permata

Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Waduk Jatiluhur, 26 Juni 2011 Akulah angin, dan engkau selembar daun:Bagaimana kau tak gemetar, bila tak kau taati perintah-Ku?Kulemparkan sebutir batu,sehingga remuklah gelasmu:Lalu, bagaimana tak diubah engkau?Jadi berharga bagai seratus permata,seratus samudera? Catatan:Mengingatkan akan kisah Musa as di dalam al-Qur'an [28]: 15 - 20.Betapa perubahan pada diri Musa, sang pangeran Mesir, dimulai saat dia membela seseorang, dan memukul lawan bersengketanya. Sampai "tak sengaja" lawan orang itu tewas. Memaksanya menjadi seorang buronan di Mesir. "Remuklah gelas" (kehidupannya) berkeping-keping. Terpaksa dia melarikan diri ke Madyan. Disana, malah dia bertemu gurunya. Yang menyiapkannya menjadi seorang pemimpin. Malah menjadi seorang nabi bagi umatnya. Pada…
Read More
Apa yang kan Terjadi?

Apa yang kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat engkau keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat…
Read More