Beranda – Salin

Dua Jenis Kecerdasan

Dua Jenis Kecerdasan

Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb  memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat,  kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari…
Read More
Periksalah dengan Teliti

Periksalah dengan Teliti

  Mengenai lelangit yang sedemikian indah dan agung,Tuhan bersabda: "... maka pandanglah berulang-kali...".   Tentang atap cahaya itu,janganlah puas hanya dengan sekali pandang,periksalah dengan teliti,  "... adakah cacatnya?"   Karena Dia telah memerintahkanmuagar memeriksa dengan teliti atap yang sempurna itu--bagaikan kau mencari kesalahan orang lain--   maka akan kau sadari,betapa banyak pemeriksaan dan penyelidikanyang diperlukan oleh bumi yang gelap,agar memenuhi syarat.       Catatan: "... maka lihatlah berulang-kali, adakah kau lihat sesuatu yang cacat? " (QS al-Mulk [67]: 3).   Para pemuka ilmu hikmah menyatakan bahwa, "alam itu bagaikan insan yang besar,sementara insan itu bagaikan alam yang kecil."   "Memeriksa bumi…
Read More

Kemurahan Hati

Sedangkan kemurahan hati seorang pencinta,dengan penyerahan jiwanya. Jika kau berikan makananatas nama Tuhan,maka kau akan diganjar lebih banyak makanan. Sedangkan jika kau berikan jiwamu,atas nama Tuhan,maka kau akan diganjar dengan suatu Kehidupan Sejati. Sumber: Rumi:Matsnavi  I: 2235 – 36 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam The Rumi Collection, halaman 140. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi. Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2019/06/kemurahan-hati-seorang-berpunya.html pada 12 Juni 2019        
Read More
Kemurahan Hati

Kemurahan Hati

Kemurahan hati seorang berpunya,dinyatakan  dengan bersedekah harta. Sedangkan kemurahan hati seorang pencinta,dengan penyerahan jiwanya. Jika kau berikan makananatas nama Tuhan,maka kau akan diganjar lebih banyak makanan. Sedangkan jika kau berikan jiwamu,atas nama Tuhan,maka kau akan diganjar dengan suatu Kehidupan Sejati. Sumber:Rumi: Matsnavi  I: 2235 – 36Terjemahan ke Bahasa Inggris olehKabir dan Camille Helminski.Dalam The Rumi Collection, halaman 140.
Read More
Menyusui Bayi Musa

Menyusui Bayi Musa

Wahai Ibunda Musa, susuilah dia. Lalu lepaskanlah ke sungai. Jangan kau khawatirkan tentang ujiannya selama menempuh alam dunia. Barangsiapa telah meminum susu sejati di alam sebelum-kelahiran, akan dapat memilih ilmu yang haqq di alam ini; seperti bayi Musa mengenal susu ibunya. Catatan: "Sesungguhnya telah kami wahyukan kepada ibundamu, wahai Musa. (Yaitu) Letakkanlah dalam tabut, kemudian lemparkanlah dia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan telah Ku-limpahkan kepadamu kasih-sayang dari-Ku, dan supaya engkau diasuh dibawah pengawasan-Ku."(QS Thaha [20]: 38 - 9). Dari Ibnu Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw, berkata:“Ketika…
Read More
Aku di Sini (labbayka)

Aku di Sini (labbayka)

Foto dari Desa Berua, Kawasan Karst Rammang-rammang, akhir Juli 2018. Suatu malam, seorang lelaki merintihkan, "Yaa Allah" sampai bibirnya manis dengan pujian kepada-Nya. Iblis mengejeknya, "Kasihan engkau, wahai lelaki malang, mana jawaban, 'Aku di sini,' untuk semua rintihan, 'Yaa Allah-mu?' Tiada satupun jawaban datang dari 'Arsy: sampai kapan engkau merintihkan 'Yaa Allah' dengan wajah suram?" Si lelaki patah-hati, berbaring, tertidur dan bermimpi: di situ dilihatnya Nabi Khidir as, di tengah dedaunan menghijau. Nabi Khidir bertanya: "Wahai lelaki, engkau berhenti memuji Allah, mengapa engkau sesali dzikir-mu kepada-Nya?" Lelaki itu menjawab, "karena tiada jawaban 'labbayka' (Aku disini), kutakut diriku telah terusir dari…
Read More
Setiap Saat Beranjak

Setiap Saat Beranjak

Dari atas perahu yang meluncur cepat,mengikuti aliran deras ke hilir,persepsi kita menampaksemak di tepi sungai melesat ke belakang.Demikianlah, pada setiap saat,kita beranjak tinggalkan dunia ini;tapi tampak bagi kitadunialah yang bergerak cepat. Sumber:Rumi: Rubaiyat, nomor belum ditemukan.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry,dalam Rubaiyat of Jalal al-Din Rumi, 1949.  
Read More
Rahasia Kebenaran

Rahasia Kebenaran

Saat matahari terbit di P. Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon Rahasia kebenaran takkan terbukakarena banyaknya mengajukan pertanyaan;Tak pula karena menyerahkanseluruh harta dan kehormatan;Tapi hanya ketika telah lewat usiamulima-puluh tahun;saat hati dan matamu telah memerah-darah.Dari semua perbincangan ini,tak seorang pun menemukan jalan menuju peleburan. Catatan:1) "Bukankah telah datang atas insan, suatu ketika dari masa (ad-Dahr), saat ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" (QS al-Insan [76]: 1)2) "Segala seuatu, atasnya, lebur" "Dan tetap kekal wajah Rabb-mu, pemilik kebesaran dan kemuliaan." كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ (QS ar-Rahmaan [55]: 26 - 27) Sumber:Rumi: Rubaiyat F#1088Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh…
Read More
Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

kawan duduk di Masjid Nabawi, Februari, 2024 Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung. Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jagalah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jagalah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan…
Read More

Rayakanlah

Ramadhan telah tiba: Rayakanlah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa, Dialah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan. Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan. Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim, aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah tersimpan di dalam puasa. Sungguh terdapat padanya kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan selain rembulan yang ini. Ia tersembunyi di dalam tenda puasa bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak mendapatkan panen puasa bulan ini, carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang…
Read More