
Siti Maryam menggendong bayi Isa, dari wikipedia
Adalah kesakitan luar-biasa Siti Maryam,
yang membuat bayi Isa mulai berbicara
sejak dari buaian.
Apapun yang tumbuh,
berkembang bagi kepentingan mereka yang perlu;
sehingga sang pencari dapat menemukan
apa yang dicarinya.
Rabb yang Maha Tinggi
telah menciptakan lelangit,
agar berbagai keperluan dapat terpenuhi.
Dimana ada sakit,
kesanalah obat menuju;
dimana ada kefakiran,
ke situ rezeki mengalir.
Ketika muncul pertanyaan sulit,
kesitu lah jawaban bergerak;
dimana perahu berada,
ke situlah air mengalir.
Tak perlu air dicari:
tingkatkanlah kehausanmu,
sampai air memancar dari atas dan bawah dirimu.
Ketika sang jabang bayi menangis kehausan,
barulah susu memancar dari dada ibunya.
Catatan:
Didalam kitab al-Hikamnya yang termasyhur, Ibn ‘Athailah, mursyid ke 3 Tarekat Syatariah, menyampaikan:
“Nyatakanlah sifat-sifat kehambaan-Mu, niscaya Dia akan membantumu dengan Sifat-sifat-Nya.
Nyatakanlah kehinaanmu, niscaya Dia akan membantumu dengan Kemuliaan-Nya.
Nyatakanlah kekuranganmu, niscaya Dia akan membantumu dengan Kuasa-Nya.
Nyatakanlah kelemahanmu, niscaya Dia akan membantumu dengan Daya-Nya dan Kekuatan-Nya.”
Sumber:
Rumi, Matsnavi III 3204, 3208 – 3213
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Pertama kali diunggah di: https://ngrumi.blogspot.com/2011/05/tingkatkanlah-kehausanmu.html