mampu mencelakaimu. Karena tuntutan syahwatmu, hatimu telah tersandera oleh kerakusan, cinta-dunia dan niat-buruk. Sekian lama terpenjara didalam dirimu sendiri, engkau berubah menjadi pencuri rakus, yang semakin lemah dihadapan kuasanya. Simaklah nasehat Sang Nabi nan bijak-bestari: "Musuh terbesarmu berada diantara ke dua sisimu." Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4063 - 4066Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.
Read More
Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

foto dari wallpaperflare.com Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? -- di bumi engkau tak dikenal. Kau cicipkan rasa-manis ke dalam hati; seraya kau remukkan ribuan hati dengan pesonamu. Saat ini kau tinggal di dalam raga, tapi ada saat ketika kau lewati lelangit, kau tembus batas-batas semesta. Apa sulitnya ruh menemuimu? --bukankah engkau sayap dan bulunya. Mengapa pandangan tak melihatmu? --bukankah engkau sumber penglihatan. Apa yang akan terjadi pada jiwa tembagamu, ketika sang Ahli Kimia tiba? --bukankah akan diubah jiwamu menjadi emas. Apa yang akan terjadi pada bibitmu yang kecil ketika tiba…
Read More
Rintihan Tawanan Dunia

Rintihan Tawanan Dunia

    Dari Candi Kedaton di Muaro Jambi, 8 Juli 2023 Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;   [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.  [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagiaku kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai qalb: mengingat…
Read More

Hijab Mencengangkan

Bagi seorang nabi, alam-dunia ini senantiasa bertasbih dengan memuji asma-Nya; sementara kita menganggapnya dungu tak berarah. Dalam penglihatannya, alam-dunia ini berlimpah cinta; sementara yang lain berpendapat ia beku dan mati. Dalam penglihatannya, lembah dan gunung bergerak dengan lembut: di dengarnya percakapan lirih antara tanah dan batu. Bagi mereka yang bodoh, alam dunia ini seperti benda mati, diam, tak bergerak. Sungguh tak pernah kudapati suatu hijab membutakan, yang lebih mencengangkan daripada hal ini. Sumber: Rumi: Matsnavi  IV: 3532 - 3535 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books, 1996. Berdasarkan terjemahan dari Bahasa…
Read More
Selalulah Dekat

Selalulah Dekat

foto oleh Marcus dal Coll dari Unsplash Jika menjauh dari naungan Sang Kekasih,menderita engkau tertimpa teriknya matahari.Bagaikan bayangan,selalulah dekat ke sisi Sang Kekasih.Sampai bercahaya engkau,bagai rembulan,lalu bagai matahari. Sumber:Rumi: Rubaiyat F #1674Penerjemah ke Bahasa Inggris: Zara HousmandPenerjemah ke Bahasa Indonesia: ngrumi.
Read More

Tinggalkanlah Kemarahanmu

Seorang lelaki menghampiri Isa ibn Maryam, dan bertanya, "Diantara semua yang tercipta, apa yang paling berat dipikul?" Beliau a.s menjawab, "yang paling berat adalah murka Allah; yang kepada hal itu: bukan saja kita, tapi bahkan neraka pun gemetar." "Dan apakah perlindungan kepada murka Allah itu?" Berkata Isa ibn Maryam, "tinggalkanlah segera kemarahanmu." Sumber: Rumi, Matsnavi IV: 113-115. Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.  
Read More