Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More
Apa yang kan Terjadi?

Apa yang kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat engkau keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat…
Read More
Tongkat Musa

Tongkat Musa

di kebun sayur, Cibodas, Lembang, awal April 2015. Pernah kuberada di taman-Mu,di bawah pohon,yang kabulkan semua keinginan.Sepenuh diriku terbakar,sehingga kumenari tanpa musik.Kini aku sesosok bayangan,kumenari seiring cahaya Matahari:kadang kuberbaring di tanah,kadang kuberdiri-terbalik, di atas kepalaku;kadang aku memanjang,kadang aku memendek.Bagai gerakan cahaya dan bayangan,melintas permukaan bumi,kujelajahi zaman.Akulah pangeran Mesir,dan pemandu Bangsa Israil.Bagi para ulama,akulah sang Pembawa Sabda.Terkadang aku jadi Kalam.Terkadang aku jadi tongkat di tangan Musa.Terkadang aku jadi naga,membelah jalanku menerobos gurun.Jangan pernah cari Cinta,dengan bersandar pada tongkat-kayu fikiran;guna tongkat-kayu itu,hanya untuk memandu jalan orang buta.Yang kudamba hanyalah isyarat-Mu:satu anggukan dari-Mu,maka jiwaku kan bebas.Tidaklah dari sini kuberasal,aku pengelana yang singgah sejenak.Tersaruk berjalan,buta,…
Read More
Jangan Kau Sesali

Jangan Kau Sesali

menyapa sore gerimis di tepi kebun Cibodas, Lembang, April 2015. Jangan kau sesali lenyapnya kebahagianmu; ketahuilah ia akan kembali padamu dalam bentuk yang lain. Saat kanak-kanak kau berbahagia ketika kau menyusu. Ketika mulai tumbuh membesar kau bosan pada susu, dan kesenanganmu beralih pada minuman lain dan madu. Kesenangan adalah sesuatu yang esensial ia datang menyapamu melalui aneka bentuk. Ia bergerak dari satu sudut ke sudut lain pada unsur air dan tanah-lempung, yang membentuk dirimu. Ia bisa mendadak mempertontonkan keindahannya pada butir air hujan, lalu ia merasuki pokok mawar, dan keanggunan kecambahnya ketika bibitnya bangkit dari tanah. Ia bisa datang dari…
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More
Do’a Berwujud Penghambaan

Do’a Berwujud Penghambaan

Foto oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda, "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran: kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Sumber:Rumi: Matsnavi  V: 1188 - 1191Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camilledan Kabir Helminski.Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persiaoleh Yahya…
Read More
Bersama dengan-Mu

Bersama dengan-Mu

Bersama dengan-Mu adalah satu-satunya sumber kebahagiaanku. Karena semua selain Engkau adalah bentuk, tapi hanya Engkau yang sungguh Haqq. Jangan pernah pisahkan aku dari-Mu, karena tak mungkin sebuah kapal berlayar tanpa air. Aku sebuah kitab yang cacat, tapi ketika Engkau yang membaca, Kau pulihkan aku. Yusuf selamat                    [1] walau dikepung seratus serigala ketika Engkau yang menjadi gembala. Setiap kali Engkau bertanya, "Bagaimana kabarmu?" wajahku memucat dan air-mataku bercucuran. Ke dua hal itu hanyalah tanda bagi mereka yang kasar dan rendah; apa lah artinya tanda-tanda bagi-Mu, yang tak memerlukan satu tanda pun. Kau dengar bisikan…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More
Musuh Terbesarmu

Musuh Terbesarmu

Foto, Alexas Fotos Jika bukan karena perkasanya keakuanmu sendiri, yang telah menyergapmu dari dalam, takkan penghadang dari luar diri mampu mencelakaimu. Karena tuntutan syahwatmu, hatimu telah tersandera oleh kerakusan, cinta-dunia dan niat-buruk. Sekian lama terpenjara didalam dirimu sendiri, engkau berubah menjadi pencuri rakus, yang semakin lemah dihadapan kuasanya. Simaklah nasehat Sang Nabi nan bijak-bestari: "Musuh terbesarmu berada diantara ke dua sisimu." Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4063 - 4066Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.
Read More