Tingkatkanlah Kehausanmu

Tingkatkanlah Kehausanmu

Siti Maryam menggendong bayi Isa, dari wikipedia Adalah kesakitan luar-biasa Siti Maryam,yang membuat bayi Isa mulai berbicarasejak dari buaian.Apapun yang tumbuh,berkembang bagi kepentingan mereka yang perlu;sehingga sang pencari dapat menemukanapa yang dicarinya.Rabb yang Maha Tinggitelah menciptakan lelangit,agar berbagai keperluan dapat terpenuhi.Dimana ada sakit,kesanalah obat menuju;dimana ada kefakiran,ke situ rezeki mengalir.Ketika muncul pertanyaan sulit,kesitu lah jawaban bergerak;dimana perahu berada,ke situlah air mengalir.Tak perlu air dicari:tingkatkanlah kehausanmu,sampai air memancar dari atas dan bawah dirimu.Ketika sang jabang bayi menangis kehausan,barulah susu memancar dari dada ibunya. Catatan:Didalam kitab al-Hikamnya yang termasyhur, Ibn 'Athailah, mursyid ke 3 Tarekat Syatariah, menyampaikan:"Nyatakanlah sifat-sifat kehambaan-Mu, niscaya Dia akan…
Read More
Hembusan Keikhlasan

Hembusan Keikhlasan

Foto, dari Saung Ranggon, 7 Mei, 2025 Air dan tanah lempungketika menghirup hembusan Isa as,mengembangkan bulu dan sayap,menjadi seekor burung,dan terbang.Puja-pujimu pada Tuhanadalah hembusan dari jasadmu,yang terbentuk dari air dan tanah lempung:ia dapat menjadi seekor burung di Jannah,jika kau naikkan dengan keikhlasandari dasar hatimu. Catatan:"... sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah..."(QS 'Ali Imran [3]: 49) Sumber:Rumi: Matsnavi I: 866 - 67.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More

Bersandarlah kepada Rencana-Nya

Wahai sahabat yang berpagi-pagi bangkit,siapakah yang ketika menanti fajar, [1]bertemu kami sedang menari berputarbagaikan atom?Siapakah yang beruntung:yang ketika mencari air ke bibir sungai,malah mendapati bayangan Sang Rembulandi permukaannya? [2]Apakah ada yang bagaikan Ya’qub:ketika rindu harumnya Yusuf,mencium baju gamisnya; [3]malahan menemukan cahaya matanya itu.Atau bagaikan seorang Arab Badui yang haus,menurunkan timba ke dalam sumur,lalu ketika diangkatnya, mendapatkan sosokyang sedemikian indahnya. [4]Atau seperti Musa, ketika melihat api,lalu menembus semak-belukaruntuk mendapatkan manfaat api itu,tiba-tiba menemukan ratusan fajardan matahari terbit. [5]Isa masuk kedalam rumahuntuk menghindari kejaran musuh;tiba-tiba dari rumah itu didapatinyasebuah lorong menuju ke langit. [6]Atau seperti Sulaimanyang membelah seekor ikan,dan dalam perut ikan…
Read More
Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

foto diambil dari Jesus in Islam - Wikipedia Inilah kisah tentang Isa putra Maryam,ketika dia menghindar dari orang-orang dungu,menjauh, hendak mengungsi,ke puncak sebuah gunung.Isa putra Maryam bergegas-cepatmendaki sebuah gunung.Sedemikian bergegas,bagaikan dikejar seekor singa.Seseorang mengejarnya, dan menyapanya,“Salam untukmu.Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu,mengapa engkau begitu terburu-buru?”Tetapi Beliau tetap berlari,sedemikian terburu-buru,tak mau berhenti untuk menjawab.Sang penanya bersikeras,terus dikejarnya Sang Nabi itu.Lalu, dia bertanya lagi,kali ini sampai harus berteriak:“Demi Tuhan,” serunya,“berhentilah sebentar!”“Sungguh aku bingung,apa yang membuatmu melarikan diri?”“Wahai Nabi nan mulia dan pemurah,Apa yang membuatmu bergegas-lari?Tak ada singa mengejarmu.Tiada pula ancaman atau wabah?”Sang Nabi menjawab,“Aku melarikan diri dari seorang yang tolol.Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku,janganlah…
Read More
Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Gambaran Nabi Ibrahim dalam api, Sumber: The Miniatures of the Zubdat Al- TawarikhMFA- The Miniatures of the Zubdat-al-Tawarikh (bilkent.edu.tr) Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainnya Syaithan, sang penghalang jalan menuju kepada-Nya. [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung…
Read More
Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

kawan duduk di Masjid Nabawi, Februari, 2024 Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung. Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jagalah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jagalah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan…
Read More
Do’a Berwujud Penghambaan

Do’a Berwujud Penghambaan

Foto oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda, "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran: kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Sumber:Rumi: Matsnavi  V: 1188 - 1191Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camilledan Kabir Helminski.Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persiaoleh Yahya…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More
Perbedaan Pendapat Mengenai Bentuk Gajah

Perbedaan Pendapat Mengenai Bentuk Gajah

Foto oleh Tijs van Leur di Unsplash Disebutnya nama Musa, telah menjadi sebuah rantai yang membelenggu pikiran para pembacaku, mereka pikir ini adalah cerita-cerita yang hanya terjadi dahulu kala. Disebutkannya Musa hanya berfungsi sebagai topeng, tetapi cahaya Musa adalah persoalan mutakhir, wahai sahabatku. Musa dan Fir’aun itu di dalam dirimu: engkau mesti mencari pihak-pihak yang berlawanan ini di dalam dirimu-sendiri. Pembangkitan Musa akan terus berlangsung sampai Hari Kebangkitan: Cahaya itu tidak berbeda, walaupun lampunya berlain-lainan. Lampu dari tanah ini berbeda dengan sumbu itu, tetapi cahaya mereka tidak berbeda: ia dari Alam Sana. Jika engkau terus memandang kaca lampu, engkau akan…
Read More