Beranda – Salin

Dzun-Nun, Sang Pemilik “Nun”

Dzun-Nun, Sang Pemilik “Nun”

Foto oleh HS – Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda – 7 Juni 2015 Kujumpai Yunus,tengah duduk dia sendirian,di tepi pantai samudera cinta."Bagaimana kabarmu?" ku bertanya. Dan dia menjawab dengan caranya yang khas:"Di dalam samudera aku menjadi makanan ikan,lalu aku melengkung bagai huruf 'nun'sampai aku sendiri menjadi Dzun-Nun." Sumber: Rumi: Divan 1247,Dikutip oleh Annemarie Schimmel dalam "Mystical Dimension of Islam," hal 416Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumiTerjemahan ini pertama kali dipublikasikan di Facebook FanPage ngRumi pada 9 April 2016.
Read More
Datang Semata untuk Bersaksi

Datang Semata untuk Bersaksi

di Panenjoan, Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat – 2016 Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,"kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]Karena kita telah membenarkan,maka dalam persidangan ini ucapandan tindakan kita menjadi saksi dan buktibagi kesepakatan itu.Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.Bukankah kita datang ke sini untuk memberikan persaksian?Wahai saksi,berapa lama lagi engkau diperiksadi ruang sidang Sang Hakim?Segeralah berikan pernyataanmu.Engkau telah dipanggil ke sini,dan telah datang engkau, [3]semata untuk bersaksi.Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulutmaupun tanganmu. [4]Kecuali engkau berikan pernyataan itu,wahai saksi, bagaimana caranyaengkau akan keluar dari sidang…
Read More
Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More

Rahmat

di Makam Syaikh Ali Samsujen, Kediri, 2023 Ada di antara insan yang terpandu kecerdasan yang sangat tinggi tatarannya, mereka bagai malak dan cahaya murni. Mereka adalah para nabi dan wali, yang terbebas dari "ketakutan dan kesedihan" (QS [10]: 62). [1]Adapula di antara manusia yang yang kecerdasannya terkerdilkan oleh hasrat, sehingga tatarannya merosot bagaikan binatang ternak. [2]Diantara ke dua golongan itu terdapat kelompok yang tengah berjuang.Pada diri mereka tampil rasa sakit dan penderitaan dan mereka merasa tak puas dengan kehidupan yang tengah mereka jalani. Mereka adalah kaum beriman. Para wali menanti mereka, siap mengajak mereka mencapai tataran mereka yang sesungguhnya, lalu bergabung bersama para wali. Sementara…
Read More
Rumah yang Sempit dan Gelap

Rumah yang Sempit dan Gelap

di sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Kawali, September 2021 Seorang anak menangis,    di samping keranda ayahnya, seraya merintih:  "Mengapakah mereka masukkan engkau   ke dalam rumah yang begitu sempit,   begitu dingin dan gelap,   tak ada karpetnya, tak ada pintunya,   tak ada pula jalan keluarnya! Tak ada semerbak harum masakan,   tak ada tetangga yang ramah;   mengapa mereka masukkan engkau   ke tempat yang demikian sunyi?" Seorang anak yang lain      mendengar rintihan  itu,    dan bertanya kepada ayahnya:   "Ayah, apakah mereka membawa mayat itu   ke rumah kita?" "Sungguh dungu pertanyaanmu,"   jawab ayahnya dengan kesal.    "Tapi,  Ayah," anak itu melanjutkan,   "apa yang…
Read More
Tangga ke Langit

Tangga ke Langit

Kadungora, Garut   Indera ragawi adalah tangga ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih masuk ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian…
Read More
Mencari Kemerdekaan

Mencari Kemerdekaan

di Kuningan, 31 Desember 2018 Carilah ilmu yang dapat memerdekakanmudari simpul yang tengah menjeratmu ini.Carilah, selama masih ada unsur kehidupan dalam dirimu,yang perlu kau pahami.Tinggalkan semua hal tak berarti,yang hanya nampaknya saja bernilai.Carilah sesuatu--yang tampilannya seakan tak bermakna;padahal sejatinya tak demikian. Sumber:Rumi: Rubaiyat #106dari Kolliyaat-e Shams-e TabriziDisunting oleh Badiozzaman Forouzanfar Tehran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara HousmandTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Wahai Rembulanku

Wahai Rembulanku

sumber; https://www.akhbarelyaom.com/en/6376/photo-of-the-day-meet-the-moon-on-a-road-trip Wahai rembulanku, tanpa-Mu, berderai air-mataku,bagaikan awan-hujan.Tanpa-Mu, aku terluka,usang dan kesepian.Terasing aku dari kehidupan,jika kududuk di bumi, tanpa-Mu.Ku kan mati karena malu,jika kuhidup tanpa-Mu. Sumber:Rumi: Rubaiyat  F#1556, Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,Teheran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More
Berdamailah dengan Rasa Sakit

Berdamailah dengan Rasa Sakit

menuju Cukang Rahong, Mei 2015 Berdamailah dengan rasa sakit:sebab itu obatmu.Tak kau perlukan pertolongan orang lain,akulah sobat karibmu.Jika terbunuh, janganlah kau mengeluh:"matilah aku!"Bersyukurlah, sebab akulah tebusanmu. Sumber:Rumi: Rubaiyat  F#1168, Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar,Teheran, Amir Kabir, 1988.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.
Read More
Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Waduk Jatiluhur, 26 Juni 2011 Akulah angin, dan engkau selembar daun:Bagaimana kau tak gemetar, bila tak kau taati perintah-Ku?Kulemparkan sebutir batu,sehingga remuklah gelasmu:Lalu, bagaimana tak diubah engkau?Jadi berharga bagai seratus permata,seratus samudera? Catatan:Mengingatkan akan kisah Musa as di dalam al-Qur'an [28]: 15 - 20.Betapa perubahan pada diri Musa, sang pangeran Mesir, dimulai saat dia membela seseorang, dan memukul lawan bersengketanya. Sampai "tak sengaja" lawan orang itu tewas. Memaksanya menjadi seorang buronan di Mesir. "Remuklah gelas" (kehidupannya) berkeping-keping. Terpaksa dia melarikan diri ke Madyan. Disana, malah dia bertemu gurunya. Yang menyiapkannya menjadi seorang pemimpin. Malah menjadi seorang nabi bagi umatnya. Pada…
Read More