Beranda – Salin

Rahmat

di Makam Syaikh Ali Samsujen, Kediri, 2023 Ada di antara insan yang terpandu kecerdasan yang sangat tinggi tatarannya, mereka bagai malak dan cahaya murni. Mereka adalah para nabi dan wali, yang terbebas dari "ketakutan dan kesedihan" (QS [10]: 62). [1]Adapula di antara manusia yang yang kecerdasannya terkerdilkan oleh hasrat, sehingga tatarannya merosot bagaikan binatang ternak. [2]Diantara ke dua golongan itu terdapat kelompok yang tengah berjuang.Pada diri mereka tampil rasa sakit dan penderitaan dan mereka merasa tak puas dengan kehidupan yang tengah mereka jalani. Mereka adalah kaum beriman. Para wali menanti mereka, siap mengajak mereka mencapai tataran mereka yang sesungguhnya, lalu bergabung bersama para wali. Sementara…
Read More
Rumah yang Sempit dan Gelap

Rumah yang Sempit dan Gelap

di sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Kawali, September 2021 Seorang anak menangis,    di samping keranda ayahnya, seraya merintih:  "Mengapakah mereka masukkan engkau   ke dalam rumah yang begitu sempit,   begitu dingin dan gelap,   tak ada karpetnya, tak ada pintunya,   tak ada pula jalan keluarnya! Tak ada semerbak harum masakan,   tak ada tetangga yang ramah;   mengapa mereka masukkan engkau   ke tempat yang demikian sunyi?" Seorang anak yang lain      mendengar rintihan  itu,    dan bertanya kepada ayahnya:   "Ayah, apakah mereka membawa mayat itu   ke rumah kita?" "Sungguh dungu pertanyaanmu,"   jawab ayahnya dengan kesal.    "Tapi,  Ayah," anak itu melanjutkan,   "apa yang…
Read More
Tangga ke Langit

Tangga ke Langit

Kadungora, Garut   Indera ragawi adalah tangga ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih masuk ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian…
Read More
Mencari Kemerdekaan

Mencari Kemerdekaan

di Kuningan, 31 Desember 2018 Carilah ilmu yang dapat memerdekakanmudari simpul yang tengah menjeratmu ini.Carilah, selama masih ada unsur kehidupan dalam dirimu,yang perlu kau pahami.Tinggalkan semua hal tak berarti,yang hanya nampaknya saja bernilai.Carilah sesuatu--yang tampilannya seakan tak bermakna;padahal sejatinya tak demikian. Sumber:Rumi: Rubaiyat #106dari Kolliyaat-e Shams-e TabriziDisunting oleh Badiozzaman Forouzanfar Tehran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Wahai Rembulanku

Wahai Rembulanku

sumber; https://www.akhbarelyaom.com/en/6376/photo-of-the-day-meet-the-moon-on-a-road-trip Wahai rembulanku, tanpa-Mu, berderai air-mataku,bagaikan awan-hujan.Tanpa-Mu, aku terluka,usang dan kesepian.Terasing aku dari kehidupan,jika kududuk di bumi, tanpa-Mu.Ku kan mati karena malu,jika kuhidup tanpa-Mu. Sumber:Rumi: Rubaiyat  F#1556, Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,Teheran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More
Berdamailah dengan Rasa Sakit

Berdamailah dengan Rasa Sakit

menuju Cukang Rahong, Mei 2015 Berdamailah dengan rasa sakit:sebab itu obatmu.Tak kau perlukan pertolongan orang lain,akulah sobat karibmu.Jika terbunuh, janganlah kau mengeluh:"matilah aku!"Bersyukurlah, sebab akulah tebusanmu. Sumber:Rumi: Rubaiyat  F#1168, Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,Teheran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More
Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Waduk Jatiluhur, 26 Juni 2011 Akulah angin, dan engkau selembar daun:Bagaimana kau tak gemetar, bila tak kau taati perintah-Ku?Kulemparkan sebutir batu,sehingga remuklah gelasmu:Lalu, bagaimana tak diubah engkau?Jadi berharga bagai seratus permata,seratus samudera? Catatan:Mengingatkan akan kisah Musa as di dalam al-Qur'an [28]: 15 - 20.Betapa perubahan pada diri Musa, sang pangeran Mesir, dimulai saat dia membela seseorang, dan memukul lawan bersengketanya. Sampai "tak sengaja" lawan orang itu tewas. Memaksanya menjadi seorang buronan di Mesir. "Remuklah gelas" (kehidupannya) berkeping-keping. Terpaksa dia melarikan diri ke Madyan. Disana, malah dia bertemu gurunya. Yang menyiapkannya menjadi seorang pemimpin. Malah menjadi seorang nabi bagi umatnya. Pada…
Read More
Dua Jenis Kecerdasan

Dua Jenis Kecerdasan

Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb  memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat,  kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari…
Read More
Periksalah dengan Teliti

Periksalah dengan Teliti

  Mengenai lelangit yang sedemikian indah dan agung,Tuhan bersabda: "... maka pandanglah berulang-kali...".   Tentang atap cahaya itu,janganlah puas hanya dengan sekali pandang,periksalah dengan teliti,  "... adakah cacatnya?"   Karena Dia telah memerintahkanmuagar memeriksa dengan teliti atap yang sempurna itu--bagaikan kau mencari kesalahan orang lain--   maka akan kau sadari,betapa banyak pemeriksaan dan penyelidikanyang diperlukan oleh bumi yang gelap,agar memenuhi syarat.       Catatan: "... maka lihatlah berulang-kali, adakah kau lihat sesuatu yang cacat? " (QS al-Mulk [67]: 3).   Para pemuka ilmu hikmah menyatakan bahwa, "alam itu bagaikan insan yang besar,sementara insan itu bagaikan alam yang kecil."   "Memeriksa bumi…
Read More

Kemurahan Hati

Sedangkan kemurahan hati seorang pencinta,dengan penyerahan jiwanya. Jika kau berikan makananatas nama Tuhan,maka kau akan diganjar lebih banyak makanan. Sedangkan jika kau berikan jiwamu,atas nama Tuhan,maka kau akan diganjar dengan suatu Kehidupan Sejati. Sumber: Rumi:Matsnavi  I: 2235 – 36 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam The Rumi Collection, halaman 140. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2019/06/kemurahan-hati-seorang-berpunya.html pada 12 Juni 2019        
Read More